- Perang Iran-AS pada 17–24 Mei 2026 bergeser dari ancaman serangan ulang ke negosiasi damai.
- Trump menyebut kesepakatan hampir final, tetapi Iran masih menolak sebagian narasi soal Selat Hormuz.
- Isu terbesar yang belum selesai adalah pembukaan Selat Hormuz, sanksi minyak, blokade pelabuhan, dan program nuklir Iran.
JAMLIMA.COM, INTERNASIONAL — Perang Iran-AS memasuki fase paling menentukan sepanjang 17–24 Mei 2026 setelah Washington dan Teheran dilaporkan makin dekat dengan kerangka kesepakatan damai.
Setelah beberapa hari diwarnai ancaman serangan ulang, tekanan militer, dan negosiasi tertutup, kedua negara kini disebut berada pada tahap pembahasan akhir untuk meredakan konflik.
Namun, kesepakatan ini belum final
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut rancangan kesepakatan dengan Iran sudah sebagian besar dinegosiasikan.
Ia juga mengatakan pembahasan akhir masih berlangsung bersama Iran dan sejumlah negara kawasan.
Salah satu isu paling penting dalam negosiasi itu adalah pembukaan kembali Selat Hormuz.
Jalur laut strategis tersebut menjadi perhatian dunia karena berpengaruh langsung terhadap pasokan energi global.
Baca juga: Iran Gempur Teluk, Pasar Energi Dunia Mulai Bergejolak
Hormuz Jadi Penentu
Reuters melaporkan, rancangan kesepakatan yang sedang dibahas mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari.
Dalam periode itu, Selat Hormuz disebut akan dibuka kembali tanpa pungutan.
Iran juga dilaporkan akan membersihkan ranjau yang sebelumnya dipasang di jalur tersebut agar kapal bisa kembali melintas bebas.
















