Scroll untuk baca artikel
Daerah

Petani Bajeng Masih Bisa Tanam 3 Kali, Pemkab Gowa Siapkan Pompa Hadapi El Nino

×

Petani Bajeng Masih Bisa Tanam 3 Kali, Pemkab Gowa Siapkan Pompa Hadapi El Nino

Sebarkan artikel ini
Petani Bajeng hadapi El Nino dengan dukungan pompanisasi dan langkah antisipasi Pemkab Gowa
PERTANIAN — Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang menyampaikan langkah antisipasi El Nino dalam Dialog Luar Studio RRI Pro 1 Makassar di Baruga Tinggimae Rumah Jabatan Bupati Gowa, Rabu (6/5/2026). (foto/ist)

JAMLIMA.COM, GOWA — Petani Bajeng menghadapi El Nino dengan kesiapan sumber air dan pompanisasi.

Wilayah itu masih mampu menjalankan musim tanam hingga tiga kali setahun.

Kondisi ini menjadi sinyal bahwa produksi pertanian Gowa masih relatif terkendali.

Namun, Pemkab Gowa tetap menyiapkan langkah antisipasi agar risiko kekeringan tidak mengganggu target produksi pangan.

Langkah tersebut dibahas dalam Dialog Luar Studio RRI Pro 1 Makassar di Baruga Tinggimae Rumah Jabatan Bupati Gowa, Rabu (6/5/2026).

Risiko El Nino

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengatakan Gowa masih berada dalam kondisi relatif aman.

Curah hujan di sejumlah wilayah masih cukup baik. Aktivitas tanam padi dan hortikultura juga tetap berjalan.

“Gowa sebagai salah satu penyangga pangan di Sulawesi Selatan masih dalam kondisi relatif aman, karena curah hujan di beberapa wilayah masih cukup baik. Aktivitas tanam padi dan hortikultura tetap berjalan, namun ini kami anggap sebagai fase waspada dini,” ujar Bupati Talenrang.

Meski demikian, Pemkab Gowa tidak menunggu dampak kekeringan muncul.

Pemerintah daerah mulai mendorong percepatan tanam, penggunaan benih tahan kekeringan, serta pemanfaatan pompanisasi dan sumber air.

“Risiko penurunan luas tanam dan produktivitas tetap ada jika terjadi kekeringan. Karena itu kami tidak menunggu dampaknya, tetapi mulai melakukan percepatan tanam, penggunaan benih tahan kekeringan, serta memaksimalkan pompanisasi dan sumber air,” lanjutnya.

Bupati Talenrang menegaskan, kebijakan pertanian saat ini diarahkan pada adaptasi cepat.

Targetnya bukan sekadar bertahan, tetapi memastikan produksi tetap berjalan meski ancaman El Nino meningkat.

“Fokus kami adalah memastikan adaptasi berjalan cepat, bukan hanya bertahan, tetapi menjaga target produksi tetap tercapai meskipun ada ancaman El Nino,” tegasnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, Zubair Usman, mengatakan program pertanian nasional dan daerah tetap dijalankan maksimal.

“Baik program nasional maupun program daerah tetap kami jalankan dengan optimal. Di tengah tantangan El Nino, kami tetap fokus memenuhi target produksi sekaligus menjaga surplus pangan agar Gowa terus berkontribusi pada ketahanan pangan daerah dan nasional,” ujarnya.

Komitmen menjaga produksi pangan juga sejalan dengan pentingnya peran petani dalam swasembada pangan, terutama di tengah tantangan perubahan cuaca dan kebutuhan menjaga pasokan daerah.

Petani Siapkan Pompa

Dari tingkat petani, Mustari, perwakilan petani Kecamatan Bajeng, menyebut kondisi di wilayahnya masih cukup aman.

Menurut dia, akses informasi dan kesiapan sumber air menjadi kunci menghadapi El Nino.

“Di Bajeng masih aman. Musim tanam masih bisa tiga kali setahun yang penting itu informasi sampai. Jadi, kita sudah siapkan pompanisasi dengan sumur di setiap sawah yang kami gunakan untuk menjaga ketersediaan air saat El Nino,” ungkapnya.

Dialog ini juga menghadirkan Manager Sulsel 2 dan Sulbar PT Pupuk Indonesia, Muhammad Hidayat Syam.

Melalui forum tersebut, Pemkab Gowa menegaskan komitmen menjaga produksi pertanian sebagai sektor penting penopang ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan daerah.