JAMLIMA.COM, JAKARTA — Pemerintah meluncurkan Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) 2026 untuk memperkuat pembiayaan sektor riil dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Program ini menjadi forum koordinasi lintas lembaga antara pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lain. Fokusnya adalah mempercepat intermediasi pembiayaan yang optimal, seimbang, dan inklusif.
Kredit Program
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan PINISI menjadi wujud sinergi lintas lembaga untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
“Puji syukur kehadirat Allah SWT karena izinnya kita hadir dalam forum yang membahagiakan dan membanggakan ini yaitu terselenggaranya Program Percepatan Intermediasi Indonesia atau PINISI sebagai wujud sinergi lintas lembaga untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Airlangga dalam acara Kick Off PINISI 2026 di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Pemerintah mencatat realisasi kredit program hingga Maret 2026 telah mencapai Rp78,39 triliun atau sekitar 25 persen dari target tahun 2026.
Sinergi Lembaga
PINISI dirancang sebagai strategi komunikasi dan koordinasi kebijakan makroprudensial untuk memperkuat pembiayaan sektor riil.
Program ini juga menjadi wadah untuk membangun optimisme dunia usaha, memperkuat transmisi kebijakan, dan menyelesaikan hambatan dalam penyaluran pembiayaan.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi antarotoritas dalam menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
Di tengah ketidakpastian global, kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran terus dioptimalkan untuk mendukung intermediasi pembiayaan.
Sektor Prioritas
Pemerintah terus mendorong akselerasi sektor prioritas, termasuk hilirisasi, ketahanan pangan, manufaktur, ekonomi digital, dan program prioritas nasional.
Penguatan intermediasi sektor jasa keuangan dinilai penting untuk memperluas akses pembiayaan produktif, terutama bagi UMKM dan sektor bernilai tambah tinggi.
Airlangga berharap PINISI mampu menguatkan optimisme dunia usaha dan mengalirkan pembiayaan ke sektor produktif.
“Saya berharap dengan PINISI, optimisme dunia usaha kembali menguat, intermediasi mengalir ke sektor produktif dan saya mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkomitmen dan berkontribusi terhadap inisiatif PINISI ini,” pungkas Airlangga.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, pimpinan kementerian/lembaga, perbankan, pelaku usaha, dan akademisi.
Baca juga: Gubernur Yulius Rangkul 13 Negara, Ekonomi Biru Sulut Jadi Fokus Global
















