Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Nasional

123 Desa Kaltara Belum Berlistrik, Ingkong Ala Tinjau Pabrik Energi Surya di Pasuruan

×

123 Desa Kaltara Belum Berlistrik, Ingkong Ala Tinjau Pabrik Energi Surya di Pasuruan

Sebarkan artikel ini
wagub kaltara ingkong ala meninjau pabrik energi surya di pasuruan
LISTRIK DESA — Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala meninjau pabrik energi surya di Pasuruan, Jumat (10/4/2026), untuk mempercepat elektrifikasi wilayah terpencil. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, KALTARA — Sebanyak 123 desa di Kalimantan Utara (Kaltara) masih belum menikmati listrik. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah mencari solusi cepat untuk wilayah pedalaman dan perbatasan.

Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, meninjau pabrik energi surya di Pasuruan, Jumat (10/4/2026). Ia ingin melihat langsung teknologi yang bisa diterapkan di daerah terpencil.

Dalam kunjungan itu, Ingkong menerima penjelasan dari Direktur PT Santinilestari Energi Indonesia, Sandy Hartono, terkait sistem pembangkit listrik tenaga surya yang lebih fleksibel untuk wilayah sulit.

Ingkong menegaskan bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat pedalaman. Pemerintah Provinsi Kaltara terus berupaya memenuhinya secara bertahap.

Ia juga menjelaskan bahwa kondisi geografis Kaltara menjadi tantangan utama. Banyak wilayah sulit dijangkau jaringan listrik konvensional.

Karena itu, pemerintah mencari alternatif di luar layanan PLN. Salah satunya melalui pemanfaatan energi surya.


Baca juga: Listrik Kampung Boja Terkendala Hutan Lindung, Bupati Sinjai Turun Tangan


Ingkong meninjau langsung proses produksi panel surya. Ia melihat tahap perakitan, sistem penyimpanan energi berbasis baterai, hingga instalasi penyalur daya.

Data Pemprov Kaltara menunjukkan sekitar 73 hingga 123 desa belum teraliri listrik. Sebagian besar berada di wilayah perbatasan seperti Kabupaten Nunukan dan Malinau.

Pemerintah menargetkan 10 hingga 20 desa dapat dialiri listrik setiap tahun. Program ini dilakukan melalui berbagai skema, termasuk energi surya.

Langkah ini diharapkan mempercepat pemerataan pembangunan. Selain itu, kualitas hidup masyarakat di wilayah terpencil juga dapat meningkat.


Example 468x60
Example 300250