JAMLIMA.COM, JAKARTA — Pemerintah mengakui komunikasi publik terkait imunisasi masih menghadapi tantangan serius di era digital. Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada tingkat kepercayaan masyarakat.
Sorotan ini muncul dalam Forum Tematik Bakohumas yang digelar Selasa (21/4/2026) di Jakarta. Kegiatan berlangsung di Kantor Direktorat Jenderal SDMK Kementerian Kesehatan.
Forum ini mempertemukan berbagai instansi untuk membahas strategi komunikasi imunisasi di tengah derasnya arus informasi digital yang belum tentu akurat.
Isu ini juga berkaitan dengan upaya global menekan risiko kesehatan, seperti yang pernah dibahas dalam laporan terkait kematian anak dunia.
Komunikasi jadi kunci keberhasilan
Ketua Pelaksana Bakohumas, Marroli Jeni Indarto, menegaskan bahwa konsistensi pesan menjadi faktor utama. Ia menyebut komunikasi pemerintah harus selaras agar tidak menimbulkan kebingungan.
“Sinergi antar humas pemerintah menjadi kunci untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap imunisasi,” ujarnya.
Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menegaskan imunisasi merupakan intervensi efektif untuk mencegah penyakit. Namun, keberhasilan program tetap bergantung pada kepercayaan masyarakat.
Secara global, imunisasi mampu mencegah jutaan kematian setiap tahun. Fakta ini menjadikan imunisasi sebagai program kesehatan prioritas di banyak negara.
Dalam enam bulan terakhir, arus informasi digital meningkat tajam, termasuk konten yang belum terverifikasi. Situasi ini memicu keraguan di sebagian masyarakat terhadap program imunisasi.
Sebagai contoh, masih ditemukan orang tua yang menunda imunisasi anak akibat informasi yang simpang siur di media sosial. Kondisi ini menunjukkan lemahnya penyampaian pesan kesehatan yang tepat.
Dokter muda sekaligus influencer kesehatan, Muhammad Hildan Erriansyah, menilai pendekatan komunikasi harus lebih personal. Ia menyarankan penggunaan bahasa sederhana agar mudah dipahami generasi muda.
Forum ini juga menghadirkan analisis Ismail Fahmi terkait percakapan publik di media sosial. Hasilnya menunjukkan tingginya dinamika informasi imunisasi yang memengaruhi persepsi masyarakat.
Pemerintah berharap penguatan komunikasi dapat meningkatkan pemahaman publik dan mendorong partisipasi imunisasi. Upaya ini menjadi kunci menjaga kesehatan generasi mendatang.

























