Scroll untuk baca artikel
Lokal

Gerakan Gembrot Digenjot, Yogyakarta Tekan Stunting ke 8,16 Persen

×

Gerakan Gembrot Digenjot, Yogyakarta Tekan Stunting ke 8,16 Persen

Sebarkan artikel ini
ibu memasak makanan tinggi protein untuk anak dalam program gembrot yogyakarta
STUNTING YOGYAKARTA — Ibu-ibu memasak olahan makanan tinggi protein bersama anak dalam program Gembrot untuk menekan stunting di Kota Yogyakarta, April 2026. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, YOGYAKARTA — Pemerintah Kota Yogyakarta terus menggencarkan Gerakan Mengonsumsi Protein (Gembrot) untuk mempercepat penurunan angka stunting. Program ini menargetkan kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia di bawah dua tahun.

Langkah ini dinilai penting karena konsumsi protein masyarakat masih rendah dan berdampak langsung pada status gizi anak.

Data terbaru menunjukkan prevalensi stunting di Kota Yogyakarta turun menjadi 8,16 persen per Maret 2026, dari sebelumnya 9,71 persen pada 2025.

Konsumsi Protein Jadi Kunci

Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Ashardini Eka Setianingsih, menjelaskan program Gembrot telah berjalan sejak 2020.

Menurutnya, rendahnya konsumsi protein tercermin dari skor Pola Pangan Harapan (PPH) yang masih belum optimal.

“Kelompok pangan sumber protein di masyarakat kita masih kurang. Ini menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan penurunan stunting,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Ia menegaskan, penanganan stunting tidak hanya soal ketersediaan pangan, tetapi juga akses ekonomi dan pengetahuan gizi masyarakat.

Edukasi dan Praktik Memasak

Sebagai bagian dari program, Bimbingan Teknis (Bimtek) Gembrot digelar di 14 kemantren pada 7 hingga 21 April 2026, dengan melibatkan masing-masing 45 peserta.

Peserta mendapatkan bahan pangan tinggi protein seperti ayam, lele berbumbu beku, dan telur omega.

Tim Penggerak PKK juga dilibatkan untuk memberikan pelatihan praktik pengolahan makanan agar lebih variatif dan menarik bagi anak.

Pengurus Pokja 3 TP PKK Kota Yogyakarta, Tolok Triasih, menekankan pentingnya teknik memasak dalam meningkatkan kualitas konsumsi keluarga.

“Jika tekniknya benar, bahan tidak terbuang dan olahan lebih bervariasi. Untuk anak, protein harus dikemas menarik,” ujarnya.

Target Turun ke 5 Persen

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Aan Iswanti, menyebut tren penurunan stunting sudah terlihat signifikan.

Dari 14,8 persen, angka stunting turun menjadi 9,71 persen pada 2025, lalu kembali turun ke 8,16 persen pada Maret 2026.

“Angka ini masih harus ditekan agar bisa mencapai target di kisaran 5–6 persen,” ujarnya.