JAMLIMA.COM, SINJAI — Kerusakan jalan di Kabupaten Sinjai menjadi sorotan setelah Dinas PUPR menyebut 53,43 persen jalan daerah berada dalam kondisi rusak. Di Dusun Pakokko, Desa Tellulimpoe, warga mengaku akses hasil kebun, sekolah, dan mobilitas harian ikut terganggu.
Keluhan itu disampaikan Aliansi Masyarakat Pakokko saat menemui Bupati Sinjai, Dra Hj Ratnawati Arif, di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, Senin (4/5/2026) siang.
Salah satu perwakilan warga Pakokko, Masna, menggambarkan beratnya kondisi masyarakat akibat akses jalan yang rusak parah. Ia menyebut hasil kebun warga sulit dibawa ke pasar.
“Mobil tidak bisa jalan. Hasil kebun kita susah dibawa ke pasar. Sebagai warga Pakokko kami sangat menderita,” ungkap Masna.
Aspirasi warga diterima langsung Bupati Sinjai Ratnawati Arif. Ia didampingi Sekretaris Daerah Andi Jefrianto Asapa, asisten dan staf ahli bupati, Kepala Bappeda, serta Kepala Dinas PUPR Sinjai.
Isu perbaikan infrastruktur daerah juga menjadi perhatian dalam sejumlah agenda pembangunan di Sulawesi Selatan.
Pakokko Masuk Daftar Prioritas
Ratnawati mengapresiasi warga Pakokko yang datang menyampaikan aspirasi secara tertib dan aman. Ia menyebut pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap persoalan jalan rusak yang dihadapi masyarakat.
“Pertama-tama saya sampaikan terima kasih sudah menyampaikan aspirasi dengan baik,” ujarnya.
Terkait tuntutan perbaikan jalan, Ratnawati menjelaskan kondisi keuangan daerah masih menjadi tantangan pada awal masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Sinjai, A Mahyanto Mazda.
“Sungguh sangat terbatas anggaran yang kita punya. Saya sementara getol-getolnya berkoordinasi dengan pusat dan provinsi. Insya Allah pelan-pelan jalan yang rusak parah akan kita perbaiki. Saya minta ini dibersamai,” ungkapnya.
Ia menegaskan jalan di Pakokko tetap masuk perhatian Pemkab Sinjai. Bahkan, jika memungkinkan melalui anggaran perubahan, perbaikan jalan tersebut akan menjadi salah satu prioritas.
“Kalau ada uang, jangankan di tahun depan, tahun ini kalau ada di perubahan, prioritas pertama kita pasti ada di Pakokko,” tambahnya.
Kepala Dinas PUPR Sinjai Haris Achmad mengatakan, kerusakan jalan tidak hanya terjadi di Pakokko. Berdasarkan data PUPR, sebanyak 53,43 persen jalan di Sinjai berada dalam kondisi rusak dan tersebar hampir merata di delapan kecamatan.
Menurut Haris, PUPR Sinjai telah menyusun daftar panjang skala prioritas penanganan jalan. Sejumlah ruas yang berkaitan dengan Pakokko sudah masuk daftar tersebut, yakni Bonto Kunyi-Pakokko, Koro-Pakokko, dan Laha-Laha-Pakokko.
“Di PUPR kami sudah susun daftar panjang skala prioritas, dan Pakokko sudah ada di dalamnya, yakni Bonto Kunyi-Pakokko, Koro-Pakokko, dan Laha-Laha-Pakokko. Ini bukan karena adanya demo, tapi kami memang sudah prioritaskan,” jelasnya.
Ratnawati menambahkan, Pemkab Sinjai juga tetap memperhatikan perbaikan infrastruktur di dusun-dusun lain yang mengalami kerusakan serupa. Penanganan jalan, kata dia, harus dilakukan bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
Dalam penyampaian aspirasi tersebut, warga Pakokko turut didampingi Camat Tellulimpoe Algazali Farti dan Kepala Desa Tellulimpoe.
















