- Xavi Hernandez resmi melatih Timnas Belanda dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030.
- Menggantikan Ronald Koeman dan akan menjalani pekerjaan pertamanya sebagai pelatih tim nasional.
- Xavi Hernandez menjadi pelatih asing pertama Oranje sejak Ernst Happel memimpin Belanda pada Piala Dunia 1978.
- Target membawa misi membangun permainan menyerang dan memimpin Belanda pada Euro 2028 serta Piala Dunia 2030.
JAMLIMA.COM, SPORT — Timnas Belanda resmi menunjuk Xavi Hernandez sebagai pelatih kepala.
Mantan juru taktik Barcelona itu menggantikan Ronald Koeman dan menandatangani kontrak hingga Piala Dunia 2030.
Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) mengumumkan penunjukan tersebut pada Rabu, (12/8/2026).
Xavi Hernandez akan menangani tim nasional untuk pertama kalinya sepanjang karier kepelatihannya.
Pelatih berusia 46 tahun itu kembali ke pinggir lapangan setelah meninggalkan Barcelona pada 2024.
Kini, ia memikul tugas besar untuk membawa Oranje bersaing pada Euro 2028 dan Piala Dunia 2030.
Xavi Hernandez Punya Ikatan dengan Sepak Bola Belanda
Meski berkebangsaan Spanyol, Xavi Hernandez memiliki hubungan kuat dengan filosofi sepak bola Belanda.
Ia tumbuh di akademi Barcelona yang mengembangkan gagasan Johan Cruyff dan Rinus Michels.
Louis van Gaal juga memberikan debut kepada Xavi Hernandez bersama tim utama Barcelona.
Setelah itu, Frank Rijkaard ikut membentuk permainannya ketika menangani klub Catalan tersebut.
“Saya merasa sangat terhormat menjadi pelatih Timnas Belanda,” kata Xavi Hernandez dalam pernyataan resminya.
Xavi Hernandez bahkan menyebut dirinya sebagai bagian dari tradisi sepak bola Belanda.
Ia memahami karakter Oranje yang mengandalkan keberanian, kreativitas, dan penguasaan bola.
“Anda bisa mengatakan bahwa saya sedikit banyak merupakan anak dari sepak bola Belanda,” ujarnya.
KNVB Menginginkan Sepak Bola Dominan
KNVB memilih Xavi Hernandez karena filosofi permainannya selaras dengan identitas Oranje.
Xavi Hernandez gemar membangun serangan dari belakang, menguasai ruang, dan menekan lawan secara agresif.
Direktur Sepak Bola Elite KNVB, Nigel de Jong, menilai Xavi Hernandez memiliki pengalaman yang dibutuhkan untuk memulai siklus baru Timnas Belanda.
Menurut De Jong, Xavi Hernandez memahami sepak bola dominan dan atraktif.
Ia juga mampu menyesuaikan sistem permainan dengan tuntutan sepak bola modern.
Xavi Hernandez ingin timnya menguasai pertandingan, tetapi ia tetap menempatkan kemenangan sebagai target utama.
“Tujuan terpenting selalu menang. Namun, saya ingin melakukannya dengan cara yang dapat dinikmati banyak orang,” ungkap Xavi Hernandez.
Menggantikan Ronald Koeman
Xavi Hernandez menggantikan Ronald Koeman yang meninggalkan jabatannya setelah Piala Dunia 2026.
Pada periode keduanya, Koeman membawa Belanda mencapai semifinal Euro 2024.
Namun, langkah Oranje terhenti pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Maroko menyingkirkan Belanda melalui adu penalti.
Koeman kemudian meninggalkan kursi pelatih.
KNVB bergerak mencari sosok yang mampu membuka siklus baru sekaligus mempertahankan identitas permainan Oranje.
Xavi Hernandez akhirnya menjadi pilihan utama federasi.
Ia sebelumnya juga pernah menggantikan Koeman di Barcelona pada November 2021.
Pelatih Asing Pertama sejak 1978
Penunjukan Xavi Hernandez menciptakan catatan penting.
Ia menjadi pelatih asing pertama yang memimpin Timnas Belanda dalam 48 tahun terakhir.
Sebelum Xavi Hernandez, pelatih asing terakhir Oranje ialah Ernst Happel.
Pelatih asal Austria tersebut mengantarkan Belanda mencapai final Piala Dunia 1978.
Belanda selama ini lebih sering memakai pelatih lokal seperti Rinus Michels, Guus Hiddink, Louis van Gaal, Frank Rijkaard, dan Ronald Koeman.
KNVB kini mengambil pilihan berbeda. Federasi menunjuk pelatih asing yang memahami kuat akar permainan Belanda.
Xavi Hernandez juga akan melibatkan unsur lokal dalam staf kepelatihannya.
Selain itu, ia ingin memadukan pengalaman internasional dengan pengetahuan tentang pemain dan budaya sepak bola Belanda.
Debut Melawan Jerman
Xavi Hernandez langsung menghadapi ujian berat pada pertandingan pertamanya.
Belanda dijadwalkan melawan Jerman dalam UEFA Nations League pada 24 September 2026.
Laga tersebut akan memberi gambaran awal tentang pendekatan taktik Xavi Hernandez.
Publik tentu menunggu apakah ia langsung menerapkan permainan berbasis penguasaan bola seperti saat melatih Barcelona.
Namun, Xavi Hernandez memiliki waktu terbatas untuk membentuk tim.
Sepak bola internasional tidak memberikan banyak sesi latihan seperti kompetisi klub.
Karena itu, ia harus membangun sistem yang jelas dan mudah dipahami pemain.
Ia juga perlu menjaga keseimbangan antara permainan menyerang dan pertahanan.
Target utama Xavi Hernandez tidak hanya membawa Oranje tampil atraktif.
Akan tetapi, harus mengubah kualitas generasi Belanda menjadi prestasi.
Belanda belum memenangkan turnamen besar sejak menjuarai Euro 1988.
Xavi Hernandez sekarang mendapat kesempatan untuk mengakhiri penantian panjang tersebut.
Profil Xavi Hernandez
Xavier Hernandez Creus lahir di Terrassa, Spanyol, pada 25 Januari 1980.
Dirinya menempuh pendidikan sepak bola di akademi La Masia dan menjalani debut bersama tim utama Barcelona pada 1998.
Xavi Hernandez berkembang menjadi salah satu gelandang terbaik dunia.
Ia terkenal karena akurasi umpan, kecerdasan membaca permainan, dan kemampuannya mengatur tempo.
Dalam perjalanan karirnya, ia memainkan lebih dari 750 pertandingan resmi untuk Barcelona.
Bersama Blaugrana, Xavi Hernandez memenangkan delapan gelar La Liga, empat Liga Champions, dan dua Piala Dunia Antarklub.
Xavi Hernandez juga menjadi motor permainan generasi emas Timnas Spanyol.
Prestasinya membantu La Roja menjuarai Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012.
Setelah mengakhiri karier sebagai pemain, Xavi Hernandez memulai perjalanan kepelatihannya bersama Al Sadd pada 2019.
Kemudian memenangkan sejumlah trofi domestik di Qatar.
Barcelona kemudian menunjuk Xavi Hernandez sebagai pelatih pada November 2021.
Selain itu, ia juga membawa klub tersebut menjuarai La Liga 2022/2023 dan Piala Super Spanyol 2023.
Xavi Hernandez meninggalkan Barcelona pada 2024.
Setelah hampir dua tahun tidak melatih, ia menerima tantangan baru bersama Timnas Belanda.
Kini, Xavi Hernandez harus membuktikan bahwa gagasan sepak bolanya mampu menghasilkan prestasi di level internasional.
Euro 2028 dan Piala Dunia 2030 akan menjadi panggung utama untuk menilai proyek barunya bersama Oranje.
















