Scroll untuk baca artikel
Sport

Di Balik Kemenangan Marc Marquez di Aragon, Kesalahan Besar Nyaris Mengubah Balapan

×

Di Balik Kemenangan Marc Marquez di Aragon, Kesalahan Besar Nyaris Mengubah Balapan

Sebarkan artikel ini
Marc Marquez mengendarai Ducati saat MotoGP Aragon 2026
MARC MARQUEZ MENANG — Marc Marquez mengendarai Ducati Desmosedici pada MotoGP Aragon 2026 di MotorLand Aragon, Spanyol, Minggu (30/8/2026). Marquez keluar sebagai pemenang setelah sempat kehilangan posisi akibat kesalahan pada rear ride-height device. (foto/ist)

  • Marc Marquez memenangkan MotoGP Aragon 2026 setelah sempat turun ke posisi ketiga pada lap pertama.
  • Marquez lupa menonaktifkan rear ride-height device sehingga bagian belakang Ducati tetap rendah pada sektor awal.
  • Marquez akhirnya mengalahkan Pedro Acosta dan Marco Bezzecchi serta meraih kemenangan keempatnya musim ini.
  • Hasil Aragon membawa Marquez ke posisi kedua klasemen dengan 237 poin, hanya terpaut 19 poin dari Jorge Martin.

JAMLIMA.COM, SPORT — Marc Marquez kembali menunjukkan mengapa MotorLand Aragon menjadi salah satu lintasan terkuat dalam kariernya.

Pembalap Ducati Lenovo Team itu memenangkan MotoGP Aragon 2026 di MotorLand Aragon, Spanyol, Minggu (30/8/2026).

Namun, perjalanan menuju podium tertinggi tidak berjalan sempurna.

Marquez justru melakukan kesalahan teknis pada awal balapan.

Kesalahan itu membuatnya kehilangan posisi terdepan dan turun ke urutan ketiga.

Meski demikian, Marquez mampu membalikkan keadaan.

Ia mengejar para rival, mengambil kembali posisi pertama, lalu mengendalikan balapan hingga garis finis.

Kesalahan Marquez Seusai Start

Marquez memulai Grand Prix Aragon dari posisi kedua.

Marco Bezzecchi berada di pole position setelah mencatat rekor lap saat sesi kualifikasi.

Ketika lampu start padam, Marquez langsung melesat.

Pembalap bernomor 93 itu menyerang Bezzecchi di Tikungan 1.

Strategi tersebut sebenarnya berjalan sesuai rencana.

Namun, masalah muncul beberapa detik kemudian.

Marquez lupa menonaktifkan rear ride-height device pada Ducati Desmosedici GP26.

Perangkat tersebut membantu menurunkan bagian belakang motor untuk meningkatkan akselerasi saat start.

Setelah motor melaju, perangkat harus kembali ke posisi normal.

Namun, sistem itu masih aktif ketika Marquez memasuki Tikungan 2.

Akibatnya, bagian belakang motor tetap sangat rendah.

Kecepatan Marquez turun drastis pada sektor pertama.

Percikan bahkan terlihat dari bagian bawah motornya.

Bezzecchi dan Jorge Martin kemudian melewati Marquez.

Posisi pembalap Ducati itu turun dari pertama menjadi ketiga.

Marquez mengakui kesalahan tersebut setelah balapan.

“Saya membuat kesalahan besar hari ini karena lupa menonaktifkan perangkat belakang,” kata Marquez.

Kesalahan itu membuat strategi awalnya berantakan.

Namun, kondisi tersebut tidak membuat Marquez kehilangan fokus.

Mulai Memburu Bezzecchi

Marquez segera meningkatkan kecepatan.

Ia lebih dahulu melewati Jorge Martin untuk kembali ke posisi kedua.

Setelah itu, sasaran berikutnya adalah Bezzecchi.

Pembalap Aprilia tersebut tampil cepat sejak awal.

Namun, Marquez perlahan memangkas jarak.

Pedro Acosta juga mengikuti pertarungan dari posisi belakang.

Marquez akhirnya mendapat peluang pada lap keenam.

Ia menyerang Bezzecchi di Tikungan 15.

Keduanya kemudian melaju berdampingan di lintasan lurus belakang.

Kecepatan mereka mencapai lebih dari 300 kilometer per jam.

Efek slipstream membuat kedua motor berada sangat dekat.

Marquez akhirnya menyelesaikan manuver dan mengambil posisi pertama.

Pada saat yang sama, Acosta memanfaatkan pertarungan tersebut.

Pembalap KTM itu melewati Bezzecchi dan naik ke posisi kedua.

Marquez menggambarkan duel tersebut sebagai momen yang menegangkan.

Motor kedua pembalap sempat seperti saling tertarik akibat efek aerodinamika.

Meski demikian, Marquez tetap mempertahankan jalur dan menyelesaikan manuver.

Bezzecchi juga mengakui keunggulan rivalnya.

“Dengan pengalaman dan kecepatannya, Marc hari ini tidak terkalahkan,” ujar Bezzecchi.

Tekanan Pedro Acosta

Setelah Bezzecchi kehilangan posisi, Pedro Acosta menjadi ancaman utama Marquez.

Pembalap Red Bull KTM Factory Racing itu menempel pemimpin balapan.

Keduanya bahkan sempat mencatat waktu lap 1 menit 47,169 detik.

Namun, Marquez memiliki keunggulan dalam konsistensi.

Ia mulai meningkatkan tempo pada pertengahan balapan.

Jarak dengan Acosta kemudian melebar lebih dari satu detik.

Marquez selanjutnya mengelola ban dan ritme balapan.

Acosta tidak mampu kembali mendekat.

Marquez akhirnya menyentuh garis finis di posisi pertama.

Acosta finis kedua.

Sementara itu, Bezzecchi melengkapi podium di posisi ketiga.

Alex Marquez finis keempat.

Pemimpin klasemen Jorge Martin harus puas berada di posisi kelima.

Aragon Wilayah Marc Marquez

Kemenangan tersebut memperpanjang catatan kuat Marquez di MotorLand Aragon.

Ia kini telah mengoleksi delapan kemenangan MotoGP di sirkuit tersebut.

Karakter lintasan Aragon memang cocok dengan gaya balap Marquez.

Sirkuit ini bergerak berlawanan arah jarum jam.

Marquez selama bertahun-tahun dikenal kuat pada karakter lintasan seperti itu.

Kemenangan Minggu juga menjadi kemenangan keempat Marquez pada MotoGP 2026.

Hasil tersebut melengkapi akhir pekan sempurna bagi Marquez.

Sehari sebelumnya, Sabtu (29/8/2026), ia juga memenangkan Sprint MotoGP Aragon.

Dengan kemenangan Sprint dan Grand Prix, Marquez mengantongi poin maksimal dari akhir pekan tersebut.

Jarak Tinggal 19 Poin

Kemenangan Aragon memberikan dampak besar pada klasemen MotoGP 2026.

Marquez kini mengumpulkan 237 poin.

Ia naik ke posisi kedua klasemen.

Sementara itu, Jorge Martin masih memimpin dengan 256 poin.

Artinya, jarak keduanya kini hanya 19 poin.

Marco Bezzecchi menempati posisi ketiga dengan 232 poin.

Ia hanya tertinggal lima poin dari Marquez.

Situasi tersebut membuat perebutan gelar kembali terbuka.

Marquez pun memahami pentingnya memaksimalkan setiap sirkuit yang sesuai dengan karakter balapnya.

“Jika ingin punya peluang kecil untuk memperjuangkan kejuaraan, saya harus maksimal di trek yang bagus untuk saya,” ujar Marquez.

Kesalahan pada lap pertama Aragon akhirnya tidak menjadi bencana.

Sebaliknya, momen tersebut memperlihatkan kemampuan Marquez dalam membaca situasi dan memulihkan balapan.

Ia tidak memaksakan serangan secara serampangan.

Marquez membangun kecepatan secara bertahap.

Kemudian, ia menyerang pada saat yang tepat.

Kemenangan di Aragon akhirnya bukan hanya menambah koleksi podium tertinggi.

Hasil tersebut juga membawa Marquez kembali ke pusat persaingan gelar MotoGP 2026.

Hingga Selasa (1/9/2026), Martin, Marquez, dan Bezzecchi hanya dipisahkan 24 poin di tiga posisi teratas klasemen.

Pertarungan selanjutnya akan berlanjut pada MotoGP San Marino yang dijadwalkan berlangsung pada 11–13 September 2026.