Scroll untuk baca artikel
Internasional

Ponsel Dilarang Total di Sekolah Denmark, Pemerintah Soroti Konsentrasi Siswa

×

Ponsel Dilarang Total di Sekolah Denmark, Pemerintah Soroti Konsentrasi Siswa

Sebarkan artikel ini
Denmark larang ponsel dan layar pribadi di sekolah mulai 2026
LARANGAN PONSEL — Siswa menyimpan ponsel sebelum mengikuti kegiatan belajar. Pemerintah Denmark mengusulkan larangan total ponsel dan layar pribadi di sekolah, termasuk saat jam istirahat, Kamis (10/9/2026). (foto/ilustrasi)

  • Pemerintah Denmark mengusulkan larangan ponsel dan perangkat layar pribadi di sekolah dasar negeri dan independen.
  • Larangan berlaku saat belajar hingga jam istirahat, baik di kelas maupun lingkungan sekolah.
  • Pengecualian diberikan untuk kebutuhan tertentu, termasuk pemantauan kesehatan siswa.
  • Perdana Menteri Mette Frederiksen menilai penggunaan layar berlebihan dapat menurunkan konsentrasi dan kemampuan belajar anak.

JAMLIMA.COM, KOPENHAGEN — Pemerintah Denmark mengambil langkah lebih tegas untuk membatasi penggunaan perangkat digital di lingkungan pendidikan.

Pemerintah mengusulkan larangan total ponsel dan seluruh perangkat layar pribadi di sekolah dasar negeri serta sekolah dasar independen.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengumumkan kebijakan tersebut dalam konferensi pers di Kopenhagen, Kamis (10/9/2026).

Larangan tidak hanya berlaku selama proses belajar di ruang kelas.

Pemerintah juga ingin meniadakan penggunaan perangkat layar pribadi ketika siswa berada di halaman sekolah dan menjalani jam istirahat.

“Karena itu, pemerintah hari ini mengusulkan larangan total terhadap ponsel dan seluruh layar pribadi di sekolah dasar negeri dan sekolah dasar independen,” kata Frederiksen.

Menurut dia, perangkat layar pribadi harus keluar dari ruang kelas dan halaman sekolah, baik selama pembelajaran maupun jam istirahat.

Ponsel Disimpan

Menteri Pendidikan Denmark Magnus Heunicke menjelaskan penerapan aturan tersebut ketika menjawab pertanyaan wartawan mengenai mekanisme larangan.

Dalam skema yang disampaikan pemerintah, siswa menyerahkan atau menyimpan ponselnya ketika tiba di sekolah.

Mereka baru dapat mengakses kembali perangkat tersebut setelah kegiatan sekolah berakhir.

Namun, pemerintah tetap membuka pengecualian yang memiliki alasan kuat.

Salah satunya berlaku bagi siswa dengan kondisi kesehatan tertentu yang membutuhkan perangkat digital untuk memantau gula darah.

“Sekarang layar pribadi benar-benar akan disingkirkan,” kata Heunicke.

Pemerintah Denmark menilai pembatasan itu diperlukan untuk mengurangi gangguan digital selama proses belajar.

Konsentrasi Anak Menurun

Frederiksen mengatakan hasil PISA terbaru menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan pada kemampuan belajar anak-anak Denmark.

Menurut dia, kemampuan membaca dan berhitung menurun.

Anak-anak juga menghadapi persoalan dalam konsentrasi, sementara penggunaan layar telah menjadi bagian besar dari kehidupan sehari-hari mereka.

“Kita sebagai orang dewasa telah membiarkan anak-anak dan remaja menghabiskan terlalu banyak waktu setiap hari di depan layar,” ujar Frederiksen.

Ia juga menyoroti pengaruh media sosial terhadap kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi dan mendalami suatu materi.

Frederiksen menilai persoalan tersebut tidak hanya terjadi pada anak-anak.

Penggunaan layar yang berlebihan juga dapat memengaruhi kemampuan orang dewasa untuk mempertahankan perhatian dalam waktu lama.

PISA Jadi Sorotan

Pemerintah menggunakan hasil PISA sebagai salah satu dasar memperketat kebijakan perangkat digital di sekolah.

Heunicke mengatakan sekitar 6.300 siswa berusia 15 tahun mengikuti survei tersebut.

Menurut pemerintah, siswa Denmark melaporkan gangguan dari perangkat digital selama pembelajaran.

Pemerintah juga melihat hubungan antara penggunaan perangkat untuk kepentingan pribadi selama jam sekolah dan performa siswa.

Aktivitas seperti bermain gim, membuka media sosial atau mengakses konten lain dapat mengalihkan perhatian dari proses belajar.

Heunicke mengatakan negara yang menerapkan pembatasan serupa menunjukkan tingkat gangguan yang lebih rendah.

Pemerintah Denmark karena itu menilai aturan nasional diperlukan dan tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan masing-masing sekolah.

Buku Fisik Kembali

Pembatasan layar juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mengembalikan keseimbangan antara pembelajaran digital dan metode konvensional.

Heunicke mengatakan sekolah mulai memberi ruang lebih besar bagi buku fisik.

Namun, pemerintah menegaskan larangan ponsel di sekolah bukan satu-satunya jawaban atas penurunan kemampuan belajar.

Denmark juga berencana memperkuat peran guru, menciptakan kelas yang lebih tenang dan meningkatkan investasi pada pendidikan anak.

Pemerintah menyiapkan tambahan anggaran secara bertahap hingga mencapai 5 miliar kroner Denmark per tahun pada 2030 untuk sektor anak, termasuk sekolah.

Kebijakan Diperketat

Langkah terbaru memperluas arah kebijakan Denmark terhadap penggunaan perangkat digital di lingkungan pendidikan.

Sebelumnya, pemerintah dan sejumlah partai di parlemen telah menyepakati kebijakan sekolah dan fasilitas kegiatan anak bebas ponsel.

Kesepakatan tersebut mengharuskan sekolah menetapkan kebijakan lokal agar lingkungan pendidikan bebas ponsel, dengan pengecualian yang dapat dibenarkan.

Aturan itu dijadwalkan berlaku mulai tahun ajaran 2026/2027.

Namun, proposal yang diumumkan pada 10 September 2026 bergerak lebih jauh.

Pemerintah kini menginginkan larangan langsung terhadap seluruh layar pribadi, bukan hanya kebijakan lokal mengenai ponsel.

Frederiksen mengatakan langkah tersebut bukan bertujuan mengambil kebebasan anak-anak.

Sebaliknya, pemerintah ingin mengurangi ketergantungan terhadap teknologi dan mengembalikan ruang bagi interaksi sosial, konsentrasi serta kegiatan fisik.

“Ini sebenarnya tentang memberikan sesuatu kembali kepada kalian: masa kanak-kanak dan kebebasan kalian,” kata Frederiksen.

Pemerintah Denmark selanjutnya akan membawa proposal tersebut ke proses politik dan legislasi sebelum aturan baru dapat diterapkan secara penuh.