Scroll untuk baca artikel
Sport

Kekuatan Lengan Kanan Marc Marquez Tinggal 50 Persen, Dokter Ungkap Dampak Crash Mandalika Jelang MotoGP San Marino

×

Kekuatan Lengan Kanan Marc Marquez Tinggal 50 Persen, Dokter Ungkap Dampak Crash Mandalika Jelang MotoGP San Marino

Sebarkan artikel ini
Marc Marquez dengan latar ilustrasi crash MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika
MARC MARQUEZ — Marc Marquez dengan latar kecelakaan MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika. Dokter Samuel Antuña menyebut kekuatan lengan kanan Marc masih sekitar 50 persen menjelang MotoGP San Marino, Rabu (9/9/2026). (foto/ilustrasi)

  • Dokter spesialis bedah ortopedi Samuel Antuna memperkirakan kapasitas lengan kanan Marc Marquez saat ini hanya sekitar 50 persen.
  • Keterbatasan tersebut berkaitan dengan rangkaian cedera dan operasi, termasuk dampak kecelakaan MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Mandalika.
  • Marc mengalami dislokasi sendi akromioklavikular dan fraktur pada dasar prosesus korakoid bahu kanan setelah insiden dengan Marco Bezzecchi.
  • Kondisi fisik Marc kembali menjadi perhatian menjelang MotoGP San Marino di Misano pada 11–13 September 2026.

JAMLIMA.COM, MANDALIKA — Kondisi lengan kanan Marc Marquez kembali menjadi perhatian menjelang MotoGP San Marino 2026.

Dokter yang menangani Marc, Samuel Antuna, mengungkap kekuatan lengan kanan pembalap Ducati Lenovo Team itu masih jauh dari kondisi normal.

Menurut Antuna, keterbatasan paling terasa pada kekuatan otot bisep.

“Saya akan mengatakan lengan itu berada di sekitar 50 persen dari kapasitasnya,” kata Antuña dalam wawancara yang dipublikasikan pada Senin (7/9/2026).

Antuna menegaskan angka tersebut bukan hasil pengukuran absolut.

Marc memiliki kemampuan tinggi untuk mengompensasi keterbatasan fisiknya ketika mengendarai motor MotoGP.

Namun, kondisi lengan kanannya memang tidak lagi bekerja seperti sebelum mengalami rangkaian cedera berat.

Titik Balik Crash Mandalika

Masalah tersebut kembali memburuk setelah Marc mengalami kecelakaan pada MotoGP Indonesia di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Minggu (5/10/2025).

Insiden terjadi pada lap pertama.

Marco Bezzecchi yang mengendarai Aprilia mengenai bagian belakang Ducati milik Marc.

Keduanya kemudian terlempar keluar lintasan.

Pemeriksaan medis menemukan Marc mengalami fraktur pada dasar prosesus korakoid dan cedera ligamen bahu kanan.

Dokter juga mendiagnosis dislokasi pada sendi akromioklavikular.

“Kecelakaan di Indonesia membuat kami harus memulai lagi,” ujar Antuna.

Sebelum kecelakaan tersebut, kondisi lengan kanan Marc dinilai sudah cukup terkompensasi.

Ia masih mampu membalap tanpa keluhan berarti meski lengan itu tidak sepenuhnya normal.

Namun, benturan keras di Mandalika kembali mengganggu struktur bahu yang telah beberapa kali menjalani operasi.

Ditangani Tanpa Operasi

Tim medis pada awalnya memilih terapi konservatif setelah MotoGP Indonesia 2025.

Marc menjalani istirahat dan imobilisasi bahu untuk memberi kesempatan tulang dan jaringan ligamen pulih.

Keputusan tersebut sekaligus membuat Marc absen pada MotoGP Australia dan MotoGP Malaysia.

Namun, evaluasi berikutnya menunjukkan fraktur korakoid dan kerusakan ligamen belum cukup stabil.

Marc akhirnya menjalani operasi di Madrid pada Oktober 2025.

Dokter melakukan stabilisasi pada cedera serta memperbaiki ligamen akromioklavikular bahu kanannya.

Masalah ternyata belum sepenuhnya selesai.

Fragmen Tulang Tekan Saraf Radial

Antuna kemudian menemukan masalah lain pada bahu kanan Marc.

Sebuah fragmen tulang dari prosedur Latarjet yang pernah dilakukan sebelumnya bergeser setelah kecelakaan di Indonesia.

Dua sekrup dan fragmen tersebut kemudian menekan saraf radial.

Gangguan itu menyebabkan rasa sakit dan membuat Marc kesulitan mengendalikan lengan dalam kondisi tertentu.

Marc akhirnya menjalani operasi kembali pada Minggu (10/5/2026).

Dokter mengangkat dua sekrup dan fragmen tulang yang menekan saraf radial.

Pada hari yang sama, tim medis juga menstabilkan fraktur metatarsal kelima kaki kanan Marc.

Cedera kaki tersebut terjadi akibat highside saat Sprint MotoGP Prancis sehari sebelumnya.

Operasi bahu itu sebenarnya telah direncanakan sebelumnya.

Namun, cedera kaki di Le Mans membuat jadwal operasi dimajukan.

Keterbatasan Tujuh Operasi

Rangkaian operasi sejak cedera berat pada 2020 meninggalkan perubahan besar pada lengan kanan Marc.

Menurut Antuna, kondisi tersebut membuat kekuatan dan fungsi lengan tidak dapat dibandingkan langsung dengan lengan normal.

Meski demikian, Marc mampu mengompensasi keterbatasan itu melalui teknik membalap, adaptasi tubuh, dan pengaturan beban fisik.

Fakta tersebut terlihat dari performanya sepanjang MotoGP 2026.

Marc bahkan baru mencetak hasil maksimal pada MotoGP Aragón.

Ia memenangi Sprint dan Grand Prix di MotorLand Aragón pada akhir Agustus 2026.

Tambahan 37 poin membawa Marc naik ke posisi kedua klasemen dengan 237 poin.

Ia kini hanya tertinggal 19 poin dari Jorge Martin yang memimpin klasemen dengan 256 poin.

San Marino Jadi Ujian

Marc selanjutnya menghadapi MotoGP San Marino di Misano World Circuit Marco Simoncelli.

Balapan berlangsung pada 11–13 September 2026 dan menjadi putaran ke-14 MotoGP musim ini.

Misano akan menjadi ujian berikutnya bagi daya tahan fisik Marc.

MotoGP menuntut kekuatan besar pada lengan dan bahu, terutama ketika melakukan hard braking, perubahan arah cepat, serta menahan gaya deselerasi.

Karena itu, pengelolaan kondisi fisik menjadi bagian penting selama Practice, kualifikasi, Sprint, dan Grand Prix.

Meski lengan kanannya diperkirakan hanya memiliki sekitar separuh kapasitas normal, Marc tetap berada dalam persaingan gelar juara dunia.

Ia datang ke Misano dengan selisih hanya 19 poin dari Jorge Martin.

Dengan demikian, kondisi fisik Marc bukan berarti ia dilarang atau tidak mampu membalap.

Pernyataan Samuel Antuña justru memperlihatkan seberapa besar adaptasi yang harus dilakukan Marc.

Agar Marc tetap kompetitif di level tertinggi MotoGP dengan keterbatasan lengan kanannya.