- KPK mendalami dugaan pemberian dua mobil kepada anggota DPRD Kota Bengkulu, Vinna Ledy Anggraheni, dari pengusaha Eno Bowo Susilo.
- Dua kendaraan yang ditelusuri berupa Mitsubishi Pajero Sport dan Mercedes-Benz. Pajero telah disita penyidik.
- Mercedes-Benz diduga menggunakan nama Rani Sorayya, yang disebut sebagai teman dekat Vinna. KPK memeriksa Rani pada Senin (7/9/2026).
- Penelusuran aset berkembang hingga rumah mewah di Jakarta Selatan dan dugaan aliran uang yang berkaitan dengan proyek di lingkungan Dinas PUPR Kota Bengkulu.
JAMLIMA.COM, BENGKULU — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas penelusuran aset dalam perkara dugaan korupsi yang menyeret nama anggota DPRD Kota Bengkulu, Vinna Ledy Anggraheni.
Penyidik kini mendalami dugaan pemberian dua unit mobil dari pengusaha Eno Bowo Susilo kepada Vinna.
Dua kendaraan tersebut berupa Mitsubishi Pajero Sport dan Mercedes-Benz.
Jejak kepemilikan kedua kendaraan menjadi salah satu bagian yang ditelusuri penyidik.
KPK juga mendalami dugaan penggunaan nama orang lain dalam kepemilikan salah satu mobil.
Penelusuran tidak berhenti pada kendaraan.
Sebelumnya, KPK telah menyita sebuah rumah mewah yang dikaitkan dengan Vinna di Jakarta Selatan.
Penyidik juga menelusuri dugaan aliran uang dan aset yang berkaitan dengan proyek pemerintah, termasuk pekerjaan di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu.
Pajero Sport Disita KPK
Mitsubishi Pajero Sport menjadi kendaraan yang lebih dahulu masuk dalam tindakan penyitaan KPK.
Mobil tersebut didalami penyidik untuk mengetahui sumber pembelian, pihak yang membayar, hingga hubungan pemberian kendaraan dengan kepentingan tertentu.
KPK menduga kendaraan itu berasal dari pengusaha Eno Bowo Susilo.
Namun, penyidik masih harus membuktikan hubungan antara pemberian aset tersebut dengan jabatan, kewenangan, atau proyek pemerintah yang sedang ditelusuri.
Proses itu menjadi penting.
Sebab, pemberian barang kepada pejabat atau penyelenggara negara tidak otomatis dapat disimpulkan sebagai tindak pidana sebelum unsur-unsurnya dibuktikan.
KPK karena itu menelusuri sumber dana, transaksi pembayaran, kepemilikan kendaraan, hingga hubungan para pihak.
Diduga Pakai Nama Teman
Selain Pajero Sport, penyidik menelusuri satu unit Mercedes-Benz.
Mobil tersebut menjadi perhatian karena diduga tidak menggunakan nama Vinna dalam dokumen kepemilikannya.
Mercedes-Benz itu disebut menggunakan nama Rani Sorayya.
Rani disebut sebagai teman dekat Vinna.
Untuk mendalami dugaan tersebut, KPK memeriksa Rani pada Senin (7/9/2026).
Pemeriksaan diarahkan untuk mengetahui hubungan Rani dengan kendaraan tersebut, proses kepemilikan, hingga pihak yang sebenarnya menggunakan dan menguasai mobil.
Penyidik juga memeriksa pihak yang mengetahui proses transaksi kendaraan.
Salah satunya Irwan Arifin dari pihak showroom.
Keterangan pihak showroom dibutuhkan untuk menelusuri pemesanan kendaraan, mekanisme pembayaran, nama pembeli, serta pihak yang menyerahkan dana.
Rangkaian pemeriksaan tersebut penting untuk menguji dugaan penggunaan nama pihak lain atau nominee dalam kepemilikan aset.
Meski demikian, penggunaan nama orang lain belum dengan sendirinya membuktikan adanya tindak pidana.
Penyidik tetap harus membuktikan asal dana dan hubungan aset dengan perkara yang sedang ditangani.
Rumah Mewah Ikut Disita
Penelusuran KPK sebelumnya juga mengarah ke aset properti.
Pada Senin (31/8/2026), penyidik menyita sebuah rumah mewah di Jakarta Selatan yang dikaitkan dengan Vinna Ledy Anggraheni.
Penyitaan rumah tersebut memperluas daftar aset yang diperiksa penyidik.
Dengan demikian, setidaknya terdapat jejak kendaraan dan properti yang kini masuk dalam penelusuran KPK.
Penyidik mendalami bagaimana aset itu diperoleh.
KPK juga perlu menguji sumber dana pembelian serta keterkaitannya dengan pihak swasta maupun proyek pemerintah.
Penyitaan sendiri merupakan tindakan hukum untuk kepentingan penyidikan.
Tindakan tersebut tidak serta-merta menjadi putusan bahwa aset terbukti berasal dari tindak pidana.
Penentuan akhir tetap bergantung pada pembuktian perkara.
KPK Telusuri Aliran Proyek PUPR
Selain aset, KPK mendalami dugaan aliran uang yang berkaitan dengan sejumlah proyek di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu.
Salah satu sektor yang ditelusuri adalah proyek pada Dinas PUPR Kota Bengkulu.
Penyidik mencoba mengurai hubungan antara pihak swasta, proyek pemerintah, dan aset yang diduga diberikan kepada pihak tertentu.
Penelusuran aliran dana menjadi titik penting untuk mengetahui apakah pemberian kendaraan maupun aset lain memiliki hubungan dengan pekerjaan pemerintah.
KPK juga perlu membuktikan apakah terdapat kepentingan bisnis tertentu di balik pemberian tersebut.
Hingga tahap ini, nilai maupun keseluruhan proyek PUPR yang berkaitan dengan dugaan pemberian tersebut belum dapat disimpulkan hanya dari jejak aset.
Karena itu, konstruksi perkara harus menunggu hasil pemeriksaan saksi, dokumen transaksi, rekening, serta bukti lain yang dikumpulkan penyidik.
Perkara dari Penyelidikan Korupsi
Penelusuran terhadap Vinna merupakan bagian dari pengembangan perkara korupsi yang tengah ditangani KPK.
Dalam proses pengembangan tersebut, penyidik menemukan sejumlah informasi mengenai aset serta hubungan pihak swasta dengan pejabat atau penyelenggara negara.
Jejak itu kemudian ditindaklanjuti melalui pemeriksaan saksi dan penyitaan aset.
KPK turut menelusuri keterkaitan pemberian dengan proyek pemerintah.
Langkah tersebut diperlukan untuk membentuk konstruksi perkara secara utuh.
Penyidik harus menemukan hubungan atau nexus antara pemberi, penerima, aset yang diberikan, serta kepentingan yang diduga melatarbelakanginya.
Pendalaman Status Hukum
Perkembangan terbaru menunjukkan penyidik masih mendalami asal-usul dua kendaraan, rumah, dan dugaan aliran dana proyek.
Karena proses hukum masih berjalan, pemberian dua mobil tersebut harus tetap ditempatkan sebagai dugaan.
Belum tepat menyimpulkan bahwa kendaraan atau rumah tersebut merupakan hasil tindak pidana sebelum KPK menyampaikan konstruksi perkara dan pembuktiannya secara resmi.
KPK masih dapat memanggil saksi tambahan.
Penyidik juga dapat melakukan penyitaan aset lain apabila menemukan bukti yang berkaitan dengan perkara.
Penelusuran transaksi Mercedes-Benz menjadi salah satu titik penting.
Terlebih, kendaraan tersebut diduga menggunakan nama pihak lain.
Sementara itu, Pajero Sport yang sudah disita dapat menjadi bagian dari barang bukti untuk menelusuri hubungan antara pemberi dan penerima.
Perkembangan penyidikan selanjutnya akan menentukan apakah jejak dua kendaraan, rumah mewah, serta proyek PUPR tersebut saling berkaitan dalam satu konstruksi perkara.
















