- Tim SAR gabungan menemukan enam benda baru pada hari keenam pencarian lima jurnalis bersama dua awak speedboat dan seorang pemandu di Selat Sunda.
- Temuan Minggu (13/9/2026) terdiri atas tiga life jacket oranye, dua terpal, dan satu galon yang ditemukan di beberapa sektor pencarian.
- Tujuh benda yang ditemukan pada hari-hari sebelumnya telah diperiksa dan dipastikan bukan milik Arupadhatu 1.
- Hingga Minggu malam, enam temuan terbaru masih menjalani identifikasi dan belum ada konfirmasi penemuan speedboat maupun delapan orang yang dicari.
JAMLIMA.COM, PANDEGLANG — Pencarian lima jurnalis bersama dua awak speedboat dan seorang pemandu di Selat Sunda kembali menghasilkan sejumlah temuan pada hari keenam, Minggu (13/9/2026).
Tim SAR gabungan menemukan enam benda baru berupa tiga life jacket berwarna oranye, dua terpal, dan satu galon di beberapa sektor pencarian.
Seluruh benda tersebut diserahkan kepada kepolisian untuk menjalani pemeriksaan.
Status enam temuan terbaru masih menunggu identifikasi. Belum ada pernyataan resmi yang memastikan barang-barang itu berasal dari Arupadhatu 1.
Jika digabungkan dengan tujuh benda yang ditemukan sejak hari ketiga operasi, sedikitnya 13 barang telah ditemukan selama enam hari pencarian.
Namun, tujuh temuan sebelumnya sudah diperiksa dan dinyatakan bukan milik speedboat Arupadhatu 1. Empat di antaranya berupa helm merah, jeriken biru, dan dua life jacket oranye yang ditemukan KN SAR Tetuka pada Sabtu (12/9/2026).
Enam Temuan Baru
Temuan pertama pada Minggu dilaporkan sekitar pukul 08.55 WIB.
KRI Teluk Gilimanuk menemukan satu life jacket oranye dan satu terpal saat melakukan penyisiran di Sektor V.
Sekitar pukul 09.45 WIB, KAL Anyer menemukan satu life jacket oranye di Sektor W, sekitar perairan Teluk Belimbing, Lampung.
Selang 13 menit, sekitar pukul 09.58 WIB, KM Bima kembali menemukan satu life jacket oranye di sekitar Pulau Rakata.
Kemudian sekitar pukul 10.15 WIB, RIB 02 Basarnas Lampung menemukan satu terpal dan satu galon saat melakukan pencarian di kawasan sekitar Pulau Sebesi hingga selatan Pulau Sangiang.
Seluruh barang temuan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk dicocokkan dengan data perlengkapan Arupadhatu 1.
Karena proses identifikasi masih berlangsung, keberadaan barang-barang itu belum dapat disebut sebagai petunjuk langsung posisi kapal.
Tujuh Temuan Lama
Sebelum temuan hari keenam, tim SAR telah mendapatkan tujuh benda sejak Kamis (10/9/2026).
Pada hari ketiga, KAL Anyer menemukan satu life jacket oranye serta satu benda menyerupai pelampung atau wadah putih.
Keduanya kemudian diperiksa Polda Banten dan dipastikan bukan perlengkapan Arupadhatu 1.
Pada Jumat (11/9/2026), KAL Anyer kembali menemukan satu life jacket oranye.
Hasil pemeriksaan kembali menunjukkan benda itu bukan milik kapal yang membawa rombongan jurnalis.
Empat benda lain ditemukan KN SAR Tetuka pada Sabtu (12/9/2026) di sekitar perairan timur Pulau Rakata.
Barang tersebut terdiri atas satu helm plastik merah, satu jeriken plastik biru bertutup hitam, dan dua life jacket oranye.
Semuanya Bukan Milik
Polda Banten memastikan empat barang yang ditemukan KN SAR Tetuka pada hari kelima bukan milik Arupadhatu 1.
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan dua life jacket oranye bertuliskan “MILLES.II” berbeda dengan perlengkapan di kapal.
Menurut hasil konfirmasi kepada pemilik kapal, life jacket yang tersedia di Arupadhatu 1 berwarna merah, kuning, dan ungu serta tidak memiliki tulisan “MILLES.II”.
Perbedaan juga ditemukan pada jeriken.
Jeriken temuan berwarna biru tua, berkapasitas sekitar 35 liter, berbentuk panjang, bertutup hitam, serta mengeluarkan aroma menyerupai minyak sayur.
Sementara jeriken milik Arupadhatu 1 disebut berwarna biru pudar, berkapasitas sekitar 30 liter, berbentuk lebih pendek, bertutup putih, dan digunakan untuk membawa Pertamax.
Helm plastik merah juga dinyatakan bukan milik kapal karena Arupadhatu 1 tidak membawa maupun menyediakan helm jenis tersebut.
Dengan hasil pemeriksaan itu, tujuh benda yang ditemukan hingga Sabtu tidak memberikan hubungan terkonfirmasi dengan speedboat yang sedang dicari.
Fokus Sektor X
Basarnas meningkatkan konsentrasi pencarian pada hari keenam di Sektor X, perairan selatan Gunung Anak Krakatau.
Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten Rizky Dwianto mengatakan delapan kapal ditempatkan di sektor tersebut.
“Untuk hari keenam ini kita fokuskan di Sektor X. Karena dari pelaksanaan operasi SAR sebelumnya terdapat beberapa temuan yang menjadi pertimbangan untuk pelaksanaan operasi SAR hari ini,” kata Rizky.
Sektor X memiliki luas pencarian sekitar 681 nautical mile persegi.
Basarnas mengerahkan KN SAR Tetuka, RBB Peucang, RIB 02 Basarnas Banten, RIB 02 Basarnas Lampung, KP 2016, KP 2013, KM Garuda, dan KM Bima di kawasan tersebut.
Area Terus Meluas
Operasi hari keenam dibagi menjadi enam sektor.
Lima sektor berada di laut, yakni V, W, X, Y, dan Z, sedangkan satu sektor lainnya merupakan pencarian melalui udara.
Basarnas menyebut total area pencarian mencapai sekitar 6.010 nautical mile persegi.
Luasan sektor:
- Sektor V seluas sekitar 840 NM² disisir KRI Kerambit dan KRI Teluk Gilimanuk.
- Sektor W seluas sekitar 1.120 NM² melibatkan KAL Anyer.
- Sektor Y memiliki area sekitar 497 NM² dengan KP Sanjaya dan KRI Lepu.
- Sektor Z seluas sekitar 809 NM² melibatkan KN SAR Basudewa dan KN SAR Antasena.
Jumlah personel yang dilibatkan juga meningkat.
Pembaruan Basarnas menyebut sebanyak 551 personel mendukung operasi dengan 15 kapal dan satu helikopter.
Udara Belum Optimal
Pencarian dari udara tetap dipersiapkan, tetapi kondisi jarak pandang menjadi kendala.
Ahli Muda Bidang Kecelakaan Pelayaran dan Penerbangan Basarnas Rangga Aribowo mengatakan helikopter disiagakan untuk memantau kondisi Selat Sunda.
Penerbangan dilakukan apabila kondisi dinilai memungkinkan dan aman.
“Jika nanti memungkinkan dan layak terbang, maka sektor udara akan kita laksanakan,” kata Rangga.
Kondisi ini membuat penyisiran menggunakan kapal tetap menjadi bagian utama operasi hari keenam.
Delapan Orang Dicari
Arupadhatu 1 bertolak dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Lima jurnalis yang berada di kapal adalah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Tiga orang lainnya adalah Warta selaku nakhoda, Surakman sebagai anak buah kapal, serta Heriyanto sebagai pemandu.
Pencarian Masih Berlanjut
Hingga Minggu malam (13/9/2026), belum ada pengumuman resmi mengenai penemuan Arupadhatu 1 maupun satu pun dari delapan orang yang berada di kapal.
Sedikitnya 13 benda telah ditemukan selama enam hari operasi.
Tujuh temuan terdahulu telah dinyatakan bukan milik Arupadhatu 1. Sementara enam barang yang ditemukan pada hari keenam masih menunggu hasil identifikasi.
Karena itu, belum ada temuan yang dapat dipastikan menjadi petunjuk langsung mengenai keberadaan speedboat maupun delapan orang yang masih dicari.
















