Scroll untuk baca artikel
Internasional

Sabu Lebih dari 907 Kg Disamarkan dalam Kubis, Modus Peredaran Narkotika Kian Beragam

×

Sabu Lebih dari 907 Kg Disamarkan dalam Kubis, Modus Peredaran Narkotika Kian Beragam

Sebarkan artikel ini
Sabu 907 Kg Disamarkan dalam Kubis di Texas
SABU DALAM KUBIS — Paket narkotika yang disamarkan menyerupai kubis dalam muatan truk. DEA menyita lebih dari 2.000 pon atau lebih dari 907 kilogram metamfetamin di Rio Grande Valley, Texas, dalam operasi pada Selasa, (8/9/2026). (Foto: Ilust-dok/Jamlima.com)

  • DEA menyita lebih dari 907 kilogram metamfetamin yang disembunyikan dalam muatan kubis di Texas.
  • Narkotika diangkut menggunakan truk komersial yang membawa produk pertanian.
  • Operasi melibatkan DEA, FBI, HSI, CBP, Border Patrol, dan aparat Texas.
  • Hingga Kamis, (17/9/2026), otoritas belum mengumumkan tersangka, asal muatan, maupun tujuan akhirnya.

JAMLIMA.COM, TEXAS — Modus peredaran narkotika terus berkembang. Kali ini, aparat Amerika Serikat menemukan lebih dari 2.000 pon atau lebih dari 907 kilogram metamfetamin yang disamarkan dalam muatan kubis.

Drug Enforcement Administration (DEA) melalui kantor McAllen menyita narkotika tersebut di kawasan Rio Grande Valley, Texas.

Penyitaan berlangsung pada Selasa, (8/9/2026), dalam penyelidikan Homeland Security Task Force.

DEA kemudian mengumumkan temuan itu pada Kamis, (10/9/2026).

Petugas menemukan paket metamfetamin di antara muatan kubis.

DEA kemudian memastikan barang tersebut dibawa menggunakan truk komersial atau tractor-trailer yang mengangkut sayuran.

Modus Muatan Kubis

Video yang dipublikasikan DEA memperlihatkan petugas membuka bagian luar kubis sebelum menemukan paket yang disamarkan bersama produk tersebut.

Cara itu membuat narkotika menyatu secara visual dengan muatan pertanian.

DEA menyebut temuan tersebut sebagai “major seizure” atau penyitaan besar.

“Lebih dari 2.000 pon metamfetamin disembunyikan dalam pengiriman kubis,” demikian pernyataan DEA Houston saat mengumumkan operasi tersebut.

Kasus ini bukan sekadar pemeriksaan rutin terhadap sebuah truk.

Penyitaan berlangsung dalam rangka penyelidikan bersama Homeland Security Task Force yang melibatkan sejumlah lembaga penegak hukum Amerika Serikat.

Selain DEA, operasi tersebut melibatkan Homeland Security Investigations (HSI), Federal Bureau of Investigation (FBI), Customs and Border Protection (CBP), U.S. Border Patrol, serta Texas Department of Public Safety.

“Kerja sama yang kuat dan penegakan tanpa henti menghasilkan hasil nyata,” tulis DEA Houston dalam pernyataannya.

Tersangka Belum Diumumkan

Meski jumlah narkotika yang ditemukan sangat besar, penyelidikan belum mengungkap seluruh jaringan di balik pengiriman tersebut.

DEA memastikan penyelidikan masih berlangsung.

Hingga perkembangan yang tersedia pada Kamis, (17/9/2026), belum ada penangkapan yang diumumkan terkait penyitaan tersebut.

Otoritas juga belum mengidentifikasi perusahaan pengangkut, pengemudi truk, pemilik muatan, maupun pihak yang diduga menerima kiriman tersebut.

Selain itu, DEA belum mengumumkan lokasi penyeberangan perbatasan atau pelabuhan masuk yang terkait dengan operasi itu.

Karena itu, belum ada dasar resmi untuk menyebut kartel tertentu sebagai pihak yang berada di balik pengiriman.

Asal kubis dan tujuan akhir truk juga masih belum dibuka kepada publik.

Sayuran Jadi Kamuflase

Jonathan C. Pullen dari DEA wilayah Southcentral mengatakan aparat beberapa kali menemukan metamfetamin yang disembunyikan dalam muatan produk pertanian.

Selain kubis, pelaku sebelumnya juga menggunakan selada dan blueberry sebagai kamuflase saat memindahkan narkotika.

Penggunaan komoditas segar memberi tantangan tersendiri bagi aparat.

Muatan pertanian bergerak dalam volume besar dan membutuhkan distribusi cepat.

Kondisi itu dapat dimanfaatkan jaringan narkotika untuk mencampurkan barang ilegal dengan pengiriman komersial yang sah.

Namun, dalam kasus terbaru ini, DEA belum menjelaskan secara rinci bagaimana petugas pertama kali mencurigai muatan tersebut.

Badan tersebut juga belum mengungkap apakah penyitaan bermula dari informasi intelijen, pemeriksaan kendaraan, atau pengembangan penyelidikan sebelumnya.

Penyelidikan Terus Berjalan

Kasus kubis berisi metamfetamin kini menjadi bagian dari penyelidikan lintas lembaga di wilayah selatan Texas.

Fokus penyidik bukan hanya pada narkotika yang sudah disita.

Aparat juga perlu menelusuri jalur logistik, pihak yang mengatur pengiriman, sumber narkotika, serta jaringan yang akan menerima barang tersebut.

Sampai informasi terbaru tersedia, DEA belum menyampaikan nilai pasar dari lebih dari 907 kilogram metamfetamin tersebut.

Otoritas juga belum mengumumkan apakah penyitaan itu telah mengarah pada penggeledahan atau operasi lanjutan.

Dengan demikian, perkembangan berikutnya akan bergantung pada hasil penyelidikan Homeland Security Task Force dan pengumuman resmi aparat Amerika Serikat.