Scroll untuk baca artikel
DaerahNasional

Optimalkan Pencarian Korban KM Virgo Transport 8, Basarnas Siapkan Operasi Balik Kapal

×

Optimalkan Pencarian Korban KM Virgo Transport 8, Basarnas Siapkan Operasi Balik Kapal

Sebarkan artikel ini
Basarnas siapkan operasi balik KM Virgo Transport 8 untuk pencarian korban
OPERASI KM VIRGO — Tim SAR dalam pencarian korban KM Virgo Transport 8. Basarnas menyiapkan operasi salvage untuk mengembalikan kapal ke posisi tegak agar akses ke bagian dalam lebih terbuka. Hingga Kamis, (17/9/2026), sebanyak 129 orang masih dalam pencarian. (Foto: Ilustrasi/Jamlima.com)

  • Basarnas menyiapkan operasi salvage untuk membuka akses pencarian ke bagian dalam KM Virgo Transport 8.
  • Salah satu skenario yang disiapkan ialah mengembalikan kapal dari posisi terbalik menjadi tegak.
  • Tim ahli dari Indonesia, Hong Kong, dan Amerika Serikat dilibatkan untuk mengkaji operasi tersebut.
  • Hingga Kamis, (17/9/2026), sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.

JAMLIMA.COM, BANJARMASIN — Basarnas menyiapkan operasi salvage untuk mengoptimalkan pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.

Salah satu skenario yang disiapkan ialah mengembalikan kapal ke posisi tegak dengan menggunakan perangkat pendukung, termasuk opsi pemanfaatan balon.

Langkah tersebut diharapkan membuka akses yang lebih aman bagi tim SAR untuk memeriksa bagian dalam kapal.

Tim juga dapat melanjutkan pencarian terhadap korban yang kemungkinan masih berada di badan KM Virgo Transport 8.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan operasi tersebut membutuhkan teknologi dan keahlian khusus.

Karena itu, Basarnas melibatkan tenaga ahli dari Indonesia, Hong Kong, dan Amerika Serikat.

Para ahli akan melakukan observasi dan asesmen terhadap kondisi kapal sebelum menentukan metode operasi yang paling memungkinkan.

Kapal Bergeser 450 Meter

Persiapan operasi semakin penting karena posisi KM Virgo Transport 8 terus berubah.

Badan kapal tercatat telah bergeser sekitar 450 meter dari posisi sebelumnya.

Kedalamannya juga berubah dari sekitar 21 meter menjadi sekitar 29 meter.

“Proses salvage ini tidak mudah dan kami tidak ingin berlama-lama. Karena makin hari ada pergeseran-pergeseran kapal,” kata Syafii.

Perubahan posisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum tim menjalankan operasi teknis di sekitar badan kapal.

Basarnas memperkirakan proses salvage membutuhkan sekitar 24 jam apabila seluruh tahapan berjalan lancar.

“Berdasarkan pengetahuan dan pengalaman tim ahli, proses salvage membutuhkan waktu sekitar 24 jam apabila seluruh tahapan berjalan lancar, tetapi durasinya dapat bertambah apabila tim menghadapi kesulitan atau kondisi lain yang belum diketahui,” ujar Syafii.

Durasi operasi masih dapat berubah apabila tim menghadapi kendala teknis, arus kuat, maupun perubahan cuaca.

Setelah posisi kapal memungkinkan untuk dimasuki, tim SAR dapat melanjutkan pemeriksaan bagian dalam badan kapal.

Sementara itu, kapal baru akan ditarik setelah operasi SAR dinyatakan selesai untuk mendukung proses penyelidikan dan investigasi.

Penyelam dan Helikopter Dikerahkan

Operasi pencarian memasuki hari kelima pada Kamis, (17/9/2026).

Tim SAR gabungan menambah kekuatan personel sekaligus memperluas area pencarian.

Basarnas memperluas wilayah operasi hingga 6.120 mil laut persegi dan membaginya menjadi enam sektor.

Sebanyak 1.097 personel terlibat dengan dukungan unsur pencarian laut dan udara.

TNI AL juga memperkuat operasi melalui permukaan, udara, dan bawah laut.

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 bersama RHIB serta perahu karet melakukan penyisiran di sekitar lokasi KM Virgo Transport 8.

KRI Pulau Fani-731 turut bergabung dalam operasi pencarian.

Selain itu, TNI AL mengerahkan penyelam dan helikopter untuk memetakan sekaligus menyisir area di sekitar badan kapal.

Operasi bawah laut melibatkan personel dengan kemampuan khusus.

Mereka antara lain berasal dari unsur Komando Pasukan Katak atau Kopaska serta Dinas Penyelaman Bawah Air TNI AL.

Namun, arus laut yang kuat masih menjadi salah satu kendala utama penyelam untuk mendekati badan kapal.

KN Grantin P.211 Perkuat Pencarian

Kementerian Perhubungan ikut menambah kekuatan operasi SAR dengan mengerahkan KN Grantin P.211 menuju lokasi pencarian.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud mengatakan kapal tersebut membawa 16 personel.

Personel terdiri atas awak kapal dan tim penyelam berkualifikasi scuba.

“KN Grantin berangkat pukul 07.00 WIB membawa 16 personel terdiri dari ABK dan tim penyelam dengan kualifikasi scuba, dengan perkiraan tiba di lokasi pada waktu 00.00 dini hari,” kata Masyhud.

KN Grantin P.211 juga membawa peralatan selam, kantong jenazah, obat-obatan, serta logistik pendukung.

Penambahan unsur tersebut diharapkan memperkuat pencarian di sejumlah titik yang belum dapat dijangkau secara maksimal.

Lima Liferaft Ditemukan

Di tengah operasi pencarian, perkembangan lain muncul dari Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Direktorat Polairud Polda Kalimantan Tengah menemukan lima liferaft yang diduga berasal dari KM Virgo Transport 8.

Petugas menemukan benda tersebut di perairan sekitar Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Rabu, (16/9/2026).

Informasi awal mengenai keberadaan liferaft berasal dari warga setempat.

“Pada hari ini kami menerima informasi dari warga Desa Sungai Perlu terkait penemuan liferaft yang diduga milik KM Virgo Transport 8,” kata Direktur Polairud Polda Kalimantan Tengah Kombes Pol Dony Eka Putta.

Petugas kemudian bergerak menuju lokasi dan melakukan penyisiran.

Tim menemukan lima liferaft dalam posisi terpencar dan berjauhan.

Salah satunya memiliki tulisan “Virgo Transport 8”.

Petugas sementara mengamankan lima liferaft tersebut di Posko Karhutla Desa Sungai Perlu karena keterbatasan sarana pengangkutan.

Tim gabungan dari Ditpolairud Polda Kalimantan Tengah, Basarnas, dan Pos AL Kuala Pembuang selanjutnya menangani temuan tersebut.

Penemuan lima liferaft juga memberi informasi tambahan bagi operasi pencarian.

Lokasi penemuan dapat membantu tim mempelajari pola pergerakan benda yang terbawa arus dari sekitar lokasi kecelakaan.

129 Orang Masih Dicari

Hingga Kamis, (17/9/2026), tim SAR telah menemukan 114 orang dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8.

Sebanyak 108 orang ditemukan selamat.

Sementara itu, enam orang dinyatakan meninggal dunia.

Dengan demikian, 129 orang masih dalam pencarian.

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian melalui laut, udara, dan bawah laut.

Pada saat yang sama, persiapan operasi salvage terus dilakukan untuk membuka akses ke bagian dalam KM Virgo Transport 8.