- Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian dari total 243 orang yang berada di KM Virgo Transport 8.
- Posisi kapal sebelumnya bergeser 1,6 mil laut ke barat dan kemudian kembali bergerak sekitar 450 meter.
- Kedalaman posisi kapal berubah dari sekitar 21 meter menjadi sekitar 29 meter.
- Basarnas memperluas pencarian hingga 6.120 mil laut persegi dan menyiapkan operasi salvage dengan melibatkan tenaga ahli internasional.
JAMLIMA.COM, BANJARMASIN — Operasi pencarian 129 korban KM Virgo Transport 8 terus berlangsung hingga Kamis, (17/9/2026), atau memasuki hari kelima.
Basarnas memperluas area pencarian hingga 6.120 mil laut persegi.
Sebanyak 1.097 personel dikerahkan bersama kekuatan laut dan udara untuk menyisir enam sektor pencarian.
Pada operasi hari kelima, unsur laut mengerahkan delapan kapal.
Sementara itu, satu helikopter ikut memperkuat pencarian dari udara.
KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang ketika berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Kapal menghadapi cuaca buruk sebelum dilaporkan hilang kontak di Laut Jawa pada Minggu, (13/9/2026).
Hingga perkembangan terbaru, tim SAR telah menemukan 114 orang.
Sebanyak 108 orang ditemukan selamat, sedangkan enam lainnya meninggal dunia.
Dengan demikian, 129 orang masih belum ditemukan.
Pencarian Diperluas
Tim SAR membagi wilayah pencarian di laut ke dalam enam sektor.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan setiap sektor memiliki wilayah penyisiran sekitar 1.020 mil laut persegi.
“Penyisiran laut mencakup enam sektor dengan luas masing-masing sektor sekitar 1.020 mil laut persegi,” kata I Putu.
Pencarian dilakukan dengan mengoptimalkan unsur Basarnas, TNI, Polri, BNPB, serta sejumlah instansi terkait.
TNI AL juga melakukan pemetaan dan penyisiran di sekitar badan kapal menggunakan helikopter serta penyelam khusus.
Kapal Bergeser 1,6 Mil Laut
Selain cuaca dan gelombang, perubahan posisi KM Virgo menjadi tantangan besar bagi tim SAR.
Basarnas sebelumnya mendeteksi badan kapal telah bergeser sekitar 1,6 mil laut atau sekitar 2.963 meter ke arah barat dari datum awal.
Pergeseran itu terjadi ketika kapal masih berada dalam posisi terbalik dan mengikuti pergerakan arus laut.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menegaskan posisi kapal memang tidak lagi sama dengan titik yang sebelumnya dipantau tim SAR.
“Posisi datum atau titik letak dari kapal Virgo Transport 8 ini ada pergeseran,” kata Syafii.
Perubahan tersebut membuat tim harus terus memperbarui data posisi sebelum melaksanakan operasi bawah air.
Kembali Bergeser 450 Meter
Pergerakan kapal ternyata belum berhenti.
TNI AL kemudian melaporkan KM Virgo kembali bergeser sekitar 450 meter setelah sebelumnya bergerak sekitar 2.963 meter dari titik koordinat awal.
Komandan Pangkalan TNI AL Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra mengatakan sebagian badan kapal yang sebelumnya terlihat di permukaan kini semakin berada di bawah air.
“Yang kemarin terlihat berwarna merah itu sekarang sudah berada di bawah permukaan air, tapi masih terlihat,” kata Galih.
Perubahan tersebut membuat TNI AL harus menyesuaikan kembali skenario penyelaman.
Penyelam perlu melakukan observasi terlebih dahulu sebelum mendekati badan kapal.
Tim harus memastikan posisi aktual kapal sesuai dengan pemetaan terbaru sebelum operasi dilakukan secara bertahap.
Kedalaman Berubah Jadi 29 Meter
Perubahan posisi KM Virgo tidak hanya terjadi secara horizontal.
Basarnas juga mendeteksi perubahan kedalaman lokasi badan kapal.
Kapal sebelumnya diperkirakan berada pada kedalaman sekitar 21 meter.
Namun, posisi berikutnya menunjukkan KM Virgo telah berada di kedalaman sekitar 29 meter.
Basarnas juga mencatat pergeseran sekitar 450 meter pada pembaruan posisi tersebut.
Syafii mengatakan perubahan itu membuat operasi salvage harus dipersiapkan secara matang.
“Proses salvage ini tidak mudah dan kami tidak ingin berlama-lama,” ujar Syafii.
Arus laut di sekitar kapal juga menjadi kendala besar.
Reuters melaporkan dua tim penyelam TNI AL sempat menghentikan penyelaman karena kecepatan arus mendekati 7 knot.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko bagi personel yang bekerja di bawah permukaan.
Barang Bukti untuk Investigasi KNKT
Di tengah operasi pencarian, Kopaska dan Dislambair TNI AL juga menemukan sejumlah barang di sekitar badan KM Virgo.
Temuan tersebut akan digunakan untuk mendukung proses investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT.
Namun, penyebab pasti kecelakaan belum dapat disimpulkan.
Investigasi masih berjalan dan operasi SAR tetap memprioritaskan pencarian korban.
Hingga Kamis malam, (17/9/2026), belum ada perubahan pada data 129 orang yang masih dalam pencarian.
Fokus tim kini berjalan dalam dua jalur.
Pencarian korban terus diperluas hingga 6.120 mil laut persegi.
Pada saat yang sama, tim mempersiapkan operasi bawah laut dan salvage terhadap KM Virgo yang terus bergeser dari posisi semula.
Perubahan posisi kapal menjadi faktor penting karena dapat mengubah titik pencarian dan skenario penyelaman.
Karena itu, pemetaan ulang, pencarian permukaan, operasi udara, dan persiapan mengakses badan kapal kini berlangsung secara paralel.
















