- Virgo Transport 8 merupakan kapal Ro-Ro buatan Jepang tahun 1987 yang sebelumnya bernama Ferry Kurushima.
- Kapal membawa 243 orang dan 89 kendaraan dalam pelayaran Surabaya menuju Banjarmasin.
- Hingga Senin (14/9/2026), sebanyak 108 orang berhasil diselamatkan, enam meninggal dunia dan 129 orang masih dalam pencarian.
- Operasi SAR hari kedua melibatkan lebih dari 600 personel, belasan kapal, unsur udara, tim bawah air dan drone TNI AL.
JAMLIMA.COM, BANJARMASIN — Operasi pencarian korban Virgo Transport 8 memasuki hari kedua pada Senin (14/9/2026), setelah kapal Ro-Ro tersebut terbalik di Laut Jawa dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Data terbaru mencatat 108 orang berhasil diselamatkan dari total 243 orang yang berada di atas kapal.
Enam korban ditemukan meninggal dunia.
Sementara itu, 129 orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Operasi pencarian kini diperbesar dengan melibatkan lebih dari 600 personel dan belasan kapal.
Unsur udara, tim penyelam serta drone yang dioperasikan TNI Angkatan Laut juga dilibatkan untuk memperluas pencarian di sekitar lokasi kapal.
Virgo Transport 8 sendiri masih terlihat dalam kondisi terbalik dan sebagian badannya berada di atas permukaan laut.
Dihantam Gelombang
Keterangan awal petugas SAR menyebut Virgo Transport 8 menghadapi gelombang kuat sebelum terbalik.
Gelombang disebut menghantam sisi kanan atau starboard kapal.
Kondisi itu menyebabkan kapal semakin miring hingga akhirnya terbalik.
Namun, kondisi cuaca dan gelombang belum dapat ditetapkan sebagai penyebab resmi kecelakaan.
Pemerintah masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan kapal kehilangan stabilitas.
Bawa 243 Orang
Manifest mencatat terdapat 243 orang di atas Virgo Transport 8.
Jumlah tersebut terdiri atas 213 penumpang dan 30 awak kapal.
Dalam kelompok penumpang terdapat penumpang umum, pekerja atau mitra kapal, serta sopir dan kernet kendaraan.
Selain membawa ratusan orang, Virgo Transport 8 mengangkut 89 kendaraan.
Jumlah aktual orang yang berada di kapal juga masih terus diverifikasi karena dalam kecelakaan kapal, data manifest dapat berubah setelah dilakukan pendataan terhadap korban dan keluarga.
129 Masih Dicari
Memasuki Senin (14/9/2026), pencarian difokuskan terhadap 129 orang yang belum ditemukan.
Tim SAR mengerahkan lebih dari 600 personel.
Operasi dilakukan melalui penyisiran permukaan laut, pencarian udara hingga pemeriksaan di sekitar badan kapal yang terbalik.
Tim bawah air juga disiapkan untuk memeriksa kemungkinan terdapat korban yang masih berada di sekitar atau di dalam kapal.
TNI Angkatan Laut turut mengerahkan drone untuk membantu pencarian.
Cuaca dan kondisi Laut Jawa menjadi salah satu tantangan dalam operasi tersebut.
Tim SAR terus menghitung arah arus untuk memperkirakan kemungkinan pergerakan korban dari titik kapal terbalik.
Kapal Masih Mengapung
Virgo Transport 8 ditemukan dalam posisi terbalik.
Meski demikian, bagian badan kapal masih berada di atas permukaan laut.
Kondisi tersebut menjadi salah satu fokus tim SAR karena masih terdapat kemungkinan korban berada di sekitar kapal.
Rekaman yang dirilis tim SAR memperlihatkan lambung berwarna merah dan hitam dalam posisi terbalik di tengah laut.
Petugas terus menyisir radius di sekitar bangkai kapal sekaligus memperluas area pencarian mengikuti pergerakan arus.
Kapal Berusia 39 Tahun
Virgo Transport 8 merupakan kapal yang dibangun di Jepang pada 1987.
Kapal tersebut sebelumnya bernama Ferry Kurushima.
Dengan tahun pembangunan tersebut, usia kapal telah mencapai sekitar 39 tahun ketika mengalami kecelakaan pada September 2026.
Kapal kemudian berpindah kepemilikan dan baru relatif baru masuk ke Indonesia sebelum beroperasi dengan nama Virgo Transport 8.
Virgo Transport 8 merupakan jenis kapal roll-on/roll-off atau Ro-Ro.
Jenis kapal ini dirancang untuk membawa kendaraan sekaligus penumpang.
Kapal memiliki panjang sekitar 119 meter dan lebar sekitar 21 meter.
Nomor IMO kapal tercatat 8625179.
Investigasi Dimulai
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan kecelakaan Virgo Transport 8 akan diperiksa secara menyeluruh.
Pemerintah belum menetapkan penyebab resmi kapal terbalik.
Sejumlah faktor akan menjadi bagian pemeriksaan, termasuk kondisi cuaca, stabilitas kapal, distribusi muatan, kondisi teknis kapal dan pelaksanaan prosedur keselamatan.
Karena itu, usia kapal yang mencapai 39 tahun juga belum dapat langsung dikaitkan sebagai penyebab kecelakaan.
Kesimpulan penyebab baru dapat ditentukan setelah pemeriksaan teknis selesai.
Untuk sementara, prioritas pemerintah dan tim SAR tetap pada pencarian 129 orang yang belum ditemukan.
Hingga berita ini diperbarui pada Senin (14/9/2026), sebanyak 108 orang telah diselamatkan dan enam korban meninggal dunia.
Operasi SAR Virgo Transport 8 masih berlangsung sehingga jumlah korban dapat berubah sewaktu-waktu.
















