JAMLIMA.COM, LUWU UTARA — Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu menghadiri pelantikan dan pengukuhan Hj. Andi Syarifah Muhaeminah sebagai Makole Baebunta ke-36.
Pelantikan ini dilaksanakan di Baruga La Temmacelling Kemakolean Baebunta, Jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Minggu (18/1/2026).
Hj. Andi Syarifah Muhaeminah yang bergelar Opu Daengna Putri resmi melanjutkan kepemimpinan adat Makole Baebunta.
Pelantikan tersebut menandai keberlanjutan nilai-nilai adat dan budaya yang berakar kuat pada sejarah Kedatuan Luwu, sekaligus menegaskan peran adat dalam kehidupan masyarakat Tana Luwu.
Baca juga: ⇒ Indeks SPBE Luwu Raih Predikat Baik, Layanan Digital Kian Terasa
Kepemimpinan Adat Luwu
Secara silsilah, Hj. Andi Syarifah merupakan cucu langsung dari Andi Pallawa Opu Daeng Sitakka Opu Matinroe Karondang, Makole Baebunta ke-32.
Andi Pallawa adalah putra dari Andi Mannenne Opu To Pawennei Opu Matinroe Bentenna, Makole Baebunta ke-25, yang masih berada dalam garis keturunan Datu Luwu Andi Lakaseng Opu Matinroe Kaluku Bodoe.
Dari garis ayah, Hj. Andi Syarifah merupakan putri dari H. Sayyid Muhammad Al Aidid Daeng Malande Karaeng Lompo, yang memiliki keturunan Sayyid Cikowang Takalar serta hubungan darah dengan Raja Gowa dan Balailo Rompu.
Sementara dari pihak ibu, Hj. Andi Haderah Opu Daengna Hajerah, ia merupakan keturunan Andi Pallawa Makole Baebunta ke-32 dan Puang Todjen yang bersambung pada Tomakaka Masamba.
Dalam sambutannya, Sripaduka Datu Luwu ke-40 H. Andi Maradang Machkulau Opu To Bau menegaskan bahwa para pemangku adat di Tana Luwu menjalankan amanah untuk kepentingan masyarakat.
Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan yang selaras antara lembaga adat dan pemerintah, serta menempatkan Makole sebagai simbol pemersatu masyarakat.
Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Hj. Andi Syarifah Muhaeminah sebagai Makole Baebunta ke-36.
Ia berharap kepemimpinan adat yang baru mampu memperkuat pelestarian budaya, menjaga persatuan masyarakat, serta bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.
“Kami berharap kepemimpinan Makole Baebunta yang baru dapat memperkuat pelestarian adat, menjaga persatuan, dan bersinergi dengan pemerintah daerah,” ujar Dhevy Bijak
Pemerintah Kabupaten Luwu, kata Dhevy, berkomitmen terus menjalin kemitraan yang harmonis dengan lembaga adat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga nilai-nilai kearifan lokal sekaligus memperkuat identitas budaya Tana Luwu.
Baca juga: ⇒ Indeks SPBE Luwu Raih Predikat Baik, Layanan Digital Kian Terasa

















