Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
InternasionalTeknologi

Negara-negara Mulai Batasi Usia Medsos, Anak Dinilai Rentan Dampak Buruk

×

Negara-negara Mulai Batasi Usia Medsos, Anak Dinilai Rentan Dampak Buruk

Sebarkan artikel ini
anak bermain ponsel pintar media sosial dengan pengawasan orang tua ilustrasi dampak negatif medsos
MEDSOS - Sejumlah negara mulai membatasi usia pengguna media sosial demi melindungi anak dari kecanduan layar, konten berbahaya, dan risiko kebocoran data. (foto/thread jamlima.com)

JAMLIMA.COM, NASIONAL — Di era digital, media sosial bukan lagi sekadar hiburan, tapi ruang hidup kedua bagi banyak orang—termasuk anak-anak.

Masalahnya, ruang ini belum sepenuhnya aman. Risiko pencurian data, paparan konten dewasa, hingga kecanduan layar membuat banyak negara sadar: kebebasan digital tetap perlu pagar.

Karena itu, pembatasan usia pengguna media sosial mulai jadi kebijakan serius, bukan sekadar imbauan.

Beberapa negara Sudah Bergerak Lebih Dulu

Di Australia, pemerintah melarang anak di bawah 16 tahun menggunakan Instagram dan Facebook milik Meta. Aturan ini diuji coba mulai Januari 2025.

Langkah ini tergolong tegas, mengingat selama ini batas minimal global hanya 13 tahun—yang dalam praktiknya sering dilanggar.

Berbeda pendekatan, Inggris belum langsung membatasi usia. Pemerintahnya memilih memperkuat regulasi lewat Undang-Undang Keamanan Daring yang mulai berlaku 2025.

Fokusnya pada perlindungan dan studi dampak media sosial bagi anak, bukan sekadar larangan.

Sementara itu, Norwegia mengusulkan menaikkan batas usia dari 13 menjadi 15 tahun.

Alasannya cukup mencengangkan: setengah anak usia 9 tahun di sana sudah punya akun media sosial. Artinya, pengawasan orang tua saja tidak cukup.


Baca juga: WARNING: Serangan Siber Besar-besaran Mengincar Sistem Perusahaan Global


Di Prancis, aturan mewajibkan persetujuan orang tua untuk anak di bawah 15 tahun.

Bahkan, ada rekomendasi lebih ketat—melarang ponsel untuk anak di bawah 11 tahun. Namun, penerapan teknis masih jadi kendala.

Terakhir, Jerman memberi ruang kompromi. Anak usia 13–16 tahun boleh menggunakan media sosial, tapi wajib dengan izin orang tua.

Model ini menekankan tanggung jawab keluarga, bukan sepenuhnya negara.

Dari berbagai contoh itu terlihat satu pola: negara-negara tak lagi memandang media sosial sebagai urusan pribadi semata.

Ia sudah menjadi isu keselamatan publik. Pembatasan usia mungkin terasa membatasi kebebasan, tetapi bagi anak-anak, itu justru bentuk perlindungan.

Sebab pada akhirnya, teknologi boleh maju, tapi kedewasaan pengguna tetap tidak bisa dipercepat.


Example 468x60
Example 300250