Korban tewas serangan AS-Israel ke Iran terus bertambah dan kini dilaporkan mencapai sedikitnya 1.500 orang berdasarkan data terbaru.
JAMLIMA.COM, INTERNASIONAL — Serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran memicu lonjakan korban meninggal dalam waktu singkat.
Palang Merah Iran melaporkan 787 orang tewas. Bulan Sabit Merah Iran sebelumnya mencatat sedikitnya 555 korban jiwa.
Sementara kelompok hak asasi manusia Hengaw yang berbasis di Norwegia menyebut total kematian pada hari ketiga mencapai sedikitnya 1.500 orang, terdiri dari 200 warga sipil dan 1.300 anggota pasukan keamanan Iran.
Perbedaan angka ini menunjukkan situasi masih dinamis. Tim pencarian dan penyelamatan masih bekerja di antara puing bangunan yang hancur akibat pemboman. Artinya, jumlah korban berpotensi berubah.
Sekolah Jadi Sasaran, Sipil Terdampak
Hengaw menyatakan keprihatinan atas meningkatnya korban sipil, terutama di Provinsi Hormozgan, Iran Selatan.
Serangan rudal menghantam sekolah dasar anak perempuan di Minab pada akhir pekan. Laporan menyebut lebih dari 150 orang tewas, termasuk anak-anak.
Jika data ini akurat, maka serangan tersebut memperluas dampak langsung perang terhadap fasilitas pendidikan dan warga sipil.
Sekolah sebagai ruang aman berubah menjadi titik tragedi.
Korban Luka Belum Terdata
Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban luka. Dalam konflik bersenjata, korban luka biasanya melebihi korban meninggal.
Tanpa data resmi, publik belum bisa mengukur beban layanan kesehatan dan kebutuhan kemanusiaan secara utuh.
Ketiadaan informasi ini juga membuat gambaran dampak serangan masih parsial.
Tekanan Keamanan di Dalam Negeri
Di Kota Sanandaj, Kurdistan Iran, warga menerima pesan dari organisasi intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Pesan itu memperingatkan bahwa setiap pergerakan publik atau kehadiran di jalanan akan dianggap sebagai bentuk kerja sama langsung dengan musuh.
Pihak berwenang menyatakan langkah tegas ini bertujuan mencegah aksi teroris dan kerusuhan jalanan.
Mereka menilai potensi pergerakan massa sebagai bagian dari rencana musuh untuk mengacaukan stabilitas negara di tengah invasi.
Dampak Nyata Perang
Data korban jiwa yang terus berubah menunjukkan eskalasi belum mereda. Serangan militer memicu kerusakan fisik, meningkatkan korban sipil, dan memperketat kontrol keamanan di dalam negeri.
Di tengah perbedaan angka dan proses pencarian yang masih berlangsung, satu fakta tetap jelas: perang menghasilkan korban manusia dalam jumlah besar dalam waktu singkat.

























