JAMLIMA.COM, LUWU UTARA — Memasuki H+2 libur Idul Fitri 1447 Hijriah, Kompleks Makam Datuk Pattimang di Desa Pattimang, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara dipadati peziarah.
Mayoritas pengunjung berasal dari luar daerah, seperti Parepare dan Luwu Timur. Sementara itu, warga lokal juga ikut memadati kawasan wisata religi tersebut.
Petugas Objek Daya Tarik Wisata (ODTW), Mastar, memastikan lonjakan pengunjung terjadi sejak hari pertama Lebaran.
“Alhamdulillah, sejak kemarin sampai hari ini, 23 Maret 2026, makam Datuk Pattimang tidak pernah sepi pengunjung selama libur Lebaran,” ujarnya, Senin (23/3/2026).
Lonjakan Pengunjung Lebaran
Data di lapangan menunjukkan arus peziarah terus meningkat sejak awal Lebaran. Pengunjung datang dari berbagai daerah, terutama Parepare dan Luwu Timur.
Tradisi ziarah saat mudik juga tetap kuat. Karena itu, perantau memanfaatkan momen pulang kampung untuk berkunjung ke makam tersebut.
“Kebanyakan warga yang pulang kampung pasti mampir ke sini. Selain mendoakan, mereka juga ingin mengetahui sejarah masuknya Islam di Tana Luwu,” jelas Mastar.
Warisan Sejarah Islam
Kompleks makam ini menyimpan nilai sejarah tinggi. Di lokasi tersebut terdapat makam Datuk Pattimang, ulama asal Minangkabau yang menyebarkan Islam di wilayah Tana Luwu.
Selain itu, terdapat makam La Pattiware’ atau Andi Pattiware’, Raja I Luwu yang pertama kali memeluk Islam.
Arsitektur makam yang tertata rapi juga menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung merasa nyaman dan cenderung berlama-lama di kawasan tersebut.
Edukasi Generasi Muda
Banyak pengunjung datang bersama keluarga. Mereka tidak hanya berziarah, tetapi juga mengenalkan sejarah Islam kepada anak-anak.
Dengan demikian, Kompleks Makam Datuk Pattimang berfungsi ganda. Kawasan ini menjadi destinasi religi sekaligus wisata edukatif bagi generasi muda di Tana Luwu.
















