Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Internasional

Serangan TNI di Lebanon: 3 Prajurit UNIFIL Tewas, Indonesia dan PBB Murka

×

Serangan TNI di Lebanon: 3 Prajurit UNIFIL Tewas, Indonesia dan PBB Murka

Sebarkan artikel ini
tni unifil diserang di lebanon selatan saat misi perdamaian
SERANGAN UNIFIL — Prajurit TNI saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan. Serangan artileri menewaskan tiga personel dan memicu kecaman internasional. (foto/ilustrasi)

Serangan beruntun di Lebanon Selatan picu kecaman global, PBB sebut berpotensi kejahatan perang


JAMLIMA.COM, INTERNASIONAL — Serangan artileri di Lebanon Selatan memicu kecaman keras setelah menewaskan prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Insiden terjadi pada Minggu (29/3/2026) di sekitar Adchit al-Qusayr, ketika proyektil menghantam posisi kontingen Indonesia di tengah eskalasi konflik antara militer Israel dan Hizbullah.

Serangan itu menewaskan Praka Farizal Rhomadhon (28), prajurit Yonif 113/Jaya Sakti asal Kulon Progo, serta melukai tiga prajurit lainnya.

Pemerintah Indonesia langsung mengecam keras serangan tersebut.

Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius hukum internasional dan tidak dapat diterima.

Pemerintah juga mendesak investigasi menyeluruh dan transparan untuk mengungkap pelaku serta penyebab insiden.

Serangan ini bukan kejadian tunggal. Dalam dua hari berturut-turut, serangan berbeda kembali menewaskan dua prajurit TNI lainnya.

Masing-masing Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan—saat mengawal konvoi logistik UNIFIL pada Senin (30/3/2026).

Ledakan menghancurkan kendaraan mereka di wilayah Lebanon Selatan. Total tiga prajurit TNI gugur dalam rentang waktu singkat tersebut.

PBB ikut mengecam keras rangkaian serangan mematikan ini.


Baca juga: Pemerintah Amankan Kapal RI di Selat Hormuz, Pasokan Energi Tetap Terjaga


Kategori Kejahatan Perang

Kepala Operasi Perdamaian PBB Jean-Pierre Lacroix menegaskan bahwa penjaga perdamaian tidak boleh menjadi target.

Serangan terhadap mereka berpotensi masuk kategori kejahatan perang. PBB kini melakukan investigasi untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga menyampaikan kecaman dan belasungkawa kepada Indonesia.

Ia menilai insiden ini memperlihatkan meningkatnya risiko terhadap personel penjaga perdamaian di wilayah konflik.

Kecaman serupa datang dari berbagai pihak, termasuk Kedutaan Besar Iran yang menilai serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian sebagai pelanggaran berat hukum internasional.

Kedutaan Besar Iran menegaskan bahwa pihak terkait harus mempertanggungjawabkan tindakan tersebut.

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa keselamatan personel PBB harus dihormati sepenuhnya.

Selain mendesak investigasi, Indonesia juga menyerukan penghentian serangan, penghormatan terhadap kedaulatan Lebanon, serta upaya deeskalasi melalui jalur diplomasi.

Saat ini, jenazah Praka Farizal disemayamkan di markas sektor timur UNIFIL, sementara TNI dan KBRI Beirut mengurus pemulangan ke Indonesia.

Di sisi lain, TNI meningkatkan kewaspadaan seluruh personel di wilayah misi sesuai prosedur, menyusul situasi keamanan yang terus memburuk.

Rangkaian serangan ini menegaskan ancaman nyata terhadap misi perdamaian internasional.

Indonesia menilai setiap serangan terhadap penjaga perdamaian tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak upaya global menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.


Example 468x60
Example 300250