Menurutnya, kondisi itu belum sesuai dengan komitmen awal yang mewajibkan ritel modern memberi ruang lebih besar bagi produk lokal.
“Kami membuka kesempatan kepada investor untuk masuk ke Kabupaten Gowa. Namun masyarakat sekitar harus dilibatkan, baik melalui penyerapan tenaga kerja maupun pemberian ruang bagi produk-produk UMKM lokal untuk dipasarkan di retail modern,” ujarnya.
Baca juga: Sinergi Pemkab Gowa dan Bank Mandiri Perkuat Daya Saing UMKM Gowa
Bupati Talenrang menilai Kabupaten Gowa memiliki banyak produk unggulan yang layak masuk ke pasar modern.
Karena itu, pengelola ritel diminta tidak hanya membuka gerai, tetapi juga ikut memperkuat ekonomi lokal.
“Saya melihat produk UMKM yang dipajang masih sangat sedikit. Padahal Kabupaten Gowa memiliki sekitar 500 produk unggulan yang layak masuk ke retail modern. Karena itu saya meminta agar ruang bagi UMKM segera diperluas sesuai komitmen yang telah disepakati,” tegasnya.
Pemkab Gowa Minta Komitmen 30 Persen Dipenuhi
Pemkab Gowa juga mendorong pengelola ritel modern menyediakan ruang usaha bagi warga di area sekitar gerai.
Bupati Talenrang menilai halaman atau area luar gerai dapat digunakan untuk membantu masyarakat yang ingin berdagang.
















