Indikator itu meliputi Pendapatan Asli Daerah atau PAD, pertumbuhan ekonomi, hingga tingkat kemiskinan.
“Alhamdulillah, Kabupaten Gowa mendapat kesempatan menyampaikan berbagai kondisi daerah. Dalam kesempatan itu kami menyampaikan sejumlah capaian positif Kabupaten Gowa, mulai dari PAD, pertumbuhan ekonomi, hingga indikator tingkat kemiskinan yang menunjukkan perkembangan cukup baik,” ujarnya.
Meski demikian, Husniah menyebut masih ada sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah pusat.
Salah satunya terkait pembangunan infrastruktur yang terdampak efisiensi anggaran.
Ia mengatakan Kabupaten Gowa memiliki posisi strategis sebagai wilayah penyangga sekaligus daerah penghasil di berbagai sektor.
Baca juga: PDAM Gowa Setor Dividen Rp3,49 Miliar, Bupati Soroti Pelayanan
Menurut Husniah, Gowa berperan dalam sektor pertambangan, pertanian, sayur-mayur, hingga sumber pasokan air bagi daerah sekitar.
“Kabupaten Gowa memiliki peran strategis sebagai wilayah penghasil, baik sektor pertambangan, pertanian, sayur-mayur hingga sumber pasokan air. Karena itu kami berharap adanya dukungan, komunikasi, dan harmonisasi yang lebih baik dari pemerintah pusat,” tegasnya.
Husniah berharap dukungan pemerintah pusat dapat meningkatkan kapasitas pembangunan daerah, terutama infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menilai perlu ada sinkronisasi kebijakan dalam pengelolaan sumber daya daerah, khususnya sektor pertambangan.
Menurut dia, dampak dari aktivitas pemanfaatan sumber daya perlu diminimalkan, sementara manfaatnya harus lebih dirasakan masyarakat.
“Kami ingin Kabupaten Gowa tidak hanya berperan sebagai daerah pemasok, tetapi juga memperoleh manfaat yang dapat meningkatkan pembangunan infrastruktur yang sering dikeluhkan oleh masyarakat,” tambahnya.
















