Ia menilai dua persoalan tersebut saling berkaitan. Keluarga dengan tekanan ekonomi kerap menghadapi tantangan dalam pemenuhan gizi, akses layanan kesehatan, dan edukasi pola asuh.
Karena itu, Pemkab Gowa mendorong pendekatan lintas sektor.
Penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan.
Bupati Talenrang meminta Dinas Kesehatan, Dinas PPKB, Dinas Sosial, RSUD Syekh Yusuf, Dinas Pendidikan, Dinas Dukcapil, Dinas PPPA, Dinas PMD.
Baca juga: Kepesertaan JKN 98,71 Persen dan Keaktifan 80,17 Persen, Pemkab Gowa Sabet UHC Pratama
Termasuk perangkat daerah lainnya untuk turun langsung ke lapangan.
Ia juga menyebut Kabupaten Gowa baru saja meraih predikat terbaik ketiga tingkat nasional dalam penurunan kemiskinan dan stunting.
Capaian itu, kata dia, harus menjadi dorongan bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk bekerja lebih kuat.
“Kalau tahun ini kita berada di posisi terbaik ketiga, maka kita ingin lebih baik lagi. Seluruh stakeholder yang berkaitan harus turun langsung ke lapangan memastikan masyarakat kita semakin sejahtera dan terbebas dari stunting,” jelasnya.
Bantuan Gizi untuk Keluarga Rentan
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Gowa menyerahkan bantuan sembako kepada 70 penerima manfaat.
Bantuan ini menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga dengan balita berisiko stunting.
















