Scroll untuk baca artikel
Nasional

Kasus Kematian Dokter Icha: Kemenkes Sebut Sesuai SOP, Polda NTT Usut Dugaan Intimidasi

×

Kasus Kematian Dokter Icha: Kemenkes Sebut Sesuai SOP, Polda NTT Usut Dugaan Intimidasi

Sebarkan artikel ini
Kasus kematian dokter Icha menjadi sorotan setelah Kemenkes menyebut penanganan medis sesuai SOP dan Polda NTT mengusut dugaan intimidasi
KASUS KEMATIAN DOKTER ICHA — Foto dokter Icha, Kasus kematiannya menjadi sorotan setelah Kemenkes menyebut penanganan medis pasien gigitan ular sesuai SOP dan Polda NTT mengusut dugaan intimidasi. (foto/ist)

  • Kemenkes menemukan dugaan intimidasi verbal dalam kasus dokter Icha, tetapi menyatakan penanganan medis pasien gigitan ular sudah sesuai prosedur.
  • Keluarga dokter Icha melaporkan empat orang ke Polda NTT, termasuk tiga anggota DPRD TTU.
  • Polda NTT mulai menyelidiki laporan tersebut dan membentuk tim investigasi untuk mendalami bukti serta keterangan saksi.
  • BK DPRD TTU juga memproses aspek etik dengan menjadwalkan pemeriksaan terhadap ayah almarhumah dokter Icha.

JAMLIMA.COM, JAKARTA — Kasus kematian dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha memasuki babak baru. Kementerian Kesehatan menyatakan penanganan medis terhadap pasien gigitan ular yang sempat ditangani dokter Icha di IGD RS Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, telah berjalan sesuai prosedur.

Pernyataan itu menjadi titik penting dalam polemik yang menyeret dugaan intimidasi terhadap tenaga medis saat bertugas.

Sebelumnya, dokter Icha menjadi sorotan setelah keluarga mengungkap adanya tekanan verbal yang diduga terjadi saat ia menangani pasien anak korban gigitan ular di IGD RS Leona.

Kemenkes menyampaikan tiga temuan utama dari investigasi lapangan.

  • Pertama, tim menemukan dugaan intimidasi verbal oleh oknum masyarakat.
  • Kedua, penanganan medis terhadap pasien disebut telah sesuai prosedur.
  • Ketiga, perlindungan terhadap tenaga kesehatan dinilai masih lemah karena koordinasi antara fasilitas kesehatan, Dinas Kesehatan, dan pemerintah daerah belum berjalan optimal.

Temuan itu membuat kasus kematian dokter Icha tidak lagi hanya menjadi duka keluarga.

Kasus ini juga membuka kembali persoalan besar tentang keamanan dokter dan tenaga kesehatan saat bekerja di ruang pelayanan, terutama di IGD yang sering menjadi titik rawan konflik.

Baca juga: Perkuat Layanan Kesehatan, Kadis Kesehatan Lutra Terima Dokter Internsip Kemenkes

 

Kronologi Kasus Dokter Icha

Kasus ini bermula ketika dokter Icha bertugas di IGD RS Leona Kefamenanu pada Sabtu, 13 Juni 2026.

Saat itu, ia menangani pasien anak korban gigitan ular yang datang sebagai pasien rujukan dari RSUD Kefamenanu.