Scroll untuk baca artikel
Nasional

Ancaman Bencana Meningkat, Ekraf Dorong Arsitektur Tangguh Nasional

×

Ancaman Bencana Meningkat, Ekraf Dorong Arsitektur Tangguh Nasional

Sebarkan artikel ini
peserta melihat desain arsitektur mitigasi bencana di banda aceh
ARSITEKTUR MITIGASI — Peserta mengamati desain bangunan dalam forum arsitektur yang membahas ketahanan dan mitigasi bencana di Banda Aceh, 2026. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, JAKARTA — Saat ancaman bencana terus meningkat di Indonesia, Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong penguatan arsitektur tangguh bencana untuk melindungi masyarakat dan mempercepat pemulihan.

Komitmen ini disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam forum International Disaster Resilience Workshop & Conference 2026 atau DR3 Aceh 2026 di Banda Aceh.

Ia menegaskan bahwa arsitektur tidak lagi hanya berfungsi sebagai estetika bangunan. Dalam konteks Indonesia yang rawan bencana, desain harus berorientasi pada keselamatan, pengurangan risiko, dan keberlanjutan.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena Indonesia berada di kawasan cincin api yang rentan terhadap gempa, tsunami, banjir, dan bencana lainnya.

Arsitektur untuk Mitigasi

Kementerian Ekraf menilai subsektor arsitektur memiliki peran strategis dalam mitigasi bencana. Inovasi desain dinilai mampu menekan risiko sekaligus mempercepat pemulihan setelah bencana terjadi.

Konsep arsitektur tangguh bencana tidak hanya menekankan kekuatan struktur. Desain juga harus adaptif terhadap kondisi lingkungan dan mampu merespons ancaman secara cepat.

Kebutuhan ini semakin relevan seiring meningkatnya pembangunan di wilayah berisiko tinggi. Karena itu, pendekatan arsitektur kini menjadi bagian dari strategi pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Dalam konteks isu mitigasi bencana di Indonesia, arah kebijakan ini juga memperlihatkan bahwa desain tidak lagi berdiri sendiri. Ia terhubung dengan keselamatan publik dan stabilitas sosial.

Forum DR3 Aceh

Forum DR3 Aceh 2026 berlangsung pada 17 hingga 19 April 2026 di Banda Aceh. Kegiatan ini mempertemukan arsitek, akademisi, dan pemangku kebijakan dari berbagai negara.

Forum tersebut membahas peran desain dalam pengurangan risiko bencana, ketahanan, serta pemulihan pascabencana.

Kementerian Ekraf terlibat sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan subsektor arsitektur dalam ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Kehadiran pemerintah menunjukkan komitmen untuk mendorong inovasi desain yang adaptif sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Di sisi lain, forum ini menegaskan bahwa kualitas desain ruang dan bangunan memiliki dampak langsung terhadap keselamatan manusia.

Integrasi antara kebijakan, desain, dan mitigasi menjadi kunci utama dalam menghadapi bencana yang semakin kompleks.

Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat ketahanan nasional secara menyeluruh, sekaligus memastikan pembangunan tetap berjalan secara aman dan berkelanjutan.

Dengan demikian, dorongan terhadap arsitektur tangguh bencana bukan hanya respons terhadap risiko.

Langkah ini juga menjadi strategi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan yang lebih siap menghadapi bencana di masa depan.