Scroll untuk baca artikel
Lokal

NTB Target Nol Kemiskinan Ekstrem 2029, Iqbal: Mulai dari Desa

×

NTB Target Nol Kemiskinan Ekstrem 2029, Iqbal: Mulai dari Desa

Sebarkan artikel ini
gubernur ntb lalu muhamad iqbal musrenbang kemiskinan ekstrem ntb
KEMISKINAN — Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan strategi pengentasan kemiskinan ekstrem dalam Musrenbang NTB 2026 di Mataram. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, MATARAM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan tidak ada lagi desa dengan status kemiskinan ekstrem pada 2029. Target ini menjadi fokus utama arah pembangunan daerah ke depan.

Langkah tersebut dinilai krusial mengingat saat ini lebih dari 10 persen penduduk NTB masih berada dalam kategori miskin, termasuk sekitar 2 persen dalam kondisi kemiskinan ekstrem.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa visi “NTB Makmur Mendunia” hanya bisa dicapai jika kesejahteraan masyarakat dibangun dari level paling bawah.

“Tidak mungkin NTB mendunia tanpa terlebih dahulu menjadi makmur,” tegasnya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) NTB 2026.

Iqbal mengingatkan, pembangunan tidak boleh hanya mengejar kecepatan tanpa pemerataan. Jika dipaksakan, hal tersebut justru berpotensi menciptakan ketimpangan baru.

Upaya ini sejalan dengan penguatan pelayanan publik di daerah, termasuk pemerataan layanan hingga wilayah terpencil dan kepulauan.

Sebagai langkah konkret, Pemprov NTB mengalokasikan anggaran ratusan miliar rupiah untuk pembangunan berbasis desa, khususnya pada wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem.

Sebanyak 40 desa menjadi prioritas awal dengan dukungan anggaran lebih dari Rp1 miliar per desa. Sementara itu, ratusan desa lain akan mendapat intervensi melalui program tematik sesuai kebutuhan lapangan.

Pendekatan yang digunakan bersifat bottom-up, dengan perencanaan berbasis kondisi riil masyarakat.

Di sektor pertanian, kebijakan pemerintah mulai menunjukkan dampak positif. Nilai tukar petani tercatat meningkat dari 123 menjadi 134, yang mencerminkan perbaikan kesejahteraan.

Penguatan sektor ini juga sejalan dengan upaya peningkatan peningkatan kesejahteraan petani sebagai salah satu strategi utama menekan angka kemiskinan di daerah.

“Ketika nilai tukar petani naik, kemiskinan turun. Di situlah jalan paling nyata,” ujarnya.

Pemprov NTB menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya investasi, tetapi dari manfaat yang dirasakan masyarakat paling bawah.

Dengan fokus pada desa, pertanian, dan ketahanan pangan, NTB optimistis mampu menekan kemiskinan dan mencapai target nol kemiskinan ekstrem pada 2029.