JAMLIMA.COM, PINRANG — Kepolisian Republik Indonesia kembali menggelar Operasi Ketupat 2026 secara serentak di seluruh wilayah Indonesia untuk memastikan keamanan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Polres Pinrang menandai pelaksanaan operasi tersebut melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat di halaman Mapolres Pinrang, Kamis (12/3).
Bupati Pinrang H.A. Irwan Hamid, S.Sos hadir bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pinrang.
“Operasi Ketupat ini merupakan langkah strategis untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dan merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan tertib. Pemerintah Kabupaten Pinrang tentu memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan operasi ini,” ungkap Bupati Irwan Hamid.

Personel Pengamanan Nasional
Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyampaikan amanat yang dibacakan oleh Kapolres Pinrang AKBP Edy Sabhara Mangga Barani dalam apel tersebut.
Operasi Ketupat tahun ini melibatkan 161.243 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, dan berbagai instansi terkait.
Petugas akan menempati lebih dari 2.000 pos pengamanan dan pos pelayanan yang tersebar di berbagai wilayah untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Langkah tersebut bertujuan menciptakan rasa aman serta menjamin kelancaran aktivitas masyarakat selama periode mudik dan libur Idul Fitri.

Prediksi Arus Mudik
Kapolri juga memprediksi puncak arus mudik terjadi dalam dua gelombang, yaitu pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026.
Sementara itu, perkiraan arus balik berlangsung pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026.
Sedangkan Operasi Ketupat tahun ini akan berlangsung selama 12 hari, mulai pada 13 hingga 25 Maret 2026.
Bupati Pinrang Irwan Hamid menilai operasi ini memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Khususnya selama momentum Idul Fitri yang identik dengan meningkatnya mobilitas warga.
Ia juga berharap seluruh personel yang terlibat, termasuk jajaran Pemerintah Kabupaten Pinrang, menjalankan tugas secara maksimal.
Selain itu dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Sinergi antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan seluruh unsur terkait menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi yang kondusif,” tambahnya.
















