JAMLIMA.COM, MALUKU — Wilayah blank spot di Maluku mulai ditangani. Pemerintah Provinsi Maluku menggandeng Telkomsel untuk mempercepat pembangunan jaringan telekomunikasi di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Langkah ini menjadi strategi untuk mengatasi keterbatasan akses jaringan di sejumlah wilayah kepulauan. Sejumlah daerah di Maluku masih mengalami keterbatasan sinyal hingga 2026, terutama di kawasan 3T. Pemerintah menargetkan pemerataan akses digital agar masyarakat dapat mengakses informasi secara lebih mudah dan merata.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku, Titus Renwarin, menegaskan sinergi antara pemerintah daerah dan operator telekomunikasi menjadi kunci untuk menjawab tantangan konektivitas.
“Pemerintah daerah mengapresiasi komitmen Telkomsel dalam mendukung penyediaan jaringan di Maluku, khususnya di wilayah yang masih mengalami blank spot. Ini menjadi harapan besar agar masyarakat dapat mengakses informasi secara merata,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Maluku di bawah kepemimpinan Hendrik Lewerissa terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur digital untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat mengatasi keterbatasan jaringan sehingga Maluku dapat berkembang sejajar dengan daerah lain,” tambahnya.
Sementara itu, pihak Telkomsel menyatakan komitmen untuk menindaklanjuti hasil pertemuan dengan fokus pada pembangunan jaringan di titik prioritas, terutama di wilayah 3T. Perusahaan juga mendukung program digitalisasi, termasuk di sektor pendidikan dan layanan pemerintahan.
Dalam kerja sama ini, kedua pihak fokus pada penguatan infrastruktur jaringan, dukungan digitalisasi layanan pemerintah daerah, serta pemerataan akses telekomunikasi di seluruh wilayah Maluku.
Melalui kolaborasi ini, konektivitas digital di Maluku diharapkan semakin merata. Upaya ini juga membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

























