Scroll untuk baca artikel
LokalNasional

Pencarian 5 Jurnalis Hari Kesembilan Masih Nihil, Tim SAR Dekati Anak Krakatau hingga 500 Meter

×

Pencarian 5 Jurnalis Hari Kesembilan Masih Nihil, Tim SAR Dekati Anak Krakatau hingga 500 Meter

Sebarkan artikel ini
Tim SAR menyisir pulau sekitar Anak Krakatau dalam pencarian 5 jurnalis Arupadhatu 1
PENCARIAN 5 JURNALIS — Tim SAR Gabungan menyisir Pulau Rakata, Pulau Panjang, dan Pulau Sertung di sekitar Gunung Anak Krakatau, Jumat (11/9/2026). Hingga hari kesembilan, Rabu (16/9/2026) pagi, speedboat Arupadhatu 1 beserta lima jurnalis, dua awak, dan seorang pemandu belum ditemukan. (Foto: Dokumen Basarnas)

  • Pencarian lima jurnalis, dua awak speedboat, dan seorang pemandu memasuki hari kesembilan, Rabu (16/9/2026) pagi, masih nihil.
  • Sebanyak 647 personel dan 20 kapal dikerahkan untuk menyisir lima sektor pencarian seluas sekitar 3.962 NM².
  • Tim SAR memeriksa informasi dugaan objek dengan mengerahkan sea rider dan drone hingga sekitar 500 meter dari pesisir Gunung Anak Krakatau, tetapi tidak menemukan Arupadhatu 1.
  • Pemantauan turut diperluas ke pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano, sementara identitas jenazah pria yang ditemukan di Enggano masih menunggu hasil pencocokan DNA.

JAMLIMA.COM, PANDEGLANG — Pencarian lima jurnalis bersama dua awak speedboat dan seorang pemandu yang hilang di Selat Sunda memasuki hari kesembilan, Rabu (16/9/2026) pagi.

Hari kesembilan sekaligus menjadi hari kedua perpanjangan operasi SAR setelah pencarian selama tujuh hari belum menemukan delapan orang maupun speedboat Arupadhatu 1.

Tim SAR Gabungan mengerahkan 647 personel dan 20 kapal untuk menyisir lima sektor dengan luas sekitar 3.962 nautical mile persegi (NM²).

Dekati Anak Krakatau

Perhatian tim sempat tertuju pada informasi mengenai dugaan objek di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Informasi tersebut langsung diperiksa dengan menurunkan sea rider dan menerbangkan drone hingga sekitar 500 meter dari pesisir gunung.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan informasi yang beredar.

“Tim SAR di lapangan sempat menurunkan sea rider dan menerbangkan drone dengan jarak kurang lebih 500 meter dari pesisir Gunung Anak Krakatau untuk menindaklanjuti informasi yang beredar. Namun, setelah di-cross check, hasilnya masih nihil,” kata Al Amrad.

Hasil pemeriksaan tidak menemukan objek yang dapat dipastikan berkaitan dengan Arupadhatu 1.

Lima Sektor Laut

Pencarian hari kedelapan difokuskan pada lima sektor dengan total luas sekitar 3.962 NM².

Sebanyak 647 personel dan 20 kapal dari Basarnas, TNI AL, Polairud serta unsur pendukung lainnya dilibatkan dalam operasi.

Pembagian sektor disusun berdasarkan evaluasi pencarian sebelumnya serta mempertimbangkan kondisi laut dan pergerakan arus.

Al Amrad memastikan seluruh sumber daya yang tersedia tetap dioptimalkan selama masa perpanjangan.

“Kami akan melanjutkan operasi SAR dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada. Kami berharap upaya ini dapat membuahkan hasil dan delapan korban segera ditemukan,” kata Al Amrad.

Keselamatan Tim Dijaga

Aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi pertimbangan ketika tim melakukan penyisiran di sekitar kawasan gunung.

Basarnas berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan pergerakan personel tetap berada dalam batas aman.

Kondisi vulkanik, cuaca, jarak pandang, gelombang, dan arus laut menjadi bagian dari pertimbangan operasi.

Langkah tersebut diperlukan agar pencarian dapat dilakukan secara maksimal tanpa meningkatkan risiko terhadap personel SAR.

Bengkulu Ikut Dipantau

Pencarian juga berkembang ke arah Samudra Hindia.

Basarnas melakukan pemantauan terhadap pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano untuk mengantisipasi kemungkinan korban atau benda terkait Arupadhatu 1 terbawa arus.

“Pencarian kami perluas, juga melakukan pemantauan terhadap wilayah pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya pergerakan korban atau benda yang berkaitan dengan kejadian ini,” kata Al Amrad.

Perluasan tersebut dilakukan berdasarkan evaluasi operasi dan analisis kemungkinan pergerakan di laut.

DNA Masih Dicocokkan

Pulau Enggano juga menjadi perhatian setelah ditemukan jenazah pria tanpa identitas di wilayah tersebut.

Polda Banten telah menyerahkan data antemortem keluarga delapan orang yang hilang kepada Polda Bengkulu untuk proses pencocokan.

“Kami sudah berikan data Antemortem ke Polda Bengkulu dan saat ini masih menunggu hasilnya,” kata Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Hutapea.

Sampai hasil pemeriksaan DNA diumumkan, jenazah tersebut belum dapat dikaitkan dengan rombongan Arupadhatu 1.

Karena itu, temuan di Enggano masih berstatus bagian dari proses identifikasi dan bukan penemuan korban yang telah terkonfirmasi.

Hari Kedelapan Nihil

Arupadhatu 1 hilang kontak saat membawa delapan orang menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026).

Rombongan tersebut terdiri atas lima jurnalis, dua awak speedboat, dan seorang pemandu.

Operasi pencarian awal berlangsung selama tujuh hari sebelum Tim SAR Gabungan memutuskan memperpanjangnya selama tiga hari hingga Kamis (17/9/2026).

Memasuki hari pertama masa perpanjangan, belum ada temuan terkonfirmasi terhadap delapan orang maupun speedboat Arupadhatu 1.

Pencarian akan dilanjutkan dengan mengevaluasi sektor yang telah disisir, kondisi perairan, pergerakan arus.

Termasuk pantauan setiap informasi baru yang dapat diverifikasi oleh Tim SAR Gabungan.