Sebagai imbalan, Amerika Serikat disebut akan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran dan memberi pelonggaran sanksi tertentu agar Iran dapat kembali menjual minyak.
Meski begitu, klaim pembukaan Selat Hormuz belum sepenuhnya diterima Iran.
Media Iran, Fars, membantah narasi bahwa Selat Hormuz akan dibuka sesuai klaim Trump.
Iran menegaskan jalur strategis itu tetap berada dalam pengelolaan Teheran.
Baca juga: Ketegangan Global Tekan Ekonomi, Indonesia Waspadai Fluktuasi Energi dan Nilai Tukar
Nuklir Masih Mengganjal
Selain Selat Hormuz, program nuklir Iran juga masih menjadi titik paling sensitif.
Dalam rancangan yang dilaporkan Reuters mengutip Axios, Iran diminta berkomitmen tidak mengejar senjata nuklir.
Iran juga disebut akan bernegosiasi soal penghentian pengayaan uranium dan penghapusan stok uranium diperkaya tinggi.
















