JAMLIMA.COM, ENTERTAINMENT— Trio penyanyi perempuan asal Batak, Berlian Voice, kembali merilis karya terbaru berjudul “Rindu Ngana”.
Lagu timur tersebut hadir sebagai remake lagu lawas yang pernah populer pada era 1990-an.
Grup vokal yang beranggotakan Rani Sihombing, Ivananda Sinaga, dan Delta Sihombing itu membawakan lagu ciptaan Arie Sapulette, dengan karakter vokal kuat dan harmonisasi khas.
Lagu yang dulu dipopulerkan Gloria Trio ini dirilis melalui label Maina Production.
“Rindu Ngana adalah bentuk dialog budaya. Lagu Timur yang dibawakan oleh penyanyi Batak, dengan nada dan rasa yang berbeda, tapi tetap menjaga jiwa lagunya. Ini bukan soal mengubah identitas, melainkan saling merangkul,” ujar Levinus.
Musik Dialog Budaya
Produser sekaligus pemilik Maina Production, Levinus Karuiw, menjelaskan proyek remake ini lahir dari kecintaan terhadap kekayaan musik daerah Indonesia.
Ia menilai musik daerah sering berkembang sendiri-sendiri, padahal memiliki pesan universal yang dapat terpahami melalui lintas budaya.
Menurut Levinus, kolaborasi lintas daerah penting untuk memperkuat keberagaman musik Indonesia.
“Indonesia Timur dan Batak punya tradisi musik yang sama-sama kuat. Ketika bertemu, yang muncul bukan perbedaan, tapi kekayaan. Inilah Indonesia,” tegasnya.
Aransemen Modern Lagu
Tim produksi tetap mempertahankan nuansa etnik khas timur dalam aransemen lagu “Rindu Ngana”.
Namun, mereka menambahkan sentuhan modern agar lebih mudah berterima bagi generasi muda tanpa menghilangkan akar budaya.
Pihak Levinus menyebut pihaknya memilih Berlian Voice secara khusus.
Levinus menilai ketiga penyanyi tersebut mampu menyampaikan emosi lagu secara kuat.
Sekaligus menghadirkan perspektif perempuan dalam merawat tradisi musik daerah.
“Melalui Rindu Ngana, Maina Production berharap musik tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang perjumpaan budaya, pengingat nilai persaudaraan, serta bukti bahwa perbedaan dapat disatukan dalam harmoni,” tukasnya.
Saat ini, single “Rindu Ngana” telah tersedia di kanal YouTube resmi Maina Production.
Lagu tersebut menjadi simbol persahabatan musikal antara Indonesia Timur dan Batak yang menyatu dari timur hingga barat Nusantara.

























