Scroll untuk baca artikel
Daerah

69 Siswa DDI Masamba Tamat, 13 Alumni Raih Beasiswa Baznas RI

×

69 Siswa DDI Masamba Tamat, 13 Alumni Raih Beasiswa Baznas RI

Sebarkan artikel ini
69 siswa DDI Masamba tamat dan 13 alumni raih beasiswa Baznas RI
PENAMATAN SISWA — Tasyakuran dan penamatan siswa MTs dan MA DDI Masamba digelar di Aula La Galigo Kantor Bupati Luwu Utara, Kamis (21/5/2026). Sebanyak 69 siswa resmi tamat, sementara 13 alumni MA meraih beasiswa Baznas RI. (foto/ist)

Beasiswa Baznas RI

Pimpinan Ponpes Al Mujahidin DDI Masamba, K.H. Achmad Syafei, menyampaikan rasa syukur atas capaian para siswa.

Ia menyebut, 69 siswa yang tamat terdiri atas 34 siswa MTs dan 35 siswa MA.

Achmad mengatakan, para lulusan diharapkan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Siswa MTs diharapkan melanjutkan ke MA, sedangkan siswa MA melanjutkan ke perguruan tinggi dimanapun.

Kemudian ia juga menyampaikan, sebanyak 13 alumni MA DDI Masamba berhasil mendapatkan beasiswa dari Baznas RI untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Luwu Utara, Amiruddin, mengapresiasi pelaksanaan tasyakuran tersebut.

Ia menegaskan kegiatan tahun ini menjadi sejarah baru karena pertama kali digelar di Aula La Galigo Kantor Bupati Luwu Utara.

Acara ini turut dihadiri Anggota DPRD Andi Sukma, Ketua Baznas Luwu Utara, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, perwakilan organisasi keislaman, serta para orang tua santri.


Baca juga: Bupati Abdullah Rahim: Sekolah Rakyat Permanen di Luwu Utara untuk Pemerataan Pendidikan


Pendidikan pesantren di Sulawesi Selatan kini berkembang dengan model pembelajaran yang lebih terpadu.

Pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu agama, kitab kuning, dan tahfiz Al-Qur’an.

Akan tetapi juga menjalankan pendidikan formal sesuai standar nasional pada jenjang dasar dan menengah.

Dengan sistem tersebut, lulusan pesantren tetap memiliki penguatan karakter keislaman, sekaligus memperoleh ijazah yang diakui dalam sistem pendidikan nasional.

Ini membuat pesantren semakin relevan sebagai pilihan pendidikan modern tanpa meninggalkan akar tradisi keilmuan Islam.