- Sopir asal Toraja, Aris Sanda (41), ditemukan meninggal di dalam kendaraan yang terbakar di kawasan Habema, Papua Pegunungan, Rabu, (16/9/2026).
- Polisi menemukan satu selongsong amunisi senjata laras panjang kaliber 5,56 mm di lokasi kejadian.
- Satgas Damai Cartenz mendalami dugaan keterlibatan KKB Kodap III Ndugama.
- Aparat masih menyelidiki kasus tersebut dan memburu pihak yang bertanggung jawab.
JAMLIMA.COM, WAMENA — Aparat gabungan menyelidiki penembakan yang menewaskan sopir asal Toraja, Aris Sanda (41), di jalur Wamena–Mbua, kawasan Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Aris ditemukan meninggal di dalam kendaraan yang hangus terbakar pada Rabu, (16/9/2026).
Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan menemukan selongsong amunisi senjata laras panjang kaliber 5,56 milimeter.
Peristiwa bermula ketika Aris mengendarai kendaraan dari Wamena menuju Mbua pada Selasa, (15/9/2026), sekitar pukul 06.00 WIT.
Saat melintas di sekitar pertigaan Danau Habema, Gunung Boy, Distrik Trikora, kendaraan tersebut dihentikan kelompok bersenjata.
TNI menyebut kelompok itu memeriksa sopir dan para penumpang.
Kelompok tersebut kemudian memerintahkan para penumpang kembali menuju Wamena, sementara Aris ditahan dan dibawa ke arah Danau Habema.
Korban Ditemukan Terbakar
Setelah menerima laporan, aparat melakukan pencarian di sekitar kawasan Habema.
Tim gabungan kemudian menemukan kendaraan Mitsubishi Strada Triton yang dikemudikan Aris dalam kondisi hangus terbakar.
Kendaraan berada sekitar 13 meter dari badan jalan. Jenazah Aris ditemukan di dalam kabin, di sekitar kursi pengemudi.
Kasi Humas Polres Jayawijaya Ipda Darlianto Pabia mengatakan kondisi jenazah mengalami luka bakar berat.
“Sebagian besar jaringan tubuh mengalami karbonisasi dan ciri-ciri fisik sulit dikenali secara visual,” kata Darlianto.
Aparat selanjutnya mengevakuasi jenazah ke RSUD Wamena untuk menjalani pemeriksaan medis.
Selongsong 5,56 Mm
Olah TKP juga mengungkap sejumlah barang bukti.
Polisi menemukan satu selongsong amunisi kaliber 5,56 mm yang biasa digunakan pada senjata api laras panjang.
Selain itu, aparat mengamankan sebuah tas berisi SIM A dan STNK kendaraan milik korban.
Tim kemudian memeriksa lokasi yang diduga menjadi titik penghadangan sekitar empat kilometer dari tempat kendaraan ditemukan.
Di kawasan tersebut, polisi menemukan pecahan spion kendaraan, perangkat radio komunikasi, kantong plastik berisi makanan, serta tiga karet ban dalam.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo memastikan penyelidikan masih berlangsung.
“Kami akan terus melakukan penyelidikan untuk mengejar dan menangkap pelaku kejahatan ini,” ujar Yusuf, Kamis, (17/9/2026).
KKB Masih Didalami
Koops TNI Habema menyebut kelompok bersenjata OPM Kodap III Ndugama terlibat dalam kematian Aris.
Namun, kepolisian masih melakukan verifikasi untuk memastikan kelompok yang bertanggung jawab.
Menurut Yusuf, polisi memperoleh informasi yang mengarah pada kelompok Kodap III Ndugama yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Namun, Satgas Damai Cartenz menegaskan informasi tersebut masih harus didalami melalui proses penyelidikan.
Pemisahan antara keterangan TNI dan hasil penyelidikan kepolisian menjadi penting karena proses identifikasi pelaku belum selesai.
Aparat juga terus mengamankan barang bukti dan mengumpulkan keterangan untuk merekonstruksi rangkaian kejadian.
Bekerja Sebagai Sopir
Aris dikenal sebagai sopir yang melayani jalur Wamena–Mbua.
Ia mengangkut penumpang sekaligus logistik untuk masyarakat di wilayah pedalaman Papua Pegunungan.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna menyatakan korban sedang menjalankan pekerjaannya ketika kejadian berlangsung.
TNI kemudian membantu proses evakuasi keluarga korban.
Pada Kamis, (17/9/2026), Koops TNI Habema mengevakuasi istri Aris, Sinta Bilolo, dari Distrik Mbua menuju Wamena melalui jalur udara.
Evakuasi menggunakan helikopter dilakukan karena pelayanan transportasi darat di jalur Mbua–Wamena terhambat setelah insiden tersebut.
Aparat Buru Pelaku
Hingga Jumat, (18/9/2026), polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku.
Satgas Damai Cartenz menyatakan penanganan kasus mencakup pengamanan lokasi, olah TKP, pengumpulan barang bukti, serta evakuasi korban.
Kasus tersebut juga mendapat perhatian DPR.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta meminta aparat memperkuat perlindungan terhadap masyarakat yang bekerja dan melintas di wilayah rawan Papua Pegunungan.
Menurutnya, ancaman terhadap sopir dan pekerja transportasi dapat berdampak pada mobilitas masyarakat hingga distribusi kebutuhan dasar di daerah pedalaman.
Penyelidikan selanjutnya akan menentukan pihak yang bertanggung jawab atas penembakan Aris Sanda
Termasuk mengungkap secara lengkap rangkaian kejadian di jalur Wamena–Mbua tersebut.
















