Scroll untuk baca artikel
EntertainmentInternasional

Perempuan Iran Sudah Bisa Terbangkan Pesawat, Tapi Baru 2026 Diizinkan Punya SIM Motor

×

Perempuan Iran Sudah Bisa Terbangkan Pesawat, Tapi Baru 2026 Diizinkan Punya SIM Motor

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi perempuan Iran sebagai pilot pesawat dan pengendara motor terkait aturan SIM motor perempuan di Iran pada 2026
PEREMPUAN IRAN DAN SIM MOTOR - Perempuan Iran yang menggambarkan kontras antara dunia penerbangan dan aturan berkendara. Perempuan Iran telah menerbangkan pesawat komersial sejak 2004, sementara jalur resmi memperoleh SIM sepeda motor baru dibuka pada 2026. (Foto: Ilustrasi/Jamlima.com)

  • Perempuan Iran telah menerbangkan pesawat komersial sejak 2004.
  • Shahrzad Shams kemudian menjadi kapten perempuan pertama di maskapai Iran.
  • Pemerintah Iran baru pada 2026 membuka mekanisme resmi penerbitan SIM sepeda motor bagi perempuan.
  • Aturan itu mengakhiri ketidakjelasan yang selama bertahun-tahun membuat perempuan bisa mengendarai motor, tetapi tidak memperoleh SIM secara formal.

JAMLIMA.COM, TEHERAN — Ada fakta unik di balik perkembangan hak berkendara perempuan di Iran.

Perempuan di negara tersebut sudah mampu menerbangkan pesawat komersial sejak lebih dari dua dekade lalu.

Namun, jalan untuk mendapatkan surat izin mengemudi atau SIM sepeda motor baru dibuka secara resmi pada 2026.

Kontras itu terlihat dari perjalanan Shahrzad Shams.

Menurut United Nations Population Fund atau UNFPA, Shams menjadi perempuan pertama di Iran yang menerbangkan pesawat komersial pada 2004.

Sepuluh tahun kemudian, ia dipercaya menjadi kapten perempuan pertama di sebuah maskapai Iran.

UNFPA juga mencatat, hingga laporan yang diterbitkan pada Maret 2025, hampir selusin perempuan telah menerbangkan pesawat komersial di Iran.

Motor Lebih Rumit

Situasi berbeda terjadi di jalan raya.

Selama bertahun-tahun, perempuan Iran terlihat mengendarai sepeda motor maupun skuter.

Namun, mereka menghadapi persoalan ketika ingin mendapatkan SIM motor.

Aturan Iran sebelumnya tidak secara eksplisit melarang perempuan mengendarai sepeda motor.

Masalahnya, praktik administrasi tidak menyediakan jalur yang jelas bagi perempuan untuk memperoleh SIM.

Akibatnya, muncul wilayah abu-abu hukum.

Perempuan dapat mengendarai motor, tetapi tidak mempunyai akses yang sama untuk memperoleh izin mengemudi resmi.

Aturan Berubah 2026

Perubahan penting kemudian terjadi pada awal 2026.

Pemerintah Iran menyetujui resolusi yang mengatur mekanisme penerbitan SIM sepeda motor bagi perempuan.

Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref menandatangani resolusi tersebut pada Selasa, 3 Februari 2026.

Aturan itu mewajibkan otoritas terkait menyediakan pelatihan praktik dan menyelenggarakan ujian.

Selain itu, membuka penerbitan SIM motor untuk pemohon perempuan di bawah pengawasan polisi lalu lintas.

Keputusan tersebut sekaligus memberikan dasar administratif yang sebelumnya tidak tersedia secara jelas.

Seorang anggota parlemen Iran, Valiollah Bayati, juga menegaskan bahwa sebenarnya tidak ada undang-undang yang secara langsung melarang perempuan mengendarai sepeda motor.

Persoalan sebelumnya lebih banyak muncul akibat perbedaan interpretasi dan mekanisme penerbitan SIM.

Sempat Tertunda

Meski aturan baru telah disahkan, penerapannya tidak langsung berjalan mulus.

Wakil Presiden Iran untuk Urusan Perempuan dan Keluarga, Zahra Behrouzazar, pada Juli 2026 mengatakan persiapan penerbitan SIM telah selesai.

Bahkan, contoh pertama SIM motor untuk perempuan disebut telah dicetak.

Namun, rencana pelaksanaan yang sebelumnya dipersiapkan mulai Maret mengalami penundaan setelah situasi perang pada Juni 2026.

Laporan pada 19 Agustus 2026 juga menyebut penerbitan SIM motor perempuan secara nasional belum berjalan penuh.

Meskipun hambatan hukum dan administratif disebut telah diselesaikan.

Karena itu, perubahan pada 2026 lebih tepat dipahami sebagai dibukanya jalur resmi bagi perempuan untuk mendapatkan SIM motor.

Bukan berarti sebelumnya terdapat larangan tertulis yang secara eksplisit menyatakan perempuan tidak boleh mengendarai sepeda motor.

Kontras Dua Kendaraan

Di sinilah muncul sisi unik dari perjalanan perempuan Iran.

Sejak 2004, seorang perempuan Iran sudah duduk di kokpit pesawat komersial.

Pada 2019, Zagros Airlines bahkan mencatat penerbangan dengan pilot dan kopilot yang keduanya perempuan.

Namun, untuk kendaraan yang jauh lebih sederhana seperti sepeda motor, kepastian administratif baru muncul lebih dari 20 tahun kemudian.

Pesawat komersial sudah dapat diterbangkan perempuan Iran sejak 2004.

Sementara itu, jalur resmi mendapatkan SIM sepeda motor baru dibuka pemerintah pada 2026.

Perbedaan waktu tersebut menunjukkan bagaimana perkembangan akses perempuan di Iran tidak selalu bergerak dengan pola yang sama pada setiap sektor.