Kemacetan di Bali kini bukan lagi musiman—data resmi menunjukkan puluhan titik padat terjadi hampir setiap hari, terutama di jalur wisata utama.
JAMLIMA.COM, DENPASAR — Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali merilis daftar terbaru titik rawan macet Bali 2026 yang mencakup 24 lokasi, terdiri dari ruas jalan utama hingga kawasan wisata dengan volume kendaraan tinggi.
Data resmi ini menunjukkan kemacetan tidak hanya terjadi saat musim liburan, tetapi sudah menjadi pola harian, terutama di wilayah padat aktivitas seperti Denpasar, Badung, Gianyar, hingga Tabanan.
Pada kategori ruas jalan, sejumlah titik kritis tersebar di jalur penghubung antarwilayah. Di Kabupaten Tabanan, kemacetan tercatat di Jalan Raya Selemadeg, Megati, dan Samsam. Sementara di Bangli, kawasan Penelokan–Kintamani Km 21–22 menjadi salah satu titik tekanan lalu lintas.
Wilayah Badung dan Denpasar juga mendominasi daftar. Jalan Raya Mengwi, Kapal, hingga Bypass Ngurah Rai dan Simpang Pesanggaran masuk kategori padat kendaraan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Di Kabupaten Gianyar, jalur wisata menjadi perhatian utama. Ruas Batubulan–Tegaltamu, Ubud, hingga Goa Gajah mencatat lonjakan volume kendaraan yang signifikan, dipicu aktivitas pariwisata dan mobilitas harian masyarakat.
Selain ruas jalan, Dishub juga mengidentifikasi kawasan wisata sebagai daerah rawan kemacetan. Lokasi seperti Pantai Kuta, Canggu, Ubud, Tanah Lot, hingga Kintamani masuk daftar karena tingginya kunjungan wisatawan.
Kemacetan di titik-titik ini umumnya dipengaruhi oleh kombinasi faktor, mulai dari tingginya volume kendaraan, aktivitas ekonomi, hingga hambatan samping seperti parkir liar dan akses keluar-masuk kawasan wisata.
Dishub Bali menegaskan pemetaan ini menjadi dasar untuk pengaturan lalu lintas dan perencanaan kebijakan transportasi ke depan, termasuk rekayasa arus kendaraan di kawasan padat.


























