JAMLIMA.COM, MAKASSAR — Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) Makassar menggelar Halal Bihalal dengan tema “Sucikan Hati, Eratkan Silaturahmi dalam Ridha Ilahi”, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat hubungan kekeluargaan warga Gorontalo di perantauan.
Acara dihadiri perwakilan Pemerintah Kota Makassar serta sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Gorontalo Danial Ibrahim, Ketua KKIG Makassar Rivai Jimy Uno, Sekretaris Umum Moh. Agung Sugiarto, jajaran pengurus, serta tokoh masyarakat.
Ketua KKIG Makassar menegaskan, Halal Bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi sarana strategis untuk memperkuat silaturahmi dan menjaga nilai kebersamaan.
“Momentum ini harus kita jaga untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat solidaritas warga Gorontalo di perantauan,” ujar Rivai Jimy Uno.
Ia berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat persatuan di tengah masyarakat.
“Melalui tema yang diangkat, kita ingin menyucikan hati dan memperkuat persaudaraan dalam ridha Ilahi,” tambahnya.
Baca juga: BPP KKSS Salurkan Bantuan Sosial PSBM XXVI 2026 untuk Panti Asuhan
Sementara itu, Danial Ibrahim memaparkan sejumlah program prioritas Pemerintah Provinsi Gorontalo. Program tersebut meliputi pembangunan Bendungan Bolango Ulu, pengembangan sektor unggas, hingga penguatan fasilitas bandara untuk mendukung Embarkasi Haji.
Ia juga menyampaikan rencana pembangunan Gorontalo Islamic Center (GIC) dan mengajak warga KKIG berkontribusi aktif.
“Kami mengajak seluruh warga Gorontalo, termasuk di perantauan, untuk bersama-sama mendukung pembangunan GIC,” ujarnya.
Ajakan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan deklarasi gerakan infak untuk pembangunan GIC yang dipimpin Badan Penghubung Provinsi Gorontalo.
Kegiatan berlangsung penuh kekeluargaan. Acara diawali pembacaan shalawat, dilanjutkan makan bersama, dan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta.
Momentum ini diharapkan memperkuat ikatan sosial sekaligus mendorong kontribusi nyata masyarakat Gorontalo dalam pembangunan daerah.
















