Scroll untuk baca artikel
Sport

Lembaga HAM Desak FIFA Tolak Gianni Infantino Maju Lagi sebagai Presiden pada 2027

×

Lembaga HAM Desak FIFA Tolak Gianni Infantino Maju Lagi sebagai Presiden pada 2027

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Gianni Infantino menghadapi desakan penolakan pencalonan Presiden FIFA 2027
SENGKETA FIFA - FairSquare mendesak FIFA menyatakan Gianni Infantino tidak memenuhi syarat maju kembali pada 2027. Hal ini terkait sengketa batas tiga periode dalam pencalonan Presiden FIFA 2027. (foto/ist)

  • FairSquare meminta FIFA menyatakan Gianni Infantino tidak memenuhi syarat mengikuti pemilihan 2027.
  • Organisasi HAM itu menilai Infantino sudah menjalani batas maksimal tiga periode.
  • FIFA tidak menghitung masa jabatan 2016–2019 karena Infantino hanya melanjutkan periode Sepp Blatter.
  • Kongres FIFA akan menggelar pemilihan presiden pada 18 Maret 2027 di Maroko.

JAMLIMA.COM, SWISS – Organisasi hak asasi manusia (HAM) FairSquare mendesak FIFA, menghentikan langkah Gianni Infantino untuk kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada 2027.

FairSquare menilai pencalonan tersebut bertentangan dengan aturan pembatasan masa jabatan Presiden FIFA.

Organisasi itu berpendapat Infantino saat ini sudah menjalani periode ketiga sekaligus terakhirnya.

FairSquare menyampaikan tuntutan tersebut melalui surat kepada Komite Tata Kelola, Audit, dan Kepatuhan FIFA.

Mereka meminta komite menyatakan Infantino tidak memenuhi syarat mengikuti pemilihan periode 2027–2031.

Namun, FIFA belum mengambil keputusan resmi yang menggugurkan pencalonan Infantino.

Perdebatan saat ini berpusat pada penghitungan masa jabatan pertamanya sejak 2016.

FairSquare persoalkan batas tiga periode

Dalam pernyataan resminya pada Senin, 17 Agustus 2026, FairSquare menyebut aturan FIFA membatasi setiap presiden maksimal tiga periode, baik berturut-turut maupun tidak.

Kongres Luar Biasa FIFA pertama kali memilih Infantino pada 26 Februari 2016.

Ia menggantikan Sepp Blatter yang mengundurkan diri di tengah krisis korupsi sepak bola dunia.

Kongres FIFA kemudian kembali memilih Infantino pada Juni 2019 dan Maret 2023.

Berdasarkan urutan tersebut, FairSquare menghitung masa jabatan Infantino sebagai tiga periode terpisah.

Direktur FairSquare Nicholas McGeehan menilai FIFA tidak boleh mengabaikan periode pertama Infantino.

“Pengaduan yang kami ajukan memberikan bukti jelas bahwa ini merupakan pelanggaran aturan dan menciptakan preseden yang sangat berbahaya,” kata McGeehan kepada Reuters.

FairSquare juga memperingatkan bahwa pengecualian tersebut dapat melemahkan fungsi pembatasan kekuasaan Presiden FIFA.

Menurut McGeehan, FIFA tidak bisa menyatakan masa jabatan pertama Infantino tidak berlaku, hanya untuk membuka jalan menuju pemilihan berikutnya.

FIFA tidak menghitung periode 2016–2019

FIFA menggunakan penafsiran berbeda. Dewan FIFA pada Desember 2022 menyepakati, bahwa periode 2016–2019 tidak masuk dalam perhitungan masa jabatan Infantino.

FIFA menganggap Infantino pada masa itu hanya menyelesaikan periode kepemimpinan Blatter yang terhenti.

Karena itu, FIFA menyebut periode 2019–2023 sebagai masa jabatan pertama Infantino.

Dengan perhitungan tersebut, masa kepemimpinan 2023–2027 menjadi periode keduanya.

Infantino pun masih memiliki peluang mengikuti pemilihan untuk satu periode lagi sampai 2031.

FairSquare menolak penafsiran itu. Organisasi tersebut menyatakan, Pasal 33 Ayat 2:

“Statuta FIFA tidak membedakan masa jabatan penuh, dan masa jabatan yang berlangsung kurang dari empat tahun.”

Aturan tersebut menyebut tidak seorang pun boleh menjabat sebagai Presiden FIFA lebih dari tiga periode.

Selain itu, FairSquare juga menyoroti keputusan FIFA yang tidak menyertakan penjelasan hukum secara terbuka.

Jika menang pada 2027, Infantino akan memimpin FIFA selama sekitar 15 tahun sejak pertama kali terpilih pada 2016.

Mantan pejabat tata kelola FIFA ikut mendukung

FairSquare menyusun surat keberatan tersebut dengan bantuan Miguel Maduro.

Ia pernah memimpin Komite Tata Kelola dan Peninjauan Independen FIFA.

Maduro menilai pembatasan masa jabatan menjadi bagian penting dari reformasi FIFA pada 2016.

Reformasi itu bertujuan mencegah penumpukan kekuasaan pada satu figur.

“Tidak ada Presiden FIFA yang dapat menjabat lebih dari tiga periode,” kata Maduro dalam pernyataan yang diterbitkan FairSquare.

Menurut Maduro, FIFA tidak boleh membuat pengecualian khusus bagi Infantino.

Ia menilai langkah tersebut akan mengubah aturan, dan menjadi hambatan yang dapat disiasati oleh penguasa organisasi.

FairSquare mengirimkan suratnya kepada tiga anggota subkomite peninjauan, yakni:

  • Bruno Chiomento
  • Chris Mihm
  • Molly Rhone.

Subkomite itu memiliki kewenangan memeriksa kelayakan calon Presiden FIFA.

Infantino sudah mengumumkan pencalonan

Infantino sebelumnya mengumumkan rencana pencalonannya saat Kongres FIFA ke-76 di Vancouver, Kanada, pada 30 April 2026.

“Saya ingin terlebih dahulu memberi tahu 211 asosiasi anggota FIFA bahwa saya akan menjadi kandidat dalam pemilihan Presiden FIFA tahun depan,” ujar Infantino melalui keterangan resmi FIFA.

Pemilihan Presiden FIFA periode 2027–2031 dijadwalkan berlangsung dalam Kongres FIFA, di Maroko pada 18 Maret 2027.

Infantino masih mendapat dukungan dari Konfederasi Sepak Bola Afrika dan Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan.

Namun, penolakan terhadap kepemimpinannya mulai muncul dari sejumlah konfederasi dan federasi nasional.

UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia, serta CONCACAF sebelumnya meminta peninjauan terhadap tindakan Infantino.

Federasi Sepak Bola Skotlandia juga menyatakan tidak akan mendukung pencalonannya.

Tekanan meningkat setelah muncul kontroversi, adanya rencana pembentukan anak perusahaan FIFA senilai 20 miliar dolar AS.

Rencana tersebut berkaitan dengan masuknya investasi swasta ke dalam bisnis kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia.

FIFA belum memberikan jawaban khusus

FIFA belum menyampaikan jawaban khusus terhadap pengaduan terbaru FairSquare.

Reuters melaporkan, badan sepak bola dunia tersebut tidak menanggapi permintaan komentar mengenai persoalan batas masa jabatan.

Dalam pernyataan umum pada 8 Agustus 2026, FIFA menegaskan setiap proses pemilihan harus mengikuti statuta dan kerangka tata kelola organisasi.

Pernyataan FIFA tersebut, sebelum FairSquare mengumumkan suratnya.

FIFA juga menyatakan Infantino memperoleh mandat melalui proses demokratis dari asosiasi anggotanya.

Organisasi tersebut menolak berbagai tuduhan yang mereka anggap berupaya melemahkan FIFA dan presidennya.

Karena itu, surat FairSquare belum otomatis membatalkan pencalonan Infantino.

Komite FIFA harus lebih dahulu menentukan apakah periode 2016–2019 masuk dalam batas maksimal tiga masa jabatan.

Keputusan tersebut akan menentukan, apakah Infantino dapat mengikuti pemilihan 2027?

Atau,nharus mengakhiri kepemimpinannya setelah masa jabatan sekarang selesai.