Scroll untuk baca artikel
Internasional

Akhir Hidup Ratko Mladic, Terpidana Genosida Bosnia yang Wafat di Den Haag

×

Akhir Hidup Ratko Mladic, Terpidana Genosida Bosnia yang Wafat di Den Haag

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Ratko Mladic yang meninggal dunia di Den Haag saat menjalani hukuman penjara seumur hidup
MENINGGAL DUNIA - Ratko Mladic meninggal dunia pada Kamis, (27/8/2026), di rumah sakit penjara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Den Haag. Ia meninggal saat menjalani hukuman penjara seumur hidup atas genosida dan kejahatan perang. (foto/ilustrasi)

  • Ratko Mladic meninggal dunia pada Kamis, (27/8/2026), di rumah sakit penjara PBB di Den Haag.
  • Mladic meninggal saat menjalani hukuman penjara seumur hidup atas genosida dan kejahatan perang.
  • Ia dinyatakan bersalah atas perannya dalam pembantaian Srebrenica dan pengepungan Sarajevo.
  • IRMCT memerintahkan penyelidikan penuh untuk mengetahui keadaan dan penyebab kematiannya.

JAMLIMA.COM, DEN HAAG — Ratko Mladic, mantan komandan militer Serbia Bosnia, meninggal dunia di Den Haag, Belanda.

Mladic meninggal pada Kamis, (27/8/2026), saat menjalani perawatan di rumah sakit penjara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ia meninggal ketika masih menjalani hukuman penjara seumur hidup atas genosida dan kejahatan perang.

International Residual Mechanism for Criminal Tribals (IRMCT) mengonfirmasi kabar tersebut melalui pernyataan resmi.

“Mr. Ratko Mladić passed away today while hospitalised in The Hague, The Netherlands,” tulis IRMCT.

Dalam terjemahan bahasa Indonesia, lembaga tersebut menyatakan Ratko Mladic meninggal dunia saat menjalani perawatan di Den Haag, Belanda.

Sejumlah laporan internasional menyebut Mladic meninggal pada usia 84 tahun.

Penyelidikan Kematian

Setelah menerima laporan kematian, petugas medis Unit Penahanan PBB langsung diberi tahu.

Otoritas Belanda kemudian menjalankan prosedur standar sesuai hukum nasional.

Proses tersebut mencakup pemeriksaan terhadap keadaan dan penyebab kematian Mladic.

Ketua IRMCT, Hakim Graciela Gatti Santana, juga memerintahkan penyelidikan penuh.

Ia menunjuk Hakim Iain Bonomy untuk memimpin penyelidikan tersebut.

Sampai Jumat, (28/8), penyebab kematian Mladic belum diumumkan kepada publik.

Reuters melaporkan Mladic meninggal dalam tahanan PBB setelah menjalani perawatan di rumah sakit penjara di kawasan Den Haag.

Pengacaranya, Dragan Ivetic, mengonfirmasi kematian tersebut tanpa menjelaskan penyebabnya.

Jejak Kejahatan

Ratko Mladic memimpin Staf Utama Pasukan Serbia Bosnia selama Perang Bosnia pada 1992 hingga 1995.

Pengadilan PBB menyatakan pasukan di bawah komandonya menjalankan kampanye pembersihan etnis di Bosnia dan Herzegovina.

Pasukan tersebut juga mengepung Sarajevo dan menyerang penduduk sipil.

Mladic paling dikenal karena perannya dalam pembantaian Srebrenica pada Juli 1995.

Sedikitnya 8.000 laki-laki dan anak laki-laki Muslim Bosnia tewas dalam peristiwa tersebut.

PBB menetapkan Srebrenica sebagai wilayah aman.

Namun, pasukan Serbia Bosnia tetap mengambil alih wilayah itu dan memisahkan laki-laki serta anak laki-laki dari keluarganya.

Pengadilan internasional kemudian mengakui pembantaian tersebut sebagai genosida.

Peristiwa itu menjadi salah satu kejahatan paling berat di Eropa sejak Perang Dunia II.

Pengepungan Sarajevo juga menewaskan sekitar 10.000 orang.

Pasukan di bawah komando Mladic menggunakan artileri, tank, mortir, dan senjata berat untuk menyerang ibu kota Bosnia tersebut.

Vonis Seumur Hidup

Pihak berwenang Serbia menangkap Mladic pada 26 Mei 2011.

Setelah itu, ia dipindahkan ke Den Haag untuk menjalani proses hukum internasional.

Pada 22 November 2017, Pengadilan Kriminal Internasional untuk bekas Yugoslavia menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Mladic.

Pengadilan menyatakan Mladic bersalah atas genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang.

Majelis Banding IRMCT menguatkan putusan tersebut pada 8 Juni 2021.

Dengan demikian, vonis seumur hidup terhadap Mladic tetap berlaku hingga ia meninggal dunia.

Selama persidangan, Mladic menolak mengakui kewenangan pengadilan.

Ia juga tidak menunjukkan penyesalan atas berbagai kejahatan yang didakwakan kepadanya.

Reaksi Korban Srebrenica

Kabar kematian Mladic memunculkan reaksi berbeda di kawasan Balkan.

Sebagian nasionalis Serbia masih menganggapnya sebagai tokoh yang membela kepentingan Serbia Bosnia.

Namun, keluarga korban Srebrenica menilai kematian Mladic tidak menghapus penderitaan para korban.

Srebrenica adalah sebuah kota dan kotamadya yang berloaksi di Bosnia dan Herzegovina timur.

Kota ini yang lokasi tragedi kemanusiaan terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II, yaitu pembantaian dan genosida.

Dimana pembataian menelan korban lebih dari 8.000 pria serta anak laki-laki Muslim Bosnia pada Juli 1995.

Emir Suljagic, Direktur Memorial Srebrenica, mengingatkan masyarakat agar tidak memuliakan Mladic setelah kematiannya.

Ia menyatakan, kematian Mladic tidak menghidupkan kembali korban, tidak menghapus kuburan massal, dan tidak mengubah putusan pengadilan.

Kada Hotic, salah satu penyintas Srebrenica, juga menyampaikan bahwa Mladic meninggal dalam penjara setelah menjalani hukuman seumur hidup.

Suami dan anak Hotic termasuk korban pasukan Serbia Bosnia pada 1995.

Akhir Hidup Tokoh Kontroversial

Ratko Mladic meninggal setelah lebih dari 15 tahun menjalani proses hukum dan penahanan internasional.

Kematian tersebut menutup perjalanan hidup seorang mantan komandan militer, yang menjadi simbol kontroversi dalam sejarah Perang Bosnia.

Bagi korban dan keluarga mereka, putusan pengadilan tetap menjadi catatan hukum.

Sementara itu, IRMCT masih menyelidiki keadaan yang mengiringi kematian Mladic.