- Pemerintah menargetkan transaksi Harbolnas 2026 mencapai Rp40 triliun.
- Target tersebut naik sekitar 10 persen dari realisasi Harbolnas 2025 sebesar Rp36,4 triliun.
- Harbolnas 2026 berlangsung pada 10–16 Desember dengan cakupan barang dan jasa digital yang lebih luas.
- Pemerintah mendorong produk lokal, UMKM, dan platform digital untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
JAMLIMA.COM, JAKARTA — Pemerintah menargetkan nilai transaksi Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 mencapai Rp40 triliun.
Target tersebut meningkat sekitar 10 persen dibandingkan realisasi Harbolnas 2025 yang mencapai Rp36,4 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, target itu saat membuka Kick-off Road to Harbolnas 2026.
Peluncuran Kick-off Road di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
“Target tahun lalu kita capai sebesar Rp36,4 triliun dan tahun ini ditargetkan naik minimal 10 persen. Jadi targetnya tahun ini Rp40 triliun,” kata Airlangga.
Periode Harbolnas 2026
Harbolnas 2026 akan berlangsung selama tujuh hari, mulai 10 hingga 16 Desember 2026.
Pemerintah menilai kegiatan tersebut dapat meningkatkan daya beli masyarakat menjelang akhir tahun.
Selain itu, transaksi Harbolnas diharapkan ikut menggerakkan perekonomian nasional pada kuartal IV 2026.
Airlangga mengatakan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2026 menuju 6 persen.
Menurutnya, pencapaian itu dapat menjadi fondasi untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional, sebesar 6 persen pada 2027.
“Ini penting karena kita perlu mengangkat perekonomian di kuartal keempat,” ujarnya
Fokus produk lokal
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, Harbolnas merupakan program kolaborasi pemerintah dan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA).
Program tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian diskon.
Pemerintah juga ingin memperkuat penjualan produk dalam negeri.
Termasuk memperluas pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pada Harbolnas 2025, produk lokal menyumbang Rp16,6 triliun atau sekitar 45 persen dari total transaksi.
Angka itu berasal dari total transaksi Harbolnas 2025 sebesar Rp36,4 triliun.
Budi menyebutkan, fesyen dan pakaian olahraga menjadi salah satu kategori produk lokal yang paling diminati konsumen.
Selain itu, konsumen juga banyak membeli produk perawatan serta makanan dan minuman.
“Tiga kategori produk lokal yang paling banyak diminati konsumen adalah fesyen dan pakaian olahraga, produk perawatan serta produk makanan dan minuman,” kata Budi.
Perluasan sektor layanan
Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, Harbolnas 2026 tidak hanya mempromosikan barang.
Pemerintah juga akan memperluas promosi terhadap layanan jasa.
Layanan tersebut mencakup akomodasi, tiket transportasi, dan berbagai jasa digital lainnya.
Platform yang terlibat juga tidak hanya lokapasar atau marketplace.
Penyelenggara akan melibatkan online travel agent, layanan transportasi daring, social commerce, serta platform perdagangan digital lainnya.
Budi mengatakan, perluasan tersebut menjadi bagian dari penerapan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19 Tahun 2026.
Peraturan tersebut mengatir tentang Penyelenggaraan Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik.
“Harbolnas tahun ini tidak hanya mencakup promosi barang, tetapi juga promosi layanan dan jasa,” ujar Budi.
Ekonomi digital terus berkembang
Pemerintah melihat perkembangan ekonomi digital sebagai salah satu alasan optimistis terhadap target Harbolnas 2026.
Airlangga menyebut, nilai ekonomi digital Indonesia mencapai sekitar 100 miliar dolar AS pada 2025.
Indonesia juga menjadi salah satu pasar utama video commerce di kawasan Asia Tenggara.
Menurut Airlangga, jumlah penjual online di Indonesia mencapai sekitar 800.000.
Sementara itu, transaksi melalui video commerce meningkat hampir 90 persen.
Ia mengatakan dengan persentasi tersebut mencapai sekitar 2,6 miliar transaksi.
Dengan demikian, dengan pertumbuhan tersebut membuka peluang usaha bagi UMKM.
Khususnya memperluas pasar produk dengan memanfaatkan teknologi digital.
Pelaku usaha juga dapat menggunakan platform digital untuk menjangkau konsumen di berbagai daerah.
Bahkan, sejumlah produk Indonesia mulai dipasarkan ke negara-negara Asia melalui platform perdagangan digital.
Pendataan peserta
Kementerian Perdagangan akan mendata pelaku usaha yang mengikuti Harbolnas 2026.
Pendataan tersebut bertujuan memastikan kegiatan perdagangan berlangsung secara lebih tertib.
Pemerintah juga dapat memantau produk dan nilai transaksi yang tercatat selama program berlangsung.
Langkah itu diharapkan membantu meningkatkan keabsahan data transaksi Harbolnas.
Selain itu, pendataan dapat memperkuat pengawasan terhadap produk yang dipasarkan kepada konsumen.
Melalui Harbolnas 2026, pemerintah berharap masyarakat semakin memilih produk lokal.
Pada saat yang sama, UMKM diharapkan mampu meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pasar.
















