- Pengerahan K-9: Polda NTB mengerahkan anjing pelacak untuk mendeteksi potensi bahan peledak menjelang MotoGP Mandalika 2026.
- Tiga lokasi diperiksa: Petugas menyisir Taman Sangkareang, Teras Udayana, dan SDN 2 Kuta pada 7–8 Oktober 2026.
- Hasil sterilisasi: Polisi tidak menemukan benda maupun bahan terkait peledak di lokasi pemeriksaan.
- Pengamanan terpadu: Sebanyak 2.678 personel gabungan disiapkan untuk mengamankan 205 titik selama rangkaian MotoGP.
JAMLIMA.COM, LOMBOK TENGAH — Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) mengerahkan anjing pelacak K-9 untuk memeriksa sejumlah lokasi kegiatan MotoGP Mandalika 2026.
Petugas menyisir area kegiatan guna mendeteksi kemungkinan adanya bahan peledak sebelum rombongan pembalap dan masyarakat memasuki lokasi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari Operasi Mandalika Rinjani 2026. Ajang balap internasional ini berlangsung pada 9–11 Oktober 2026.
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Muhammad Kholid, menjelaskan bahwa pemeriksaan merupakan langkah pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan.
“Sterilisasi ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Mandalika Rinjani 2026 dalam rangka pengamanan MotoGP. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan lokasi kegiatan dalam kondisi aman sebelum rombongan rider tiba,” kata Kholid, Kamis (8/10/2026).
Anjing Pelacak Periksa Tiga Lokasi
Pemeriksaan pertama berlangsung di Taman Sangkareang dan Teras Udayana, Kota Mataram, Rabu (7/10/2026).
Petugas memulai kegiatan sekitar pukul 10.00 WITA dengan apel kesiapan dan pemeriksaan personel.
Selanjutnya, Unit K-9 Polsatwa Ditsamapta bersama Tim Gegana Brimob Polda NTB menyisir kedua kawasan tersebut.
Lokasi itu menjadi bagian dari rangkaian side event parade pembalap MotoGP.
Keesokan harinya, Kamis (8/10/2026), polisi melanjutkan sterilisasi di SDN 2 Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.
Sekolah tersebut menjadi lokasi kegiatan Rider Goes to School yang mempertemukan pembalap MotoGP dengan masyarakat sekolah.
Pemeriksaan melibatkan Unit K-9 dan Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda NTB.
Petugas memeriksa area kegiatan untuk mengidentifikasi kemungkinan keberadaan benda berbahaya.
Baca juga: Acosta Tebus Blunder di Austria, Martin Perlebar Jarak dari Marc Marquez
Polisi Tidak Temukan Bahan Peledak
Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada temuan bahan maupun benda yang berkaitan dengan bahan peledak di ketiga lokasi tersebut.
Kholid memastikan pemeriksaan berjalan sesuai prosedur pengamanan yang telah disiapkan.
“Dari hasil sterilisasi, tidak ditemukan bahan maupun benda yang berkaitan dengan bahan peledak. Lokasi telah melalui pemeriksaan sebagai bagian dari kesiapan pengamanan kegiatan,” ujarnya.
Meski demikian, hasil tersebut berlaku pada lokasi yang telah diperiksa.
Sterilisasi tidak berarti seluruh kawasan Mandalika terbebas dari setiap potensi gangguan keamanan.
Karena itu, kepolisian tetap menjalankan pengamanan selama rangkaian MotoGP berlangsung.
Sebanyak 2.678 Personel Amankan MotoGP
Selain mengerahkan anjing pelacak, Polda NTB menyiapkan 2.678 personel gabungan.
Petugas berasal dari Polri, TNI, pemerintah daerah, serta unsur pendukung lainnya.
Sebanyak 205 titik menjadi fokus pengamanan, termasuk 42 pos pengamanan.
Polisi juga menyiapkan pengawasan jalur lalu lintas dan titik layanan transportasi penonton.
Kapolda NTB, Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, menegaskan pentingnya kesiapan seluruh personel.
“Target kita jelas dan tegas, zero incident. Tidak boleh ada ruang untuk kelengahan sekecil apa pun yang dapat mengganggu jalannya kegiatan,” kata Kalingga saat apel gelar pasukan, Senin (5/10/2026).
Operasi Mandalika Rinjani 2026 berlangsung pada 5–16 Oktober.
Dengan demikian, pengamanan mencakup kegiatan sebelum balapan, selama perlombaan, hingga tahapan setelah acara.
Pengamanan Tak Hanya di Sirkuit
Kepolisian juga memetakan potensi gangguan di luar kawasan sirkuit.
Perhatian petugas mencakup jalur kedatangan wisatawan, akses penonton, pergerakan kendaraan, serta kegiatan pendukung MotoGP.
Sebelumnya, Polda NTB membagi kawasan pengamanan sirkuit menjadi tiga zona, yakni barat, tengah, dan timur.
Pemetaan tersebut bertujuan mempercepat respons terhadap potensi gangguan sesuai karakteristik setiap wilayah.
Sementara itu, pengerahan K-9 menjadi bagian dari upaya deteksi dini.
Petugas dapat memeriksa lokasi kegiatan sebelum digunakan untuk aktivitas yang melibatkan banyak orang.
Pemeriksaan ini juga melengkapi pengamanan fisik, pengaturan akses, dan patroli kepolisian.
Sterilisasi tiga lokasi menunjukkan bahwa pengamanan MotoGP tidak hanya berfokus pada arena balapan.
Kepolisian turut memperhatikan keselamatan masyarakat dalam kegiatan pendukung yang melibatkan pembalap dan pengunjung.
MotoGP Mandalika 2026 pun memasuki rangkaian perlombaan dengan pengamanan terpadu di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Barat.





































