- Lebih dari 500 juta warga China mengikuti olahraga luar ruangan hingga akhir 2025.
- Nilai industri olahraga luar ruangan mencapai sekitar 3,17 triliun yuan.
- Kelompok usia 19–49 tahun mendominasi pasar, dengan konsumen perempuan mencapai 50,82 persen.
- Kota tingkat tiga dan empat menyumbang 42 persen konsumsi olahraga luar ruangan nasional.
JAMLIMA.COM, BEIJING — Lebih dari 500 juta warga China mengikuti olahraga luar ruangan hingga akhir 2025. Aktivitas tersebut turut menggerakkan industri senilai 3,17 triliun yuan.
Pemerintah China mengungkap data itu melalui China Outdoor Sports Industry Development Report 2025–2026, yang dirilis di Beijing, Jumat (16/10/2026).
Laporan tersebut menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap aktivitas fisik, rekreasi alam, dan wisata olahraga.
Olahraga Luar Ruangan Makin Digemari
Jumlah peserta olahraga luar ruangan China terus bertambah.
Pada April 2025, jumlahnya telah melampaui 400 juta orang. Hingga akhir tahun, angkanya meningkat menjadi lebih dari 500 juta orang.
Kegiatan yang berkembang meliputi pendakian, olahraga air, olahraga salju, dan rekreasi aktif.
Direktur Departemen Ekonomi Olahraga Administrasi Umum Olahraga China, Yang Xuedong, menyebut perkembangan industri tersebut semakin berkualitas.
“Secara keseluruhan, kualitas dan efektivitas perkembangan industri olahraga luar ruangan China terus meningkat,” kata Yang, sebagaimana diterjemahkan dari pernyataannya dalam bahasa Mandarin.
Menurutnya, sektor ini turut mendukung kebutuhan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.
Konsumen Perempuan Capai 50,82 Persen
Laporan tersebut mencatat kelompok usia 19–49 tahun menguasai 76,16 persen pasar olahraga luar ruangan.
Sementara itu, konsumen perempuan mencapai 50,82 persen, sedangkan laki-laki 49,18 persen.
Pertumbuhan juga meluas ke kota-kota kecil.
Kota tingkat tiga dan empat kini menyumbang 42 persen konsumsi nasional.
Data ini menunjukkan bahwa kebutuhan perlengkapan dan layanan olahraga tidak lagi terpusat di kota besar.
Industri Olahraga Dorong Ekonomi
Pertumbuhan olahraga luar ruangan membuka peluang usaha baru.
Hingga April 2026, China memiliki lebih dari 375.000 perusahaan aktif di sektor tersebut.
Sekitar 17.000 perusahaan baru tercatat sepanjang Januari hingga April 2026.
Sementara itu, penjualan perlengkapan olahraga luar ruangan melalui empat platform perdagangan elektronik utama mencapai 142,37 miliar yuan sepanjang 2025.
Nilainya meningkat 22,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Perkembangan ini memperlihatkan hubungan antara gaya hidup aktif, perdagangan digital, dan pertumbuhan ekonomi.
China Perluas Fasilitas Olahraga
Pemerintah China terus memperluas fasilitas olahraga masyarakat.
Hingga akhir 2025, tersedia sekitar 182.000 jalur kebugaran dengan panjang keseluruhan 430.300 kilometer.
China juga memiliki 2.626 fasilitas olahraga es dan salju, 970 fasilitas panjat tebing komersial, serta lebih dari 700 lokasi panjat tebing alam.
Fasilitas tersebut mendukung kegiatan masyarakat sekaligus membuka peluang wisata olahraga.
Olahraga Bermanfaat bagi Kesehatan
Selain menggerakkan ekonomi, olahraga teratur membantu menjaga kesehatan masyarakat.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan aktivitas aerobik intensitas sedang selama 150–300 menit setiap minggu bagi orang dewasa.
Aktivitas fisik membantu meningkatkan kebugaran, menjaga kesehatan jantung, dan menurunkan risiko penyakit tidak menular.
Namun, jumlah peserta olahraga luar ruangan tidak otomatis menunjukkan bahwa seluruhnya telah memenuhi rekomendasi WHO.
Teknologi Dukung Olahraga Luar Ruangan
China juga mengembangkan teknologi untuk meningkatkan keamanan kegiatan olahraga.
Konferensi Industri Olahraga Luar Ruangan China 2026 memperkenalkan sistem pengelolaan pertandingan berbasis navigasi satelit BeiDou.
Teknologi ini mendukung pemantauan kegiatan pendakian, lari lintas alam, dan olahraga air.
Melalui pengembangan fasilitas dan teknologi, China berupaya memperluas akses olahraga sekaligus memperkuat industrinya.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa olahraga luar ruangan bukan sekadar rekreasi, tetapi juga berperan dalam kesehatan masyarakat, pariwisata, dan ekonomi nasional.
Baca juga: Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika Nyaris Rp5 Triliun, Target 2026 Naik































