Scroll untuk baca artikel
Sport

Barcelona Murka, Tifo Berdarah Suporter PSG Berujung Laporan ke UEFA

×

Barcelona Murka, Tifo Berdarah Suporter PSG Berujung Laporan ke UEFA

Sebarkan artikel ini
Suporter PSG membentangkan tifo bergambar gergaji mesin berdarah yang menghancurkan lambang Barcelona dalam pertandingan Liga Champions 2026
TIFO KONTROVERSIAL – Suporter PSG menampilkan koreografi bergambar gergaji mesin yang menghancurkan lambang Barcelona di Parc des Princes, Paris, Selasa (20/10/2026). Barcelona kemudian melaporkan aksi tersebut kepada UEFA. (Foto: Thread/Jamlima.com)

  • Barcelona melaporkan PSG kepada UEFA setelah suporter tuan rumah membentangkan tifo bertema kekerasan.
  • Koreografi itu menampilkan sosok bertopeng dengan gergaji mesin berdarah yang menghancurkan lambang Barcelona.
  • Barcelona menilai gambar tersebut mengandung pesan provokatif dan bertentangan dengan sportivitas.
  • PSG berpotensi menghadapi sanksi disiplin UEFA, tetapi belum ada keputusan hukuman yang terkonfirmasi.

JAMLIMA.COM, PARIS – Barcelona melaporkan Paris Saint-Germain (PSG) kepada UEFA setelah muncul tifo kontroversial dalam pertandingan Liga Champions 2026/2027.

Aksi suporter PSG itu berlangsung di Stadion Parc des Princes, Paris, Selasa (20/10/2026) malam waktu setempat.

Barcelona menyampaikan keberatan resmi pada Rabu (21/10/2026). Klub asal Spanyol tersebut menilai koreografi suporter PSG memuat simbol kekerasan yang tidak pantas dalam sepak bola.

Tifo Gergaji Mesin Picu Kemarahan Barcelona

Menjelang pertandingan, suporter PSG membentangkan tifo raksasa di belakang salah satu gawang.

Gambar tersebut memperlihatkan sosok bertopeng mengenakan seragam PSG. Sosok itu membawa gergaji mesin berlumuran darah yang menghancurkan lambang Barcelona.

Di bawah gambar terdapat tulisan Massacre à la parisienne, yang berarti “Pembantaian ala Paris”.

Koreografi tersebut mengambil inspirasi dari film horor The Texas Chain Saw Massacre yang dirilis pada 1974.

Suporter PSG juga menggunakan efek piroteknik untuk menciptakan percikan api. Efek itu membuat adegan gergaji mesin terlihat semakin dramatis.

Namun, Barcelona menganggap visual tersebut melampaui batas rivalitas olahraga.

Barcelona Kecam Pesan Kekerasan

Barcelona mengecam keras koreografi yang ditampilkan pendukung PSG.

“Gambar-gambar tersebut sangat mengganggu dan menyampaikan pesan yang memicu kekerasan serta kebencian dalam olahraga,” demikian pernyataan Barcelona yang disampaikan kepada BBC Sport.

Klub berjuluk Blaugrana itu juga menyoroti penggunaan bahasa provokatif di tribun.

Selain tifo, sejumlah spanduk dan nyanyian bernada menghina terdengar selama pertandingan.

Barcelona menilai tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip saling menghormati dan fair play.

“Kami meyakini bahwa sepak bola seharusnya menjadi ruang bagi persaingan yang sehat, rasa saling menghormati, dan kecintaan terhadap permainan,” tegas Barcelona dalam pernyataannya.

Klub tersebut menekankan pentingnya menjaga sepak bola dari pesan kebencian dan kekerasan.

Barcelona Laporkan PSG kepada UEFA

Seusai pertandingan, perwakilan Barcelona menyampaikan laporan kepada delegasi pertandingan UEFA.

Laporan itu mencakup gambar tifo serta nyanyian ofensif yang terdengar dari tribun.

Reuters melaporkan bahwa PSG sebelumnya telah menyetujui koreografi tersebut, berdasarkan pemberitaan surat kabar Prancis L’Equipe.

Namun, PSG belum memberikan tanggapan resmi yang terkonfirmasi atas laporan tersebut.

UEFA memiliki kewenangan menilai dugaan pelanggaran berdasarkan regulasi disiplin kompetisi.

Pasal 16 ayat 2(e) Regulasi Disiplin UEFA mengatur penggunaan gestur, kata-kata, benda, atau sarana lain untuk menyampaikan pesan provokatif yang tidak pantas dalam kegiatan olahraga.

Pelanggaran pertama dalam kategori tersebut memiliki standar denda sebesar 10.000 euro.

Meski demikian, besaran hukuman tetap bergantung pada hasil pemeriksaan dan keputusan badan disiplin UEFA.

Hingga laporan ini disusun, belum ada keputusan sanksi yang terkonfirmasi terhadap PSG terkait tifo tersebut.

PSG Menang 4-2 atas Barcelona

Di tengah kontroversi tribun, PSG berhasil mengalahkan Barcelona dengan skor 4-2.

Empat gol tuan rumah dicetak Desire Doue, Lucas Hernandez, Vitinha, dan Fabian Ruiz.

Sementara itu, Barcelona membalas melalui Xavi Espart dan Lamine Yamal.

Kemenangan tersebut membuat PSG meraih tiga kemenangan beruntun pada fase liga Liga Champions 2026/2027.

Sebaliknya, Barcelona menelan kekalahan pertamanya musim ini setelah sebelumnya mencatatkan hasil sempurna.

Namun, hasil pertandingan bukan menjadi dasar laporan Barcelona kepada UEFA.

Persoalan utama terletak pada pesan kekerasan yang ditampilkan melalui koreografi suporter.

Kasus ini kembali menyoroti batas antara kreativitas pendukung klub dan kewajiban menjaga sportivitas di stadion.

Kini, Barcelona menunggu tindak lanjut UEFA atas laporan tersebut.

Keputusan badan disiplin UEFA akan menentukan apakah aksi suporter PSG memenuhi unsur pelanggaran dan layak mendapat sanksi.


Baca juga: Kalahkan Alaves 3 : 1, Bercelona Duduki Puncak Kelasmen Lal Liga