Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Lokal

PT Vale Dorong Ketahanan Pangan Lewat Panen Demplot Padi di Kolaka

×

PT Vale Dorong Ketahanan Pangan Lewat Panen Demplot Padi di Kolaka

Sebarkan artikel ini
ceo pt vale bernardus irmanto menghadiri panen demplot padi berkelanjutan di desa puubunga kolaka
KETAHANAN PANGAN — CEO PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto menghadiri panen bersama demplot padi berkelanjutan di Desa Puubunga, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka. Program ini memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani lokal. (foto/ist)

dJAMLIMA.COM, KOLAKA — PT Vale Indonesia Tbk memperkuat kontribusinya dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui program penguatan ketahanan pangan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Perusahaan yang merupakan bagian dari Group Mining Industry (MIND ID) tersebut menggelar Panen Bersama Demplot Padi Berkelanjutan.

Penen bersama ini di Desa Puubunga, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka. Hal ini sebagai kelanjutan dari program penanaman perdana pada November 2025 di tiga desa binaan.

CEO PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto menegaskan program demplot ini merupakan bagian dari pendekatan keberlanjutan perusahaan, yang tidak hanya berfokus pada sektor pertambangan, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan lokal.

“Bagi PT Vale, keberlanjutan bukan hanya tentang bagaimana kami menambang secara bertanggung jawab, tetapi juga bagaimana kami tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi kami. Program demplot padi berkelanjutan ini merupakan bagian dari pendekatan holistik kami untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menghadirkan inovasi pertanian yang adaptif dan ramah lingkungan,” ujar Bernardus.


Program Ketahanan Pangan

Pelaksanaan Program demplot padi berkelanjutan berjalan di tiga desa binaan PT Vale, yaitu Desa Puubunga dan Desa Pubenua di Kecamatan Baula, serta Desa Lemedai di Kecamatan Tanggetada.

Kehadiran Program ini sejalan dengan agenda ketahanan pangan nasional menuju Visi Indonesia Emas 2045 dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kemandirian pangan sebagai prioritas nasional.

Komitmen tersebut juga tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.

Panen bersama ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Akbar, S.Sos., MM, jajaran Forkopimda. Serta Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan Widiastuti, S.E., M.Si.



Kolaborasi Pertanian Modern

Program demplot ini mengintegrasikan riset dan teknologi budidaya padi berkelanjutan yang presisi, adaptif terhadap kondisi agroklimat lokal, serta ramah lingkungan.

Pelaksanaannya merupakan kolaborasi antara PT Vale Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kolaka, kelompok tani, serta lembaga riset pertanian.

Total lahan demplot mencapai 36 are, terdiri dari 10 are budidaya organik dan 26 are budidaya konvensional.

Program ini juga menguji berbagai varietas unggul, antara lain PR25, PR107, Bujang Marantau, Trisakti, Menthik Wangi, dan Menthik Susu.

Selain itu, petani menerapkan inovasi Perennial Rice dan sistem Salibu yang memungkinkan panen berulang tanpa penanaman ulang. Melalui sistem ini, petani berpotensi melakukan panen hingga delapan kali dalam satu kali tanam. Serta mengurangi biaya produksi hingga 50 persen.


Hasil Panen Positif

Panen bersama menunjukkan perkembangan signifikan dari perbandingan pola budidaya sebelumnya.

Pada lahan organik seluas 10 are, varietas Trisakti menghasilkan panen sekitar 6,9 ton.

Sementara itu, lahan konvensional seluas 26 are menghasilkan total panen sekitar 15 ton dari enam varietas yang telah teruji.

Head External Relation Growth PT Vale Endra Kusuma menjelaskan pendekatan tersebut merupakan strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem ekonomi lokal yang lebih tangguh.

“Kami melihat pertanian berkelanjutan sebagai salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Melalui program ini, PT Vale tidak hanya mendorong peningkatan produktivitas, tetapi juga mentransfer pengetahuan, teknologi, dan praktik pertanian yang lebih efisien serta ramah lingkungan kepada para petani,” ujar Endra.


Dukungan Pemerintah Daerah

Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Akbar, S.Sos., MM mengapresiasi dukungan PT Vale terhadap program ketahanan pangan di daerah.

“Sinergi pemerintah dan perusahaan sangat dibutuhkan untuk mewujudkan ketahanan pangan, PT Vale salah satu perusahaan yang turut dalam program tersebut, tentunya apresiasi tinggi diberikan dan diharapkan perusahaan lain dapat mengikutinya khususnya di sektor pertambangan, perusahaan ini tidak hanya memikirkan bagaimana mengelola sumber daya alam tapi juga memberi dampak berkelanjutan bagi masyarakat sekitarnya,” ungkapnya.

Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Vale di sektor pertanian telah berjalan sejak 2021. Hal ini termasuk pengembangan metode SRI organik di wilayah Pomalaa.

Hingga Oktober 2025, program tersebut telah melibatkan 55 petani, termasuk 9 petani perempuan. Sebagai bagian dari upaya memperkuat inklusivitas ekonomi lokal.

Salah satu petani sekaligus pengurus Asosiasi Petani Organik (ASPOK) Kolaka, Salmi, menyampaikan bahwa metode pertanian organik memberikan dampak nyata terhadap efisiensi biaya produksi dan peningkatan hasil panen.

“Dengan sistem organik ini biaya produksi bisa lebih efisien karena pupuk dapat dibuat dari bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Selain itu harga jual juga lebih baik, sehingga keuntungan yang kami peroleh meningkat. Dari sisi produksi, hasil yang kami dapatkan juga lebih tinggi dibandingkan metode konvensional sebelumnya,” ujarnya.

Melalui program ini, PT Vale kembali menegaskan komitmennya menghadirkan nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.


Example 468x60
Example 300250