- Gelar ketiga: Alexia Putellas memenangkan Ballon d’Or Feminin 2026 setelah sebelumnya meraih penghargaan pada 2021 dan 2022.
- Rekor dunia: Putellas menyamai Aitana Bonmati sebagai pesepak bola perempuan dengan tiga trofi Ballon d’Or.
- Statistik terukur: Putellas mencatat tujuh gol dan tujuh assist dalam 11 pertandingan Liga Champions Wanita 2025/2026.
- Sejarah baru: Putellas menjadi pemain Women’s Super League pertama yang menerima Ballon d’Or perempuan saat berstatus pemain liga tersebut.
JAMLIMA.COM, LONDON — Empat tahun setelah mengalami cedera lutut serius, Alexia Putellas kembali mencapai puncak sepak bola dunia.
Gelandang asal Spanyol itu meraih Ballon d’Or Feminin 2026 dalam seremoni di London Palladium Theatre, Inggris, Senin (26/10/2026).
Putellas mengoleksi penghargaan ketiganya pada usia 32 tahun. Sebelumnya, ia memenangkan Ballon d’Or secara beruntun pada 2021 dan 2022.
Kemenangan tersebut sekaligus menyamai rekor Aitana Bonmati, peraih penghargaan pada 2023, 2024, dan 2025.
Namun, pencapaian Putellas menyimpan cerita lebih besar daripada sekadar tambahan trofi.
Ia berhasil kembali ke level tertinggi setelah cedera yang sempat mengganggu perjalanan kariernya.
Baca juga: Messi Ukir Sejarah di Spanyol, Raih Penghargaan Bergengsi Princess of Asturias 2026
Cedera Lutut Mengubah Perjalanan Putellas
Pada Juli 2022, Putellas mengalami robekan ligamen krusiatum anterior atau anterior cruciate ligament (ACL).
Cedera itu membuatnya absen dari Piala Eropa Wanita 2022 dan menjalani pemulihan panjang.
Putellas kemudian kembali bermain. Namun, ia membutuhkan waktu untuk mendapatkan kembali performa terbaiknya.
Selama periode tersebut, Aitana Bonmati tampil dominan bersama Barcelona dan tim nasional Spanyol.
Dalam wawancara dengan AFP pada September 2026, Putellas mengungkap perubahan pandangannya setelah cedera.
“Sejak mengalami cedera, saya berusaha menikmati setiap momen seolah menjadi yang terakhir,” kata Putellas, sebagaimana diterjemahkan dari pernyataannya.
Empat tahun kemudian, ia kembali menerima penghargaan individual tertinggi sepak bola perempuan.
Statistik Barcelona Mengantar Putellas ke Puncak
Putellas membangun keberhasilan tersebut melalui performa bersama Barcelona sepanjang musim 2025/2026.
Federasi Sepak Bola Spanyol mencatat bahwa ia bermain dalam 43 pertandingan bersama Barcelona.
Selama periode itu, Putellas menghasilkan 21 gol dan 13 assist.
Kontribusinya membantu Barcelona meraih empat gelar dalam satu musim.
Keempatnya mencakup Liga Spanyol, Copa de la Reina, Piala Super Spanyol, dan Liga Champions Wanita UEFA.
Sementara itu, UEFA mencatat kontribusi langsung Putellas dalam 14 gol sepanjang Liga Champions.
Rinciannya terdiri atas tujuh gol dan tujuh assist dari 11 pertandingan.
Putellas juga membukukan akurasi umpan sebesar 86,73 persen.
Catatan tersebut mengantarnya meraih penghargaan pemain terbaik Liga Champions Wanita 2025/2026.
Barcelona kemudian menutup kompetisi Eropa dengan kemenangan 4-0 atas OL Lyonnes pada 23 Mei 2026.
Putellas Ungguli Pajor dan Khadija Shaw
Berdasarkan hasil resmi Ballon d’Or 2026, Putellas menempati peringkat pertama.
Penyerang Barcelona asal Polandia, Ewa Pajor, berada pada posisi kedua.
Sementara itu, pemain Manchester City asal Jamaika, Khadija Shaw, menempati urutan ketiga.
Melchie Dumornay dari OL Lyonnes menyusul di posisi keempat.
Adapun gelandang Barcelona, Patri Guijarro, melengkapi lima besar.
Hasil tersebut memperpanjang dominasi Spanyol dalam penghargaan sepak bola perempuan.
Sejak 2021, Putellas dan Bonmati bergantian memenangkan enam edisi Ballon d’Or.
Namun, keduanya tidak bersaing langsung dalam pemungutan suara tahun ini. Bonmati tidak masuk daftar nominasi 2026.
Tinggalkan Barcelona, Cetak Sejarah di Inggris
Putellas meninggalkan Barcelona setelah menghabiskan 14 tahun bersama klub tersebut.
Pada Juli 2026, ia bergabung dengan London City Lionesses yang berkompetisi di Women’s Super League (WSL).
Kepindahan itu membuka babak baru dalam kariernya.
Menurut penyelenggara Liga Inggris, Putellas menjadi pemain WSL pertama yang memenangkan Ballon d’Or perempuan saat membela klub liga tersebut.
Meski demikian, sebagian besar prestasi yang mendasari penghargaan 2026 berasal dari musim terakhirnya bersama Barcelona.
Dalam pidato penerimaan penghargaan, Putellas juga memberikan penghormatan kepada mantan klubnya.
“Penghargaan ini untuk Barcelona,” ujarnya.
Ia turut menyampaikan pesan kepada generasi muda yang ingin menekuni sepak bola.
“Jangan dengarkan orang yang mengatakan kalian tidak bisa melakukannya. Percayalah kepada diri sendiri,” kata Putellas dalam pidatonya.
Kemenangan Putellas Pertegas Dominasi Barcelona
Penghargaan Putellas menjadi bagian dari keberhasilan besar Barcelona sepanjang 2026.
UEFA menetapkan Barcelona sebagai klub perempuan terbaik tahun ini.
Pelatih Barcelona, Pere Romeu, juga meraih penghargaan pelatih perempuan terbaik.
Selain itu, Vicky Lopez memenangkan penghargaan pemain muda terbaik.
Kiper Barcelona, Cata Coll, menerima penghargaan penjaga gawang perempuan terbaik.
Sementara itu, Harry Kane meraih Ballon d’Or kategori putra.
Seremoni pada 26 Oktober tersebut juga menandai peringatan 70 tahun Ballon d’Or.
Untuk pertama kalinya, penyelenggara menggelar acara penghargaan itu di London.
Bagi Putellas, kemenangan ketiga ini menjadi penanda penting perjalanan kariernya.
Pemain yang pernah menghadapi cedera panjang tersebut kembali membuktikan kemampuannya melalui prestasi dan statistik pertandingan.
Kini, bersama London City Lionesses, Putellas memulai tantangan baru dengan tiga trofi Ballon d’Or dalam perjalanan kariernya.
Baca juga: 35 Tahun Menunggu, Garuda Kembali Juara: Thailand Lagi, Adu Penalti Lagi





































