Scroll untuk baca artikel
Entertainment

Tak Tembus Top 20, Audrey Bianca Callista Bawa Indonesia Raih Gelar Multimedia Miss World 2026

×

Tak Tembus Top 20, Audrey Bianca Callista Bawa Indonesia Raih Gelar Multimedia Miss World 2026

Sebarkan artikel ini
Audrey Bianca Callista di Miss World 2026
AUDREY BIANCA CALLISTA — Wakil Indonesia Audrey Bianca Callista tampil di panggung grand final Miss World 2026 di Nha Trang, Vietnam, Sabtu (5/9/2026). Ia mengakhiri kompetisi di Top 40 dan memenangkan Multimedia Award Asia & Oceania. (foto/ist)

  • Audrey Bianca Callista mengakhiri perjalanan Indonesia di Top 40 Miss World 2026 di Nha Trang, Vietnam, Sabtu (5/9/2026).
  • Audrey gagal melaju ke Top 20, tetapi mencatat prestasi sebagai pemenang Multimedia Award Asia & Oceania.
  • Gelar Multimedia Asia & Oceania mengantarkan Audrey langsung ke Top 40 sebelum babak utama malam final.
  • Audrey juga membawa proyek Beauty With a Purpose bertajuk Habis Gelap Terbitlah Terang untuk mendukung akses listrik tenaga surya dan pendidikan di Sumba Barat Daya.

JAMLIMA.COM, NHA TRANG – Perjalanan Audrey Bianca Callista membawa nama Indonesia di panggung Miss World 2026 berakhir di jajaran Top 40.

Audrey gagal melanjutkan langkah ke Top 20 dalam grand final Miss World 2026 yang berlangsung di Nha Trang, Vietnam, Sabtu (5/9/2026).

Meski belum membawa pulang mahkota, Audrey meninggalkan panggung Miss World dengan prestasi tersendiri.

Wakil Indonesia itu berhasil memenangkan Multimedia Award Asia & Oceania, salah satu kategori penting dalam rangkaian kompetisi Miss World 2026.

Melaju ke Top 40 Lewat Multimedia Award

Kemenangan dalam Multimedia Award menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan Audrey di Miss World 2026.

Penghargaan tersebut tidak hanya menjadi gelar tambahan. Audrey sekaligus memperoleh tiket otomatis menuju Top 40.

Sebelumnya, Miss World memilih lima finalis Multimedia dari kawasan Asia & Oceania.

Mereka berasal dari Indonesia, Laos, Malaysia, Selandia Baru, dan Thailand.

Setelah melalui proses penilaian, Audrey keluar sebagai pemenang Multimedia Award untuk Asia & Oceania.

Tiga pemenang kontinental lainnya berasal dari Afrika, Eropa, serta Americas & Caribbean.

Mereka adalah Dr. Adah Mushibi dari Zambia, Julia Kuehnle dari Jerman, serta Audrey Ho-Wen-Tsaï dari French Guiana.

Keempat pemenang tersebut langsung mengamankan tempat dalam Top 40 Miss World 2026.

Bukan Sekadar Aktif di Medsos

Multimedia Challenge menjadi salah satu ajang yang menguji kemampuan peserta membangun komunikasi melalui platform digital.

Penilaian tidak hanya melihat seberapa aktif para kontestan mengunggah konten selama kompetisi.

Kreativitas, autentisitas, konsistensi, kualitas konten, kemampuan bercerita, serta interaksi dengan audiens ikut menjadi perhatian.

Para kontestan juga menggunakan media sosial untuk memperkenalkan kepribadian, aktivitas selama karantina, persahabatan antarpeserta, hingga proyek Beauty With a Purpose masing-masing.

Karena itu, keberhasilan Audrey mencerminkan kemampuannya membangun narasi digital dan menyampaikan pesan sosial kepada audiens.

Tujuh Miss World Lintas Generasi

Setelah menjadi pemenang regional, Audrey bersama tiga pemenang kontinental lainnya maju ke tahap lanjutan Multimedia Challenge.

Mereka mendapat kesempatan bertemu tujuh pemegang mahkota Miss World dari berbagai generasi.

Mereka adalah Opal Suchata Chuangsri, Krystyna Pyszková, Karolina Bielawska, Vanessa Ponce de León, Stephanie Del Valle, Linda Pétursdóttir, dan Wilnelia Merced Forsyth.

Setiap finalis mendapatkan waktu sekitar empat menit dalam setiap sesi untuk menggali cerita.

Mereka juga mengambil foto, swafoto, serta video bersama para mantan Miss World.

Materi tersebut kemudian diolah menjadi video berdurasi sekitar dua menit untuk memperingati perjalanan 75 tahun Miss World.

Namun, hanya satu pemenang kontinental yang mendapatkan keuntungan tambahan berupa tiket langsung ke Top 20 sebagai pemenang Multimedia keseluruhan.

Audrey tidak meraih tiket tersebut sehingga tetap mengikuti proses penyaringan dari Top 40.

Langkah Indonesia Terhenti di Top 40

Pada malam final, Audrey masuk dalam kelompok 10 kontestan Top 40 dari kawasan Asia & Oceania.

Selain Indonesia, daftar tersebut mencakup Filipina, Vietnam, Malaysia, Kamboja, China PR, Cook Islands, India, Türkiye, dan Lebanon.

Persaingan kemudian berlanjut menuju Top 20.

Nama Audrey tidak termasuk dalam daftar peserta yang lolos ke babak berikutnya.

Dari kawasan Asia & Oceania, sejumlah kontestan yang melanjutkan perjalanan antara lain Malaysia, Filipina, Cook Islands, China PR, dan tuan rumah Vietnam.

Dengan hasil tersebut, pencapaian akhir Audrey di Miss World 2026 adalah Top 40.

Siapa Audrey Bianca Callista?

Audrey Bianca Callista merupakan pemenang Miss Indonesia 2025 yang mendapat kesempatan mewakili Indonesia di Miss World 2026.

Ia memiliki tinggi sekitar 173 sentimeter.

Dalam profil Miss World, Audrey diperkenalkan sebagai public speaker, model, kreator konten, advokat keberlanjutan lingkungan, serta strategist.

Audrey memiliki latar pendidikan Political Science dengan spesialisasi International Relations and Organisations.

Kemampuan bahasanya juga menjadi salah satu keunggulan.

Selain bahasa Indonesia dan Inggris, Audrey disebut mampu berkomunikasi dalam bahasa Jerman dan Belanda.

Di luar aktivitas profesional, ia memiliki sejumlah hobi seperti melukis, panahan, membaca, berlari, serta mengunjungi museum seni, sejarah, dan sains.

Program Tenaga Surya

Tak hanya bersaing dalam aspek kecantikan dan komunikasi, Audrey membawa misi sosial melalui proyek Beauty With a Purpose.

Program tersebut diberi nama Habis Gelap Terbitlah Terang.

Audrey mengangkat isu pemerataan akses energi dan pendidikan bagi masyarakat di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.

Salah satu wilayah yang menjadi fokus program berada di Desa Letepalolo, Kecamatan Kodi.

Wilayah tersebut dihuni sekitar 310 penduduk dalam 73 rumah tangga yang sebelumnya menghadapi keterbatasan akses listrik.

Melalui proyek itu, Audrey menargetkan pemasangan penerangan tenaga surya untuk 38 rumah.

Program tersebut juga mencakup pembangunan balai masyarakat bertenaga surya.

Selain itu, Audrey menghadirkan Perpustakaan Kartini sebagai ruang belajar bagi anak-anak.

Masyarakat setempat turut mendapat pelatihan untuk merawat sistem tenaga surya secara mandiri.

Langkah tersebut dirancang agar manfaat program tetap berjalan dalam jangka panjang.

Persaingan Berlangsung Ketat

Miss World 2026 mempertemukan 111 kontestan dari berbagai negara dan wilayah.

Kompetisi berlangsung melalui sejumlah tahap eliminasi.

Peserta disaring dari Top 40 menuju Top 20, kemudian Top 12 hingga Top 6.

Sejumlah challenge juga memberikan keuntungan kepada para peserta dalam perjalanan menuju babak utama.

Kategori tersebut mencakup Beauty With a Purpose, Multimedia, Head-to-Head, Top Model, dan People’s Choice.

Pemenang Talent dan Sports juga mendapatkan tempat di Top 40 sesuai mekanisme kompetisi.

Pada akhir malam final, Joheirry Mola Dominguez dari Republik Dominika dinobatkan sebagai Miss World 2026.

Elisabeth Reynes Alabern dari Spanyol menempati posisi runner-up pertama.

Sementara itu, Taanusiya Chetty dari Malaysia menjadi runner-up kedua.

Gelar Multimedia Asia & Oceania

Audrey Bianca Callista memang belum berhasil membawa Indonesia merebut mahkota Miss World.

Namun, perjalanannya di Nha Trang tetap menghasilkan pencapaian penting.

Indonesia menutup Miss World 2026 dengan dua catatan utama, yakni Top 40 dunia dan pemenang Multimedia Award Asia & Oceania.

Penghargaan Multimedia juga memperlihatkan kekuatan Audrey dalam komunikasi digital, kreativitas, serta kemampuannya mengemas pesan sosial melalui konten.

Perjalanan Audrey pun tidak hanya meninggalkan catatan di atas panggung.

Program Habis Gelap Terbitlah Terang di Sumba Barat Daya menjadi bagian lain dari kiprahnya yang membawa isu sosial Indonesia ke panggung internasional.