JAMLIMA.COM, MAKASSAR — Menjelang adzan Magrib, suasana Pesantren Al Bayan Makassar terasa hening dan hangat, Jumat (20/02/2026).
Puluhan santri duduk bersila sambil membaca dan mengulang hafalan Al Quran.
Santri asal Luwu, Abdullah, memanfaatkan waktu menunggu berbuka untuk menuntaskan target ibadahnya di bulan suci. Ia merasakan semangat baru saat hidangan berbuka tiba.
“Alhamdulillah, kami punya target khatam Al Quran di bulan Ramadhan ini. Waktu terbaik salah satunya sambil menunggu Magrib, apalagi kalau ada menu spesial begini, ini menambah semangat kami,” ujarnya dengan mata berbinar.
Baca juga: Tok! Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026
Berbagi di Ramadhan
Sebanyak 160 santri putra dan putri mengikuti buka puasa bersama di lingkungan pesantren.
Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) Sulawesi Selatan menghadirkan takjil manis, kurma, jalankote, dan makanan bergizi lengkap.
Momentum berbuka bukan sekadar mengisi kebutuhan fisik. Para santri merasakan kebersamaan yang mengobati rindu keluarga di kampung halaman.
“Ini momen yang kami tunggu-tunggu. Kebersamaan dengan kawan-kawan, ditambah hidangan lezat, rasanya seperti obat rindu rumah,” tambah Abdullah tersenyum.
Ketua Panitia Ramadhan Al Bayan, Ustadz Sibghatullah, menyampaikan apresiasi atas perhatian kepada para santri.
“Kami sangat berterima kasih kepada Laznas BMH dan para donatur yang telah berbagi kebahagiaan di bulan suci ini. Semoga menjadi amal jariyah,” tuturnya.
Program berbagi takjil dan buka puasa ini menjadi bagian penting dari gerakan kebaikan Laznas BMH Sulsel selama Ramadhan.
Melalui program ini, lembaga tidak sekadar membagikan makanan, tetapi juga menghadirkan kepedulian yang terukur dan berkelanjutan.
Selain itu, tim tidak hanya menyasar wilayah perkotaan. Sebaliknya, mereka secara aktif menjangkau pelosok binaan mualaf seperti Toraja dan Toraja Utara.
Dengan demikian, distribusi manfaat tidak terpusat, melainkan merata hingga daerah yang membutuhkan perhatian lebih.
Baca juga: Bupati Wajo Pantau Harga Sembako Pasca Ramadan
Penerima Manfaat 1.800 Jiwa
Secara keseluruhan, program ini tersebar di 40 titik lokasi. Dari jumlah tersebut, penerima manfaat mencapai 1.800 jiwa.
Angka ini menunjukkan bahwa gerakan Ramadhan tidak berjalan simbolis, tetapi berdampak nyata di lapangan.
Sementara itu, Ketua Perwakilan Laznas BMH Sulsel, Kadir, menegaskan komitmen lembaganya.
Ia memastikan para santri dan masyarakat binaan tetap memperoleh dukungan gizi sekaligus penguatan semangat ibadah sepanjang Ramadhan.
Dengan komitmen tersebut, BMH Sulsel mempertegas perannya sebagai penggerak kebaikan yang konsisten dan terarah.
“Kami ingin memastikan saudara-saudara kita, termasuk para santri yang sedang menuntut ilmu jauh dari orang tua, tetap mendapatkan asupan bergizi dan semangat ibadah yang optimal,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan dukungan panitia Ramadhan Al Bayan dan relawan Laznas BMH Sulsel.

Baca juga:
















