Namun, momentum tersebut perlu dijaga melalui investasi yang berkualitas, produktif, dan berkelanjutan.
Menurut Rizki, investasi yang tepat dapat menciptakan kapasitas produksi baru dan memperkuat daya saing daerah
Selain itu, meningkatkan nilai tambah, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Ia berharap kegiatan diseminasi tersebut dapat memperluas pemahaman pemerintah daerah mengenai pilihan pembiayaan pembangunan.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan dunia usaha.
“Dengan kualitas proyek yang semakin baik dan dukungan pembiayaan yang semakin beragam, peluang percepatan pembangunan infrastruktur dan transformasi ekonomi daerah akan semakin terbuka,” tutupnya.
Baca juga: Pengukuran MYC Paket 2 Dimulai, Gubernur Sulsel Genjot Pembangunan Jalan Takalar Gowa
















