Scroll untuk baca artikel
Lokal

785 Jemaah Haji Maluku Utara Disiapkan, Wagub Sentil Petugas Jangan Cuma Seragam Bagus

×

785 Jemaah Haji Maluku Utara Disiapkan, Wagub Sentil Petugas Jangan Cuma Seragam Bagus

Sebarkan artikel ini
wakil gubernur maluku utara sarbin sehe memimpin apel ppihd 2026 di asrama haji ternate
HAJI 2026 — Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe memimpin Apel Kesiapan PPIHD 2026 di Asrama Haji Transit Ternate, Minggu (26/4/2026). Sebanyak 785 jemaah haji Maluku Utara disiapkan untuk mendapat layanan maksimal. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, TERNATE — Sebanyak 785 jemaah haji Maluku Utara disiapkan melalui Apel Kesiapan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Tahun 2026 di Asrama Haji Transit Ternate, Minggu (26/4/2026). Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe menegaskan, pelayanan kepada jemaah harus menjadi prioritas, bukan sekadar seremoni dan tampilan seragam.

Dalam arahannya, Sarbin mengoreksi penggunaan istilah “Apel Siaga” yang selama ini melekat dalam persiapan haji. Menurutnya, penyelenggaraan haji merupakan rutinitas tahunan yang harus dipersiapkan secara matang.

Sarbin menilai istilah yang lebih tepat adalah “Apel Komitmen”, karena seluruh petugas wajib berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kepada jemaah.

“Saya menganggap ‘siaga’ tidak ada relevansinya lagi karena haji itu rutinitas tahunan. Saya ingin apel ini disebut Apel Komitmen. Komitmen untuk meningkatkan dan memperbaiki kualitas layanan. Jangan sampai seragam kita bagus, tapi jemaah masih mengeluh air tidak mengalir atau makan terlambat,” kata Sarbin.

Petugas Hilangkan Ego

Sarbin mengingatkan seluruh petugas PPIHD, mulai dari transportasi, kesehatan, hingga konsumsi, agar bekerja dengan orientasi pelayanan. Ia menegaskan, jemaah haji adalah dhuyufullah atau tamu Allah yang harus dilayani secara maksimal.

Menurutnya, 785 jemaah haji Maluku Utara harus merasakan kehadiran negara sejak di asrama haji hingga diberangkatkan ke Embarkasi Makassar.

Ia juga meminta petugas meruntuhkan ego struktural. Petugas tidak boleh saling melempar tanggung jawab saat jemaah menyampaikan keluhan.

“Begitu jemaah mengeluh, jangan lempar tanggung jawab dengan alasan itu tugas bagian lain. Kita berikan layanan yang sama, melayani sepenuh jiwa tanpa mengurangi rasa hormat terhadap struktur kelembagaan,” ujarnya.

Tenaga Medis Jemput Bola

Secara khusus, Sarbin meminta tenaga medis lebih proaktif. Petugas kesehatan diminta tidak hanya menunggu di posko, tetapi mendatangi kamar-kamar jemaah untuk memantau kondisi fisik dan psikologis.

Sarbin juga menyebut koordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah di Jakarta terus diperkuat, termasuk mitigasi kondisi darurat di Timur Tengah.

“Kita tahu ada dinamika perang di Timur Tengah yang melebar. Namun koordinasi sudah maksimal, termasuk jika ada perubahan titik masuk Jeddah atau Madinah. Mari kita berdoa agar 785 jemaah kita berangkat dan pulang dalam keadaan selamat,” katanya.

Apel tersebut dilanjutkan dengan penyematan atribut, pengecekan barisan petugas, armada transportasi, serta peninjauan ruang pemeriksaan kesehatan untuk memastikan seluruh fasilitas siap.